Mabes Polri Bantah Soal Penemuan Bunker Uang Rp 900 Miliar di Rumah Sambo

Nasional | 2022-08-21

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo (tengah) bersama Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi (kiri) memberikan keterangan pers di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (11/8/2022). Timsus memeriksa Irjen Ferdy Sambo untuk yang pertama kali sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan terhadap Brigadir Norfiansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J) yang dalam keterangannya kepada timsus mengaku marah dan emosi setelah mendapat laporan dari istrinya Putri Candrawathi yang mengaku mengalami tindakan yang melukai martabat keluarga.
JALURINFO.COM, JAKARTA- Mabes Polri membantah kabar tentang temuan bunker uang di rumah tersangka Inspektur Jenderal (Irjen) Ferdy Sambo. Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, juga membantah informasi terkait penyitaan oleh penyidik, atas barang bukti uang setotal Rp 900 miliar yang dikatakan terdapat di dalam bunker rumah tersangka pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat (J) tersebut.

“Informasi soal bunker Rp 900 miliar itu tidak benar,” kata Dedi, dalam siaran pers yang diterima wartawan di Jakarta, Sabtu (20/8).

Baca juga: Tingkatkan Keamanan dan Pengalaman Pelanggan, Operator Telekomunikasi Indonesia Hadirkan Tiga Layanan API GSMA Open Gateway Initiative

Baca juga: Buktikan Kinerja Positif Pascamerger, Indosat Ooredoo Hutchison Raih Dua Penghargaan di Ajang Asian Management Excellence Awards

Kata Dedi, Tim Gabungan Khusus, bersama tim dari Bareskrim Polri, pekan lalu memang melakukan penggeledahan di sejumlah tempat untuk penyidikan kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Penggeledahan tersebut, beberapa di antaranya di lakukan di tiga lokasi, di rumah pribadi Irjen Sambo, dan Putri Candrawathi Sambo, di Saguling Tiga, dan di rumah dinas kompleks Polri, di Duren Tiga 46, serta di satu rumah tinggal di kawasan Jalan Bangka, Jakarta Selatan (Jaksel).
Polisi berjaga saat Komnas HAM meninjau tempat kejadian perkara di rumah dinas mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta. Kedatangan Komnas HAM itu untuk memeriksa tempat kejadian perkara dan menyandingkan dengan data-data serta keterangan yang telah diperoleh Komnas HAM terkait dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Republika/Putra M. Akbar - (Republika/Putra M. Akbar) Dari rentetan penggeledahan tersebut, kata Dedi, tim penyidikan, tentunya mendapatkan sejumlah temuan. Pun melakukan penyitaan barang-barang, yang dapat menjadi bukti terkait dengan kasus pembunuhan Brigadir J.

Baca juga: Evaluasi Triwulan I Kinerja Pj. Bupati Enrekang Dr H.Baba,SE.MM Mulai Dinilai Irjen Kemendagri

Baca juga: Wujudkan Pemilu Damai, Kaops NCS Polri Kunjungi Tiga Tokoh Lintas Agama

Akan tetapi, kata Dedi memastikan, dari penggeledahan, dan penyitaan yang dilakukan tim penyidik, tak ada menemukan bunker, atau ruang apapun bentuknya, yang berisikan uang Rp 900 miliar. “Tidak ada ditemukan bunker berisikan uang Rp 900 miliar,“ ucap dia.

Penyidikan kasus pembunuhan Brigadir J, sementara ini sudah menetapkan lima orang tersangka. Baru-baru ini, Jumat (19/8), tim penyidik menetapkan Putri Candrawathi Sambo sebagai tersangka.

Baca juga: Ini Pesan Ketua UMUM, Wilianto Tanta Kepada Anggota PSMTI Jelang Pileg dan Pilpres

Baca juga: Indosat Ooredoo Hutchison Layani Puncak Lonjakan Trafik Data 8,9% di Momen Tahun Baru 2024


Pada Selasa (9/8), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengumumkan penetapan Irjen Sambo, sebagai tersangka. Dalam pengumuman tersebut, Jenderal Sigit, juga mengumumkan pembantu rumah tangga (ART) mantan Kadiv Propam itu, yakni Kuwat Maaruf (KM) sebagai tersangka.

Sebelumnya, pada Ahad (7/8), tim Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Andi Rian Djajadi, mengumumkan Bripka Ricky Rizal (RR) sebagai tersangka. Pada Rabu (3/8), Brigjen Andi Rian, mengumumkan Bharada Richard Eliezer (RE), sebagai tersangka pertama, dalam pembunuhan yang terjadi di rumah dinas Irjen Sambo, di kompleks Polri, Duren Tiga 46, Jaksel, Jumat (8/7). Kecuali tersangka Putri Sambo, empat tersangka lainnya, sudah dalam penahanan terpisah di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, dan di Rutan Bareskrim Polri.

Kepala Bareskrim Polri, Komisaris Jenderal (Komjen) Agus Andrianto menerangkan, para tersangka dijerat dengan sangkaan pembunuhan berencana, subsider pembunuhan, juncto bersama-sama melakukan pembunuhan, dan perbantuan untuk melakukan kejahatan penghilangan nyawa orang lain. Pasal 340 KUH Pidana, subsider Pasal 338 KUH Pidana, juncto Pasal 55, dan Pasal 56 KUH Pidana. “Ancamannya, maksimal hukuman mati, atau penjara seumur hidup, atau minimal 20 tahun penjara,” katanya.

BERITA TERKAIT:

BERITA TERKINI:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020