Sepenggal Tulisan Petani Pulau Obi

Opini | 2023-03-03

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Foto Riman La Maulia (Istimewah)
JALURINFO.COM, HALMAHERA SELATAN- Oleh: Riman La Maulia Petani Muda Asal Pulau Obi Halmahera Selatan.

Dari balik bukit batu putih, hujan turun mencumbui air mata. Lalu menggenangi ladang taman para petani musim panen tahun ini.

Baca juga: Sketsa-sketsa di Usia 78 Tahun

Melatih Kesehatan Melawan Sakit Jantung
Catatan: Syamsu Nur

Baca juga: "Luhut Sudah Tumbang, Jokowi Bakal Segera Tumbang"

Mungkin tak ada luka di pematang, dan parit-parit irigasi yang dipenuhi air mata.
Lalu, saya mencoba membelai ladang dengan megendarai sepeda tua, menabuh rindu sepanjang siang. Masih membekas jejak sepeda membelai sawah, dengan pecut di kepala .

Baca juga: Sketsa-sketsa

BALAJAR DARI PASAR TANAH ABANG
Catatan: Syamsu Nur

Baca juga: Toleransi Antara Umat Beragama: Tantangan Besar Bagi Negara Menuju 100 Tahun Indonesia Merdeka dalam Merawat Pluralisme dan Kebinekaan

Malam kala itu, di meriahkan wangi dupa Mancuana (orang yang telah tua dalam bahasa Buton Cia -cia) dan bulan mengembang sepanjang pulau Obi seperti butir 'Bae Pulu' di tempurung.

Cangkul terlanjur berkarat, sebab beras yang dikirim dari desa Buton tetangga, telah mengeringkan sawah-sawah dan mematikan kerbau, serta menggenangi lambung petani hingga menyisakan risau di bulan Maret 2023.

Baca juga: MUKP Cara Hambur - Hamburkan Uang

Baca juga: Sketsa-sketsa
CAWE-CAWE POLITIK

Catatan : Syamsu Nur


BERITA TERKAIT:

BERITA TERKINI:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020