

AAS Puji Andi Sumangerukka Berjasa Bangun Jalan Penghubung di Bombana
Nasional | 2022-08-23

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Andi Amran Sulaiman tengah, diapit Andi Sumangerukka, Asrun Lio, Wawali Kendari Siska Karina Imran dan Andi Akhmar (paling kiri).
JALURINFO.COM, KENDARI-
Ketua Umum PP IKA UNHAS Dr Ir Andi Amran Sulaiman, MP menyatakan bahwa Mayjen TNI (purn) Andi Sumangeruka berjasa membangun jalan penghubung sepanjang 40 km di Bombana yang membuat roda perekonomian masyarakat pedesaan meningkat.
Menurut AAS belakangan ini perindustrian Indonesia banyak berkembang di pedesaan karena kebijakan pemerintah yang mengarah ke desa. Salah satunya industri gula yaitu beridirinya Pabrik gula PT Prima Alam Gemilang (PAG) yang sejak 15 tahun silam ia impikan.
Keberadaan Pabrik gula PT Prima Alam Gemilang di Bombana memberikan dampak positif karena mengakibatkan terjadinya perubahan, khususnya dalam aspek perekonomian masyarakat.
Menteri Pertanian RI Kabinet Kerja 2014 – 2019 mengungkapkan hal tersebut di depan tujuh-ribuan peserta Jalan Santai Merdeka Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA UNHAS) Provinsi Sulawesi Tenggara di pelataran MTQ Square Kendari, Minggu 21 Agustus 2022.
‘’Ini adalah mimpi kami sejak 15 tahun lalu untuk membangun pabrik gula dari daerah untuk negeri,’’ kata Ketua IKA UNHAS yang disambut tepuk tangan meriah.
AAS pun berjanji kepada masyarakat bahwa tidak akan pernah ada goncangan harga gula di Sulawesi Tenggara. Seluruh tenaga kerja di Pabrik Gula tersebut adalah 100 persen putra putri terbaik Sultra.
Menurut AAS, hadirnya pabrik gula di bombana tidak lepas dari jasa besar Mayjen TNI (Purn) H Andi Sumangerukka yang pada waktu itu masih menjabat sebagai Pangdam XIV Hasanuddin.
Pria kelahiran Kabupaten Bone, 27 April 1968 itu menegaskan bahwa Pangdam XIV Hasanuddin kala dijabat Mayjen TNI Andi Sumangerukka telah membuka akses jalan penghubung sepanjang 40 km di Kabupaten Bombana menuju perkebunan dan pabrik.
“Pak Jenderal Andi Sumangerukka sangat berjasa waktu dia Pangdam Hasanuddin. Beliau membuka jalan sepanjang 40 KM di Bombana, inilah bentuk kolaborasi putra-putri terbaik bangsa,” katanya.
Saat ditanya tentang tenaga kerja dari luar yang sekarang ini ada di Sultra, terutama yang bekerja di sektor pertambangan, AAS menyatakan tidak perlu diributkan.
‘’Pilih mana, datang ke rumah tetangga atau sepupu yang selalu ribut dan tidak menghasilkan, atau mendatangi atau tinggal di rumah yang penghuninya damai, tidak ribut?’’ tanya AAS kepada wartawan yang mewawancarainya.
Wartawan pun mengiyakan untuk datang ke tempat yang damai dan menghasilkan. ‘’Berarti itulah jawabannya,’’ ungkap AAS, ketika dicegat wartawan usai Talkshow Sultra Lumbung Nasional, Sultra Lumbung Dunia, di Claro pada harinyang sama.
KOMITMEN ASR di BUMI ANOA
Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media, ASR sapaan akrab Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka mengatakan bahwa apa yang dilakukannya itu merupakan komitmennya merealisasikan janji bhaktinya di Bumi Anoa Provinsi Sulawesi Tenggara.
Pembangunan akses jalan dilakukan melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 pada tahun 2019, sehingga dapat memberikan kontribusi positif kepada pemerintah daerah (pemda) dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di Bombana.
“ Iya Program TMMD kemarin, itu merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan komponen bangsa lainnya yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan di pedesaan, khususnya daerah tertinggal, terisolasi, perbatasan dan daerah kumuh perkotaan,” katanya.
Sekadar diketahui, Pabrik gula milik PT Prima Alam Gemilang (PAG) yang berlokasi di Desa Watuwatu, Lantari Jaya itu diresmikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo, Kamis (22/10/2020).
Kapasitas pengolahan tebu pabrik tersebut sebanyak 8.000 TCD (ton cane per day) dan bisa ditingkatkan hingga 12 ribu TCD. Dengan kapasitas tersebut, pabrik mampu memproduksi gula kristal putih sebanyak 800 hingga 1.200 ton per hari.
Presiden RI, Jokowi menyebut bahwa investasi untuk membuka kebun tebu dan pabrik gula terintegrasi tersebut merupakan sebuah keberanian yang patut diapresiasi. Pabrik dengan kapasitas produksi yang tergolong besar di Indonesia tersebut dioperasikan oleh PT Prima Alam Gemilang dengan teknologi modern yang didukung otomatisasi.
Selain keberanian tersebut, satu hal yang perlu digarisbawahi ialah bahwa investasi tersebut nyatanya mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Dalam operasinya, kebun dan pabrik itu dapat menyerap maksimal 15 ribu tenaga kerja.
Menurut presiden pendirian pabrik gula di Bombana patut kita hargai karena nanti mengurangi impor. Artinya bisa memperbanyak devisa negara dan memperkuat neraca transaksi berjalan kita.
”Saya tanya masih minat investasi katanya tadi masih. Ini jangan halangi, saya harap tiga tahun lagi saya datang resmikan pabrik berikutnya dengan garapan lebih luas lagi,” kata Presiden saat itu. (royes)
Menurut AAS belakangan ini perindustrian Indonesia banyak berkembang di pedesaan karena kebijakan pemerintah yang mengarah ke desa. Salah satunya industri gula yaitu beridirinya Pabrik gula PT Prima Alam Gemilang (PAG) yang sejak 15 tahun silam ia impikan.
Baca juga: Willem Wandik Nilai Pentingnya Infrastruktur Perhubungan di Papua
Baca juga: Ajukan Permohonan Pengujian Formil, Ini Alasan Gugatan Denny Indrayana dan Zainal Arifin Mochtar
PT Prima Alam Gemilang merupakan anak perusahaan PT Jhonlin Batu Mandiri (Jhonlin Group) di Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.Keberadaan Pabrik gula PT Prima Alam Gemilang di Bombana memberikan dampak positif karena mengakibatkan terjadinya perubahan, khususnya dalam aspek perekonomian masyarakat.
Baca juga: KoReAn DKI Jakartan dan Banten Deklarasi Gerakan Saksi AMIN Tak Mau Dibayar
Baca juga: Guru Besar Hukum Konstitusi Unhas Prof. Dr. Achmad Ruslan, SH.,MH: MK Tidak Berwenang Menambah Kalimat karena Bukan Pembuat UU
Keberadaan Pabrik Gula Wumbubangka ini memberi peluang terciptanya lapangan pekerjaan berbagai sektor di Sulawesi Tenggara maupun daerah lain.Menteri Pertanian RI Kabinet Kerja 2014 – 2019 mengungkapkan hal tersebut di depan tujuh-ribuan peserta Jalan Santai Merdeka Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA UNHAS) Provinsi Sulawesi Tenggara di pelataran MTQ Square Kendari, Minggu 21 Agustus 2022.
Baca juga: ASR, Pencinta Balap Motor dan Cagub Sultra Saksikan MotoGP Mandalika 2023
Baca juga: Kenapa Prabowo Pilih Gibran? Ini Penjelasan Ketua Harian Partai Gerindra Dasco
‘’Ini adalah mimpi kami sejak 15 tahun lalu untuk membangun pabrik gula dari daerah untuk negeri,’’ kata Ketua IKA UNHAS yang disambut tepuk tangan meriah.
AAS pun berjanji kepada masyarakat bahwa tidak akan pernah ada goncangan harga gula di Sulawesi Tenggara. Seluruh tenaga kerja di Pabrik Gula tersebut adalah 100 persen putra putri terbaik Sultra.
Menurut AAS, hadirnya pabrik gula di bombana tidak lepas dari jasa besar Mayjen TNI (Purn) H Andi Sumangerukka yang pada waktu itu masih menjabat sebagai Pangdam XIV Hasanuddin.
Pria kelahiran Kabupaten Bone, 27 April 1968 itu menegaskan bahwa Pangdam XIV Hasanuddin kala dijabat Mayjen TNI Andi Sumangerukka telah membuka akses jalan penghubung sepanjang 40 km di Kabupaten Bombana menuju perkebunan dan pabrik.
“Pak Jenderal Andi Sumangerukka sangat berjasa waktu dia Pangdam Hasanuddin. Beliau membuka jalan sepanjang 40 KM di Bombana, inilah bentuk kolaborasi putra-putri terbaik bangsa,” katanya.
Saat ditanya tentang tenaga kerja dari luar yang sekarang ini ada di Sultra, terutama yang bekerja di sektor pertambangan, AAS menyatakan tidak perlu diributkan.
‘’Pilih mana, datang ke rumah tetangga atau sepupu yang selalu ribut dan tidak menghasilkan, atau mendatangi atau tinggal di rumah yang penghuninya damai, tidak ribut?’’ tanya AAS kepada wartawan yang mewawancarainya.
Wartawan pun mengiyakan untuk datang ke tempat yang damai dan menghasilkan. ‘’Berarti itulah jawabannya,’’ ungkap AAS, ketika dicegat wartawan usai Talkshow Sultra Lumbung Nasional, Sultra Lumbung Dunia, di Claro pada harinyang sama.
KOMITMEN ASR di BUMI ANOA
Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media, ASR sapaan akrab Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka mengatakan bahwa apa yang dilakukannya itu merupakan komitmennya merealisasikan janji bhaktinya di Bumi Anoa Provinsi Sulawesi Tenggara.
Pembangunan akses jalan dilakukan melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 pada tahun 2019, sehingga dapat memberikan kontribusi positif kepada pemerintah daerah (pemda) dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di Bombana.
“ Iya Program TMMD kemarin, itu merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan komponen bangsa lainnya yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan di pedesaan, khususnya daerah tertinggal, terisolasi, perbatasan dan daerah kumuh perkotaan,” katanya.
Sekadar diketahui, Pabrik gula milik PT Prima Alam Gemilang (PAG) yang berlokasi di Desa Watuwatu, Lantari Jaya itu diresmikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo, Kamis (22/10/2020).
Kapasitas pengolahan tebu pabrik tersebut sebanyak 8.000 TCD (ton cane per day) dan bisa ditingkatkan hingga 12 ribu TCD. Dengan kapasitas tersebut, pabrik mampu memproduksi gula kristal putih sebanyak 800 hingga 1.200 ton per hari.
Presiden RI, Jokowi menyebut bahwa investasi untuk membuka kebun tebu dan pabrik gula terintegrasi tersebut merupakan sebuah keberanian yang patut diapresiasi. Pabrik dengan kapasitas produksi yang tergolong besar di Indonesia tersebut dioperasikan oleh PT Prima Alam Gemilang dengan teknologi modern yang didukung otomatisasi.
Selain keberanian tersebut, satu hal yang perlu digarisbawahi ialah bahwa investasi tersebut nyatanya mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Dalam operasinya, kebun dan pabrik itu dapat menyerap maksimal 15 ribu tenaga kerja.
Menurut presiden pendirian pabrik gula di Bombana patut kita hargai karena nanti mengurangi impor. Artinya bisa memperbanyak devisa negara dan memperkuat neraca transaksi berjalan kita.
”Saya tanya masih minat investasi katanya tadi masih. Ini jangan halangi, saya harap tiga tahun lagi saya datang resmikan pabrik berikutnya dengan garapan lebih luas lagi,” kata Presiden saat itu. (royes)

Mayjen (purn) Andi Sumangerukka, mantan Pangdam XIV Hasanuddin dan kini Ketua Kerukunan Keluarga Sulsel di Sultra
BERITA TERKAIT:
-
Ini Jadwal Anies-Cak Imin Daftar jadi Bakal Capres-Cawapres ke KPU
-
Tanggapan Golkar dan PAN soal Gibran Jadi Cawapres Prabowo
-
Ketua MK Anwar Usman Sebut Putusan Batas Usia Capres-Cawapres sudah Difinalisasi
-
Demokrat: Peluang Gibran Cawapres Prabowo Tergantung Putusan MK
-
Terbaru Terjawab Sudah Siapa Cawapres Anies Baswedan di Pilpres 2024? Begini Pernyataan Yenny Wahid
-
PKB: Kalau PAN dan Golkar Tak Akan Menangkan Prabowo di Pilpres 2024
-
Polisi Mulai Proses Pernyataan Rocky Gerung yang Diduga Menghina Presiden Jokowi
-
Hasil Survei Terbaru: Target PDIP Mencetak Hattrick Terancam Gagal
-
Respons Anies Baswedan Soal Nasdem Minta Bacawapres Jangan dari Pimpinan Parpol


BERITA TERKINI:
Tersingkir, Yakob Sayuri Minta Maaf
Viewnum 187
Lagi, Praveen/Melati Terhenti
Viewnum 200
Adek Kelas Messi Siap Raih Posisi Ketiga
Viewnum 389
TERPOPULER HARI INI

Hasil Lengkap Piala Dunia U-17 2023
ViewNum 1134 kali

Capaian Kinerja RPJMD Enrekang 2018-2023 Raih Predikat BAIK
ViewNum 2477 kali

50 Pelaku Usaha Konstruksi Dan ASN Ikut Bimtek Uji Sertifikasi
ViewNum 1555 kali

Sensm Massal HKN Ke 59 Enrekang, Lomba Tumpeng Bergizi Dan Bagi Hadiah
ViewNum 1169 kali

Memprihatinkan, Kondisi Fisik Bangunan Masjid Al- Markas Maros
ViewNum 1257 kali

Bupati Budiman Lantik Pengurus Pusat IPMA Lutim 2023-2025
ViewNum 1067 kali
