Petani Pertanyakan Harga Jagung Anjlok, Harga Pakan Ternak Stabil

Berita Sul-Sel | 2022-11-21

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
JALURINFO.COM, Takalar- Sahabat Haji Bahar Bani di beberapa wilayah mempertanyakan kenapa harga jagung sering anjlok, sementara harga pakan ternak stabil.

Cerita pilu sering menimpa para petani di Republik ini kala tiba musim panen. Permasalahan yang selalu melilit para petani seakan jadi ritual tahunan bagi para petani.

Baca juga: Rencanakan Pengelolaan Perhutanan Sosial Lebih Terpadu, DLHK Sosialisasikan Perpres 28 Tahun 2023

Baca juga: Budiman Hadiri Rapat Pleno Terbuka Penghitungan Hasil Perolehan Suara dan Penetapan Hasil Pemilu

Mulai dari sering kali kita mendengar dan membaca berita soal terjadi kelangkaan pupuk. Padahal pemerintah sudah terlibat dalam pengaturan harga pupuk yakni melalui mekanisme subsidi. Begitu juga soal distribusi pupuk mulai dari pabrik, agen hingga kelompok tani.
Namun, semua kebijakan pemerintah ini belum mampu mengurangi atau menekan derita yang bakal muncul saat tiba musim panen. Seperti kisah sedih para petani jagung di Kecamatan Mappakasunggu, Marbo dan Sanrobone Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Baca juga: Bupati Andi Utta Boyong Baznas Award 2024

Baca juga: Bupati Pinrang Irwan hamid dan Wakil bupati Pinrang Drs.H.Alimin,M.Si Kembali menghadiri Musrenbang tingkat Kecamatan di 2 Kecamatan berbeda.

Hal ini disampaikan salah seorang tokoh masyarakat yang selalu dekat dan peduli dengan kehidupan para petani yakni Haji Bahar Bani (HBB) kepada sejumlah awak media di desa Paddinging Sanrobone, Takalar Minggu (20/11/2020).

Haji Bani sapaan akrabnya yang saat ini sebagai anggota DPRD Takalar Komisi I dari Partai Hanura dan bergabung dengan Fraksi Keadilan Sejatara itu, mengklaim dirinya sebagai sahabat petani.

Baca juga: Layanan Antar Jemput Dongeng DPK Lutim Libatkan 32 Siswa TK Pembina Malili

Baca juga: Bank Indonesia Paparkan Hasil Kajian Cold Chain Perikanan di Bulukumba


Menurut lelaki berbadan subur ini, sahabat HBB mulai dari Bone, Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, Takalar, Gowa hingga Tanah Luwu.

“Persoalan petani hari ini, terlebih petani jagung adalah tidak adanya kepastian harga. Disinilah seharusnya pemerintah hadir untuk kemudian memastikan harga bagi para petani,” ucapnya.

Lanjut HBB menuturkan, saat ini petani dibiarkan bertarung bebas di pasar, padahal semua pihak tahu persis bahwa petani selalu berada pada posisi lemah.

Lebih lanjut dia mencontohkan bahwa yang paling kongkrit adalah harga eceran jagung di petani pada musim lalu per kilogram harganya Rp3.900, sekarang anjlok jadi Rp2.600.

Jangan lewatkan: Tangkap-Adili Penambang di Mattiro Bulu Pinrang “Perlu diketahui beban produksi pabrik pakan ternak 60% berasal dari jagung, namun harga pakan tidak pernah turun, justru jagung yang harganya anjolok,” tegas HBB.

“Melihat kondisi ini maka sangat nyata bahwa nasip para petani jagung di bawah kendali pabrik pakan ternak. Petani tidak bisa atau belum berdaulat,” tutup HBB.

Terpisah, kelompok tani ‘Paddinging Jaya’ Nurddin Daeng Opa kepada awak media, Minggu (20/11) mengatakan, para petani sering dilanda keraguan alias was-was bila tiba musim panen. Karena tidak ada kepastian soal harga.

“Dengan demikian, maka kami para para petani berada pada posisi sangat lemah,” pungkas Nurddin opa

Sementara itu, seorang ibu yang tak ingin namanya disebutkan di desa Paddinging, dengan bahasa Makassar, Minggu (20/11) mengatakan, ‘Tena mentong kebajikan talasana petania’ (susah sekali kebaikan hidup petani).

‘Petani pasti juja, punna battu bosi lompo’ panra biraleia, siagang battu garina biraleia. Mana Baji biralea, punna hargana naung susah tongi, Kira-kira siapana Pi Baji talasana petaniya’ (petani pasti susah bila hujan besar karena pasti rusak jagung begitu juga bila jagung diterpa penyakit. Biar juga hasil panen jagung bagus akan tetapi, tetap ada keraguan siapa tau harganya turun. Jadi kapan baru petani itu bagus hidupnya). (HSN)

BERITA TERKAIT:

BERITA TERKINI:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020