Tersangka Kasus Nisan Versus Surat Hibah di Jeneponto segera Tersingkap

Hukum & Kriminal | 2022-04-18

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
Choose Language!
JALURINFO.COM, JAKARTA- Kasus surat hibah di Bo'nia desa Bungungloe Kec. Turatea Kab. Jeneponto Propinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), yang melibatkan orang yang telah meninggal selama 87 hari, sebagai pemberi hibah, tinggal menghitung hari, tersingkap siapa saja bakal jadi tersangka.

Sesuai informasi yang berhasil dihimpun media ini dari berbagai pihak menyebutkan bahwa pasca meninggal Tana terjadi perebutan harta antara anak dan cucu. Salah satu anak mendiang Tana yakni Kaharuddin Tompo, secara diam-diam membuat surat hibah di bawah tangan.

Dikabarkan, surat hibah tersebut dibuat dan dijempol mendiang Tana selaku pihak pertama (pemberi hibah). Sementara Kaharuddin Tompo penerima hibah (pihak kedua) Surat hibah tersebut dibuat dan tandatangani para pihak di dusun Sarroanging desa Bungung Loe Kec Turatea Jeneponto pada tanggal 27 Mei 2007

Padahal sesuai fakta lapangan, di batu nisan tertulis Tana binti H Lambeng lahir tahun 1929 wafat Jumat tanggal 02 Maret 2007. Kemudian kematian Tana dipertegas oleh surat keterangan kematian yang dikeluarkan pemerintah setempat, nomor: 066/DBL/II/2020. Surat keterangan kematian tersebut ditandatangani oleh Kepala Desa Bungung Loe Haji Jamaluddin S.Sos dan dua orang saksi masing-masing Haji Tawakkala Rola, Salma Daeng Caya, pada tanggal 18 Februari 2020.

BERITA VIDEO POPULER

BERITA TERKINI:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020