Janji AKP Fitrayadi di Awal Ramadan, Siap Dicopot dan Dilaporkan ke Kapolda Sultra

Sosial | 2023-03-24

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Kasatreskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi
JALURINFO.COM, KENDARI- Ratusan Mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan Mapolresta Kendari, Jumat 24 Maret 2023.

Dalam orasinya Massa Aksi menganggap Kasatreskrim AKP Fitrayadi telah melakukan pembiaran dan mengulur- ulur waktu dalam menangani kasus penggelapan dalam jabatan yang dilakukan Andi Ady Aksar saat menjabat sebagai Direktur di PT Kabaena Kromit Pratama di Konawe Utara.

Baca juga: Gelar Raker DPD GMNI Jatim Dorong Penguatan Organisasi Via Digitalisasi

Baca juga: PT WP Salur Sejumlah Bantuan Kepada Beberapa Desa Lingkar Tambang di Obi.

Sekitar pukul 10.15 WITA, Kordinator Lapangan Wahyu Saputra berorasi menuntut penyidik Satreskrim Polresta Kendari segera memberikan kepastian hukum kepada Andi Ady Aksar.
Massa aksi menilai Andi Ady Aksar adalah Pimpinan partai yang kebal hukum, sehingga Polresta Kendari tidak bernyali untuk melakukan upaya pemanggilan paksa kepada Andi Ady Aksar, setelah sebelumnya penyidik Satreskrim Polresta Kendari telah melayangkan panggilan kedua untuk Andi Ady Aksar.

Baca juga: Jelang Idul Fitri, PT WP Salur Sejumlah Bantuan Ke Warga Lingkar Tambang di Obi. 100 Juta Untuk Masjid

Baca juga: Selain Minta Copot Kadis Disperindag, Pedagang Pasar Sentral Enrekang Desak Oknum DPRD Tak Menguasai Kios Pedagang

Dalam orasinya, massa aksi mendesak Polresta Kendari untuk segera mengeluarkan ultimatum dan meminta penyidik Satreskrim Polresta Kendari memberi ancaman upaya paksa kepada Andi Ady Aksar karena ketua DPD Gerindra Sultra itu tidak Kooperatif untuk memenuhi panggilan kepolisian.

"Itikad baik dari Kepolisian tidak direspon baik oleh Andi Ady Aksar. Kami meminta secara tegas kepada Andi Ady Aksar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ucap Wahyu.

Baca juga: Pj Bupati Bombana Burhanudin Viral Karena Istri Pamer Harta

Baca juga: Laka Lantas Jadi Curhatan Warga Desa Larobende Di Jumat Curhat Polres Konawe Utara


Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polresta Kendari AKL Fitrayadi mengatakan pada tanggal 30 November 2022 ada laporan tentang penggelapan jabatan yang dilakukan oleh Ketua DPD Gerindra Sultra Andi Ady Aksar terhadap dana perusahaan PT KKP.

"Kemudian kami lakukan penyelidikan, di bulan Februari kita naikkan kepenyidikan, sejumlah saksi diperiksa termasuk pelapor, Ahli dan Andi Ady Aksar,"

Namun penyidik kembali melakukan Pemanggilan kepada terlapor sebagai saksi, dan terlapor tidak hadir, begitupun dengan panggilan berikutnya terlapor lagi-lagi tidak hadir.

"Tenang saja saudaraku, dan itu akan kami lakukan (jemput paksa), proses ini tidak dihentikan, berjalan. Dan ini saya sampaikan tidak penghentian. Tenang saja dalam waktu dekat pasti akan ada perkembangan," terang AKP Fitrayadi.

AKP Fitrayadi menginginkan kasus tersebut cepat selesai dan tidak menimbulkan masalah. Apalagi tahun depan sudah memasuki Tahun Politik.

"Ini tanggal 24 Maret, 31 Maret kasus ini tidak selesai, copot AKP Fitrayadi, lapor sama Kapolda," tegas AKP Fitrayadi.

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPD Partai Gerindra Sultra, Andi Ady Aksar, mengabaikan dua panggilan resmi dari penyidik Polresta Kendari, terkait kasus dugaan penggelapan dana perusahan PT Kabaena Kromit Pratama (KKP) di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi, memastikan Andi Ady Aksar tidak hadir pada pemanggilan pertama dan kedua. Andi Ady Aksar, diduga menggelapkan puluhan miliar rupiah dari perusahaan PT KKP.

Enam saksi telah diperiksa terkait kasus dugaan penggelapan yang melibatkan Andi Ady Aksar.

Saksi-saksi tersebut antara lain Arnita Nila Hapsari, Komisaris PT KKP dan pelapor, Andi Ardiansyah, Direktur PT KKP, Harley Susanto, Kuasa Hukum PT KKP, Darmawangsyah, Manajer Operasional Bank Mandiri, dan Andi Ady Aksar. (Red)





BERITA TERKAIT:

BERITA TERKINI:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020