Hendak Maju Pilpres AS Lagi, Donald Trump Didakwa Pemalsuan Dokumen Keuangan

Internasional | 2023-03-31

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Donald Trump mantan Presiden AS dan kandidat calon presiden dari partai republik AS
JALURINFO.COM, WASHINGTON- Dakwaan terhadap mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam kasus pemalsuan dokumen keuangan Organisasi Trump telah diumumkan oleh dewan juri di New York. Menurut The New York Times, tuduhan resmi terhadap Trump akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang. Namun, jenis tuduhan yang diajukan belum dilaporkan.

Trump diperkirakan akan diminta untuk secara sukarela menyerahkan diri kepada pihak berwenang dan menjadi pemimpin Amerika Serikat saat ini atau mantan pertama yang menghadapi tuntutan pidana. CNN melaporkan bahwa mantan presiden AS itu bisa diadili minggu depan.

Baca juga: Update Terkini Perang Ukraina-Rusia

Baca juga: Zelensky Klaim Rusia Bisa Dikontrol Lewat Hukum Internasional

Situasi di dekat pengadilan Distrik Selatan New York tenang, tanpa tindakan pendukung atau penentang mantan kepala negara di dekatnya. Namun, NYPD akan bersiaga tinggi, mengutip sumber-sumber di departemen kepolisian kota, kata CNN.
Kantor Kejaksaan New York telah menghubungi pengacara Trump untuk mengatur agar dia hadir di kantor Kejaksaan Negeri di Manhattan. Pengacara Trump akan menerima panduan ketika tanggal dakwaan ditetapkan, kata departemen itu.

Baca juga: Isi Pertemuan Putin dan MBS: Negara-Negara OPEC Diajak Pangkas Produksi Minyak

Baca juga: VIDEO: Tiba di Riyadh, Putin Disambut Hangat Putra Mahkota Arab Saudi, Negosiasi untuk Memperkuat Hubungan Bilateral

Menanggapi dakwaan tersebut, Trump menyebut keputusan itu penganiayaan politik dan campur tangan pemilu. Dia juga menyebut keputusan dewan juri sebagai serangan sayap kiri terhadap Amerika Serikat, yang telah menjadi "negara dunia ketiga".

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kevin McCarthy menuntut Jaksa Wilayah New York Alvin Bragg yang kantornya melakukan penyelidikan, karena dia menyebut tuduhan terhadap campur tangan pemilihan Trump.

Baca juga: VIDEO: Berkunjung ke Uni Emirat Arab dan Saudi Arabia, Penerbangan Putin Dikawal Empat Pesawat Tempur Canggih S-35S Rusia

Baca juga: Amerika Habiskan $77 Miliar, Serangan Balasan yang Gagal Membuat Negara-negara NATO Semakin Bimbang Bantu Ukraina


Sementara itu, reaksi politisi AS terhadap dakwaan terhadap Trump juga muncul. Senator Bernie Sanders dari Partai Demokrat mengatakan bahwa "tidak ada satu pun di atas hukum, bahkan seorang mantan presiden." Senator Marco Rubio dari Partai Republik, sementara itu, mengatakan bahwa "tidak ada yang dikecualikan dari tanggung jawab hukum, tidak peduli siapa Anda."

Beberapa pengamat politik mengatakan bahwa dakwaan ini bisa menjadi ujian bagi Partai Republik, terutama bagi anggota partai yang masih mendukung Trump dan mencoba untuk melindungi dirinya dari tuduhan-tuduhan sebelumnya.

Organisasi Trump sendiri juga telah menghadapi banyak masalah hukum dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2020, pengadilan New York mengatakan bahwa Organisasi Trump harus memberikan catatan keuangan ke Komite Kepala Dewan Perwakilan Rakyat sebagai bagian dari penyelidikan mereka tentang hubungan bisnis Trump dengan Rusia.

Dengan dakwaan terhadap Trump yang segera diumumkan, situasi politik Amerika Serikat dapat semakin memanas. Namun, satu hal yang pasti, bahwa kasus ini akan menjadi sorotan dunia dan menjadi topik yang dibicarakan di seluruh Amerika Serikat

BERITA TERKAIT:

BERITA TERKINI:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020