
Aliansi Lembaga, Dateline Polres Gowa 2X 24 Jam Tetapkan Tersangka Penganiaya Pasutri di Bontojalling
Hukum & Kriminal | 2022-04-29

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ketua BMI Muhammad Zulkifli ST MM
JALURINFO.COM, Maros-
"Alhamdullillah tanggal 26 April 2022 kemarin semua korban penganiyaan di Bontojalling baik ibu Reski Amalia Putri (Kiki), pa Amiruddin(Udin) dan saudara Ahmad telah menandatangani berita acara pemeriksaan dalam rangka pelaksanaan gelar penetapan tersangka. Proses penandatangan tersebut terpaksa dilakukan di rumah korban karena kondisi korban memang masih dalam keadaan sakit.
Hal ini disampaikan Ketua BMI Muhammad Zulkifli ST MM melalui rilis tertulis yang diterima redaksi Jalurinfo.com Jumat(29/04/2022).sore.
Lanjut Zul menjelaskan, "Terkhusus ibu Kiki yang menderita penyakit GBS (Sindrom Guillain Barre) Atau yg biasa disebut Auto imun. Kondisi beliau saat ini semakin parah karena hampir setiap hari ibu Kiki masih mengeluarkan darah baik lewat hidung atau pun mulut.Peristiwa yang di alami oleh korban ini sungguh menjadi tekanan psikis yang luar biasa, kondisi ini bahkan berdampak kepada ibu korban yang selama ini juga dalam keadaan sakit."
"Jadi janganlah muncul kesan bahwa gelar perkara atas laporan klien kami sengaja di tunda karena harus menunggu perampungan berkas laporan saudara Irfan.:Soal laporan saudara Irfan klien kami pun sangat kooperatif, klien kami sudah berusaha memperlancar proses penyelidikan atas laporan Irfan dengan cara memenuhi panggilan penyidik tetapi terpending karena salah satu saksi jatuh sakit di di depan penyidik bahkan saat itu saksi mengeluarkan cairan dari mulut yang di duga bercampur darah," urai Zul.
Zul menambahkan, Saya pun selaku kordinator lembaga telah mengirimkan bukti bukti kepada pihak penyidik bahwa klien kami memang dalam keadaan sakit sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan di Polres Gowa, bahkan untuk riwayat penyakit ibu Kiki,,saya ingin menyampaikan pesan beliau kepada aparat bahwa jika polres Gowa masih ragu dengan riwayat penyakit beliau maka kami persilahkan pihak aparat untuk membawa ibu Kiki melakukan pemeriksaan di rumah sakit yang di tunjuk oleh pihak kepolisian."
Di bagian akhir Rilis. Zul, mewakili Aliansi Lembaga Pengawal Kasus Penganiayaan di Bontojalling Gowa, menandaskan, "Jika dalam waktu 2 x 24 jam pihak kepolisian tidak melakukan proses gelar penetapan tersangka maka kami mohon maaf jika kami segera melakukan konsolidasi dalam rangka aksi unjuk rasa di polres Gowa dan Polda Sul sel." (M.Said Welikin)
Hal ini disampaikan Ketua BMI Muhammad Zulkifli ST MM melalui rilis tertulis yang diterima redaksi Jalurinfo.com Jumat(29/04/2022).sore.
Baca juga: Sejumlah Warga Kale'komara Takalar Minta Bantuan Anggota Komisi V DPRI Hamka B Kady
Baca juga: Terkuak Ada Mafia Pembebasan Lahan Bendungan Pammukulu Takalar, 29 Nama Pemilik Lahan Hilang? PPK Samuel Bilang Begini
Menurut Zul sapaan karib Muhammad Zulkifli bahwa, "Perlu kami sampaikan bahwa saat ini seluruh korban baik ibu Kiki, pa Udin dan saudara Ahmad masih dalam keadaan sakit dan dalam tekanan psikis yang luar biasa. Sehingga semalam harus segera melakukan pemeriksaan di rumah sakit bahagia."Lanjut Zul menjelaskan, "Terkhusus ibu Kiki yang menderita penyakit GBS (Sindrom Guillain Barre) Atau yg biasa disebut Auto imun. Kondisi beliau saat ini semakin parah karena hampir setiap hari ibu Kiki masih mengeluarkan darah baik lewat hidung atau pun mulut.Peristiwa yang di alami oleh korban ini sungguh menjadi tekanan psikis yang luar biasa, kondisi ini bahkan berdampak kepada ibu korban yang selama ini juga dalam keadaan sakit."
Baca juga: Kasus, SHM "Terbang" Cari Lahan, Gulir di PN Pare- Pare, Saksi; BPN Bukan Lembaga Paranormal
Baca juga: Soal Isu Dikdas Takalar Bagi-Bagi Proyek ke Sejumlah Oknum Wartawan dan LSM, Kadis, Bilang Begini
Lebih lanjut Zul menegaskan, "Menyikapi kondisi ini, kami dari aliansi lembaga (BMI, GMBI, APKAN RI DAN LASKAR PALAPA) mengetuk nurani Kapolres Gowa untuk segera melakukan gelar perkara penetapan tersangka dalam rangka memberi keadilan hukum kepada korban tanpa harus menghubung-hubungkan dengan laporan orang lain,""Jadi janganlah muncul kesan bahwa gelar perkara atas laporan klien kami sengaja di tunda karena harus menunggu perampungan berkas laporan saudara Irfan.:Soal laporan saudara Irfan klien kami pun sangat kooperatif, klien kami sudah berusaha memperlancar proses penyelidikan atas laporan Irfan dengan cara memenuhi panggilan penyidik tetapi terpending karena salah satu saksi jatuh sakit di di depan penyidik bahkan saat itu saksi mengeluarkan cairan dari mulut yang di duga bercampur darah," urai Zul.
Baca juga: LCKI Desak Propam Polda Sulsel Segera Periksa Penyidik yang Tangani LP: B/273 di Polres Takalar
Baca juga: Mafia Pembebasan Lahan Pammukkulu Kaleko"mara Kangkangi Puluhan Hektar Tanah Rakyat? LCKi: Kejati segera Tindak
Zul menambahkan, Saya pun selaku kordinator lembaga telah mengirimkan bukti bukti kepada pihak penyidik bahwa klien kami memang dalam keadaan sakit sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan di Polres Gowa, bahkan untuk riwayat penyakit ibu Kiki,,saya ingin menyampaikan pesan beliau kepada aparat bahwa jika polres Gowa masih ragu dengan riwayat penyakit beliau maka kami persilahkan pihak aparat untuk membawa ibu Kiki melakukan pemeriksaan di rumah sakit yang di tunjuk oleh pihak kepolisian."
Di bagian akhir Rilis. Zul, mewakili Aliansi Lembaga Pengawal Kasus Penganiayaan di Bontojalling Gowa, menandaskan, "Jika dalam waktu 2 x 24 jam pihak kepolisian tidak melakukan proses gelar penetapan tersangka maka kami mohon maaf jika kami segera melakukan konsolidasi dalam rangka aksi unjuk rasa di polres Gowa dan Polda Sul sel." (M.Said Welikin)
TOPIK TERKAIT:
-
Kapolres Takalar Tidak Berani Balas Surat Keberaran? LCKI; Pelanggaran
-
Sabtu Mendatang Polresta Kendari Umumkan Hasil Penyidikan Kasus yang Menjerat Andi Ady Aksar
-
KPK Sita Duit Rp2,823 Miliar dari OTT di Semarang
-
KPK: OTT Pejabat DJKA Terkait Jalur Kereta Api Trans Sulawesi
-
Aparat Penegak Hukum Diharapkan tidak Kriminalisasi Pemerhati Korupsi
-
Skandal Korupsi Mahkamah Agung Terungkap, KPK Periksa Dua Pengusaha Jawa Timur
-
Ketua DPD Gerindra Sultra Andi Ady Aksar Abaikan Panggilan Kedua dari Kepolisian
-
Diskriminasi Jadi Tontonan, 120 KK Terdampak Banjir di Canrego PJ Bupati Takalar Bilang Begini
-
Ketua DPD Gerindra Sultra Terancam di Jemput Paksa
JALURINFO VIDEO NEWS

Petualangan Luar Biasa di Keajaiban Alam Tertinggi: Angel Falls, Venezuela

Pesona Sejarah dan Keindahan Alam: Liburan Santai di Sirmione, Resor Terkenal di Danau Garda

Masjid Al Sahaba: Perpaduan Keindahan Modern di Pusat Sejarah Sharm el-Sheikh

Three Gorges, Keajaiban Pembangkit Listrik Tenaga Air Terbesar di Dunia

Keunikan Beruang Kutub di Arktik, Pesona di Atas Es Tipis



JALURINFO TV NETWORK
BERITA TERKINI:
Sukses Tingkat Provinsi, Algha Saputra Wakili Sulsel pada Kejuaraan O2SN Nasional Cabor Pencak Silat
Viewnum 187
20 jam yang lalu
Pemkab Lutim ikuti Penilaian interviu Evaluasi SPBE Tahun 2023 Secara Virtual
Viewnum 317
20 jam yang lalu
Dilirik Tim Sepak Bola Belanda, Adnan Sambut Baik Peluang Kerjasama dengan SC Cambuur
Viewnum 165
20 jam yang lalu
Kapolres Enrekang Pasang Spanduk Himbauan Antisipasi Rawan Kebakaran Lahan Dan Hutan
Viewnum 319
1 hari yang lalu
TERPOPULER HARI INI

Studi Tiru Ke Kota Bekasi, PKK Gowa Perluas Wawasan 10 Program Pokok PKK
ViewNum 1060 kali

Dekranasda Bulukumba Kembali Ukir Prestasi di Pekan Raya Sulsel 2023
ViewNum 1023 kali

Pengurus ICDT Siapkan 32 Kamera CCTV Untuk Pantau Aktifitas Masjid
ViewNum 1103 kali

Instalasi Farmasi Rumah Sakit I Lagaligo Lutim Miliki Empat Depo Layanan
ViewNum 1826 kali

Mantap, Siswa SMAN 1 Bone Lolos Parlemen Remaja 2023
ViewNum 5439 kali

Santri Al Imam Ashim Kembali Harumkan Sulsel di MTQ Internasional
ViewNum 9076 kali

Wabup Edy Manaf Harap Aksi Perubahan PKA Jadi Program di OPD
ViewNum 1850 kali

DPRD Usul Sekda Enrekang Dr.Baba Masuk Nominasi Penjabat Bupati
ViewNum 1040 kali
