Buntut Sanksi Barat dan Eropa, Rusia Tidak Terima Pembayaran Migas Pakai Dollar AS dan Euro

Internasional | 2022-04-13

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Konvoi kendaraan lapis baja Rusia di Krimea (Foto: AP)
Choose Language!
JALURINFO.COM, JAKARTA- Menteri Energi Rusia Nikolai Shulginov mengatakan kepada surat kabar Izvestia bahwa Moskow siap untuk menjual minyak dan produk minyak ke "negara-negara bersahabat dalam kisaran harga berapa pun", kata kantor berita Interfax, Selasa (12/4/2022).

Shulginov mengatakan harga minyak mentah dalam kisaran 80 dolar AS hingga 150 dolar AS per barel pada prinsipnya mungkin, tetapi mengatakan Moskow lebih fokus untuk memastikan industri minyak terus berfungsi, kata Interfax.

Sebelumnya, pada awal Maret lalu Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadap sektor minyak dan gas (migas) Rusia. Presiden AS Joe Biden mengumumkan bahwa negaranya melarang semua impor minyak, gas alam, dan energi dari Rusia. Biden menggambarkan langkah itu sebagai upaya 'menargetkan arteri utama ekonomi Rusia'.

Pengumuman itu berdampak pada terguncangnya harga minyak dunia yang sudah cukup tinggi bahkan sebelum jatuhnya sanksi dari AS. Sebelum rencana itu diumumkan, harga minyak mentah Brent menyentuh harga 139,12 dolar AS per barel, sedikit lagi mendekati harga tertingginya pada 2008. Sementara, West Texas Intermediate ditutup di harga 130,50 dolar AS.

BERITA VIDEO POPULER

BERITA TERKINI:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020