Amatiran Urus Garam

Opini | 2023-01-04

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Penulis: Rusdianto Samawa, Ketua Umum Front Nelayan Indonesia (FNI)
Choose Language!
JALURINFO.COM, JAKARTA- Tahun 2019 – 2022 lalu, saya menulis puluhan artikel dan berita tentang “Anomali Garam Indonesia.” Problem impor yang tak kunjung berhenti. Pemerintah selalu saja buka keran impor garam. Alibinya, untuk memenuhi pasokan kebutuhan garam dalam negeri. Pemerintah tak pernah bicara hasil riset kadar NaCl garam. Selalu lupa jumlah petani garam Indonesia lebih dari satu juta kepala keluarga.

Pada 19 Desember 2022 lalu. Kementerian Kelautan dan Perikanan meresmikan sekaligus menyerahkan rumah garam prisma kepada Koperasi Terang dan Garam Indonesia di Pulau Legundi, Lampung. Bantuan ini sebagai upaya mendorong peningkatkan produksi garam premium dalam rangka Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGaR).

Sejak kemerdekaan NKRI, petani garam selalu malang melintang nasibnya. Kena tuduhan NaCl-nya dibawah produk garam negara lain. Begitu lemahnya pemerintah melihat sisi positif garam Indonesia. Dari periode menteri bergantian, Rumah Garam Prisma selalu jadi senjata andalan pemerintah. Alasannya, untuk menampung garam.

Padahal Rumah Prisma, bisa jadi isinya garam impor. Karena selama berdiri dan kampanye program Rumah Prisma tidak membuat petani garam terangkat harkat dan martabatnya. Artinya tetap miskin. Indonesia yang mendekati umur 80 tahun, mestinya sudah capai target garam terbaik di dunia. Selama ini, belum memiliki desain pengembangan industri garam nasional sehingga ambil solusi import.

BERITA VIDEO POPULER

BERITA TERKINI:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020