Polres Maros Serukan Cegah Radikalisme di Pesantren

Pendidikan | 2022-10-28

© Disediakan oleh Jalurinfo.com KUNJUNGAN. Sat Binmas Polres Maros, saat melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren An Nur Tompobulu Maros, dalam rangka Operasi Bina Waspada Lipu 2022. (Sukawati)
JALURINFO.COM, MAROS- Polres Maros menyerukan pencegahan paham-paham intoleran dan radikalisme di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren. Paham yang akan melahirkan terorisme yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Hal itu ditegaskan Kaurmintu Binmas Polres Maros, AIPDA Sukmawati, saat menggelar Operasi Bina Waspada Lipu 2022 Covid-19 di Pondok Pesantren An Nur Tompobulu Maros, Jumat (28/10/2022).

Baca juga: Guru BK SMPN 2 Enrekang Diduga Lecehkan Siswi JN Dinilai Lambat Diproses Hukum

Baca juga: SDM Pendidikan Sulsel, PGRI Enrekang Berandil Besar Pakai Metode Lama

 Polres Maros Serukan Cegah Radikalisme di Pesantren

"Kita di sini fokus belajar saja ya Nak. Jangan mau terpengaruh kalau ada yang mengajak paham-paham yang tidak sesuai dengan aturan pesantren dan bangsa ini," ujar Aipda Sukma, sapaannya.
Di hadapan puluhan santri dan santriwati Pondok Pesantren An Nur Tompobulu, Satbinmas Polres Maros, AIPDA Awaluddin, lebih jauh menjelaskan terkait pentingnya mencegah intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

Baca juga: Dugaan Korupsi Dan Soal TPG Dikbud Enrekang Disorot LSM, Kadis Jumurdin Pasang Badan

Baca juga: Bachtiar Adnan Kusuma, Minta Kadisdik Sulsel, Tak Mutasi Guru SMA 17

Dijelaskan, intoleran adalah bentuk sikap tidak mau menerima paham dan pendapat orang lain. Intoleran, hanya menganggap dirinya yang benar.

"Jika intoleran ini mulai muncul maka akan melahirkan sikap radikalisme, dan akhirnya menjadi teroris. Jangan sampai terjadi ya. Kita ini Negara Indonesia, punya dasar negara, yaitu Pancasila. Pancasila dan benteng kita sebagai Islam adalah Alquran mengajarkan kita untuk menerima dan menghargai perbedaan," jelas Aipda Awal.

Baca juga: Mahasiswa Unsa Kuliah Umum di KPPU RI

Baca juga: Prof Akbar Dikukuhkan sebagai Guru Besar ke 493 Universitas Hasanuddin


Aipda Awal, berharap, semua santri dapat hidup berdampingan dan menerima perbedaan satu sama lain. Sebagaimana dalam pesantren para santri berasal dari berbagai daerah yang berbeda suku.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Benteng Gajah, M Zakir, yang cukup dekat dan selalu berinteraksi dengan Ponpes An Nur Tompobulu Maros, mengatakan, Ponpes An Nur salah satu yang dipilih dalam kunjungan Operasi Bina Waspada Lipu 2022 kali ini.

"Ada beberapa pesantren yang dikunjungi. Sudah ada jadwal masing-masing. Pertama di An Nur dulu," terang M Zakir

Dalam kegiatan yang mengangkat tema "Operasi Bina Waspada Lipu 2022-Covid-19 Tahun 2022 Kita Wujudkan Situasi/Kamtibmas yang Aman dan Tertib Bebas Dari Ancaman Terorisme serta Bebas Covid-19" itu, Polres memberikan hadiah bagi santri yang berhasil menjawab kuis dengan benar. (suk)

 Polres Maros Serukan Cegah Radikalisme di Pesantren

BERITA TERKAIT:

BERITA TERKINI:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020