Konvoi Militer Rusia Membentang Hingga 64 Km Untuk Gempur Ukraina

Internasional | 2022-03-01

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Citra satelit menunjukkan pasukan darat Rusia di timur laut Ivankiv menuju ke arah Kiev, Ukraina, 27 Februari 2022. Citra satelit 2022 Maxar Technologies - Handout via REUTERS
Choose Language!

Klik tautan ini untuk kembali ke hal 1

Setiap jalan utama lainnya di barat laut ibukota Ukraina, Kyiv, berakhir di Belarus, yang berbatasan dengan Ukraina utara.

Selama berminggu-minggu sebelum invasi ke Ukraina, Rusia mengumpulkan pasukannya di Belarus.

Ratusan kendaraan militer, pesawat, dan helikopter dipindahkan ke bekas negara Soviet itu untuk dengan dalih latihan bersama.

Namun setelah manuver berakhir, pasukan Rusia tidak pulang.

Faktanya, citra satelit dari Maxar menunjukkan bahwa Rusia terus meningkatkan jumlah kendaraan militer, kekuatan udara, serta persenjataannya di Belarus.

Dari Kota Brest di timur negara itu, hingga Gomel di barat, pasukan Rusia terus bermunculan di pangkalan udara, di kota-kota, dan bahkan di ladang melalui citra satelit dan media sosial.

Gambar satelit bahkan menunjukkan bahwa Rusia membangun jembatan ponton melintasi Sungai Pripyat di zona eksklusi Chernobyl, yang membentang di Ukraina dan Belarus.

Di hari pertama invasi, gambar satelit dari Capella Space menunjukkan Rusia mulai memindahkan lusinan kendaraan militer melintasi jembatan tersebut.

Panjangnya konvoi, menunjukkan jumlah kekuatan militer yang telah dikumpulkan Rusia untuk merebut Kyiv.

Kekuatan militer ini tidak dapat dikumpulkan oleh Rusia tanpa izin dan bantuan dari Belarus.

Seorang pejabat AS mengatakan bahwa Belarusia dapat mengirim pasukan ke Ukraina untuk mendukung invasi Rusia pada Senin (28/2/2022).

Dilansir Independent, Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko merupakan sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin.

Negara bekas Republik Uni Soviet itu juga menjadi salah satu landasan penyerangan ke Ukraina.

"Sangat jelas bahwa Minsk sekarang merupakan perpanjangan dari Kremlin," kata pejabat tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim, kepada The Washington Post pada Minggu (27/2/2022).

Pejabat AS itu menyebut Belarus tengah mempersiapkan pengerahan pasukannya pada Senin.

Sementara itu, Kyiv Independent mengutip beberapa sumber yang mengatakan bahwa pasukan terjun payung Belarusia mungkin akan dikerahkan.

Belarus, sekutu lama Rusia ini berbatasan dengan Ukraina di utara.

Pemerintah otokratisnya pada Minggu memilih untuk meninggalkan status non-nuklirnya.

Ini membuka jalan bagi Rusia untuk berpotensi meluncurkan senjata nuklir di sana.

Lukashenko sempat mengatakan di sebuah tempat pemungutan suara bahwa ia bisa meminta Putin untuk mengembalikan senjata nuklir ke Belarus.

"Jika Anda (Barat) mentransfer senjata nuklir ke Polandia atau Lithuania, ke perbatasan kami, maka saya akan meminta Putin untuk mengembalikan senjata nuklir yang saya berikan tanpa syarat apa pun," kata Lukashenko. (*)

BERITA VIDEO POPULER

BERITA TERKINI:

Andi Utta Buka Sepak Bola Bupati Cup Rilau Ale

Andi Utta Buka Sepak Bola Bupati Cup Rilau Ale

Viewnum 2069
4 hari yang lalu

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020