Isi Pertemuan Putin dan MBS: Negara-Negara OPEC Diajak Pangkas Produksi Minyak

Internasional | 2023-12-08

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Isi Pertemuan Putin dan MBS: Negara-Negara OPEC Diajak Pangkas Produksi Minyak
JALURINFO.COM, RIYADH- Rusia dan Arab Saudi, dua eksportir minyak terbesar dunia, menyerukan pada Kamis, 7 Desember 2023 kepada semua anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC+) untuk bergabung dalam kesepakatan pengurangan produksi minyak demi kebaikan perekonomian global.

Hal ini disampaikan dalam sebuah pernyataan bersama yang dirilis Kremlin tentang kesimpulan diskusi Presiden Rusia Vladimir Putin dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dalam pertemuan mereka di Riyadh.

Baca juga: Update Terkini Perang Ukraina-Rusia

Baca juga: Zelensky Klaim Rusia Bisa Dikontrol Lewat Hukum Internasional

Beberapa negara OPEC+ pekan lalu mengumumkan pemotongan sukarela produksi minyak sekitar 2,2 juta barel per hari (bph). Pemangkasan ini “bertujuan untuk mendukung stabilitas dan keseimbangan pasar minyak”, menurut rilis OPEC+ tertanggal 30 November lalu. Arab Saudi mengumumkan pemotongan sukarela tambahan sebanyak 1 juta bph dan Rusia 500 ribu bph, dimulai dari 1 Januari sampai akhir Maret 2024, berdasarkan rilis OPEC+.
“Di bidang energi, kedua belah pihak (Rusia dan Arab Saudi) memuji kerja sama yang erat di antara mereka dan keberhasilan upaya negara-negara OPEC+ dalam meningkatkan stabilitas pasar minyak global,” kata Kremlin dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: VIDEO: Tiba di Riyadh, Putin Disambut Hangat Putra Mahkota Arab Saudi, Negosiasi untuk Memperkuat Hubungan Bilateral

Baca juga: VIDEO: Berkunjung ke Uni Emirat Arab dan Saudi Arabia, Penerbangan Putin Dikawal Empat Pesawat Tempur Canggih S-35S Rusia

Berdasarkan pernyataan berbahasa Rusia tersebut, Putin dan putra mahkota yang akrab disapa MbS menekankan pentingnya melanjutkan kerja sama ini, dan perlunya semua negara peserta untuk bergabung dalam perjanjian OPEC+ dengan cara yang melayani kepentingan produsen dan konsumen serta mendukung pertumbuhan ekonomi global.

Kantor berita negara Saudi, SPA, melaporkan bahwa Putin dan MbS dalam pertemuan mereka menekankan perlunya anggota OPEC+ berkomitmen terhadap perjanjian kelompok tersebut.

Baca juga: Amerika Habiskan $77 Miliar, Serangan Balasan yang Gagal Membuat Negara-negara NATO Semakin Bimbang Bantu Ukraina

Baca juga: Rusia Tingkatkan Serangan ke Avdiivka Ukraina, Tembakkan 1.000 Peluru


Sumber pasar minyak, seperti dikutip kantor berita Reuters, mengatakan bahwa pernyataan publik yang eksplisit dari Kremlin dan kerajaan Saudi tentang ajakan pemangkasan ini tampaknya merupakan upaya untuk mengirim pesan kepada anggota kelompok OPEC+ yang belum melakukan pemotongan sama sekali atau belum melakukannya dalam jumlah yang cukup.

Anggota terbesar OPEC yang dikecualikan dari pemotongan ini adalah Iran, yang perekonomiannya telah berada di bawah berbagai sanksi Amerika Serikat sejak 1979 setelah penyitaan kedutaan AS di Teheran. Negara Asia Barat itu meningkatkan produksi minyak dan berharap mencapai produksi sebesar 3,6 juta bph pada 20 Maret 2024.

Setelah kembali ke Moskow dari Arab Saudi, Putin pada Kamis mengadakan pembicaraan dengan Presiden Iran Ebrahim Raisi di Kremlin, bersama dengan Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu.

BERITA TERKAIT:

BERITA TERKINI:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020