Yamaha Mempersiapkan Inovasi Terbaru, Kawasaki Patut Waspada

Teknologi | 2020-06-14

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi Yamaha versus Kawasaki
JAKARTA, JALURINFO.COM,- Pemasangan turbo diyakini mampu mendongkrak tenaga mesin. Tidak cuma itu, manfaat lainnya membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien dan emisi yang dihasilkan lebih baik.

Tak hanya roda empat, pabrikan motor mulai mengadopsi konsep sama. Salah satunya Yamaha yang makin serius mempersiapkan sistem induksi paksa.

Konsep besarnya mirip dengan yang mereka lakukan puluhan tahun silam ke XJ650. Tapi tentu kali ini interpretasinya berbeda. Turbo ditugaskan memacu mesin injeksi serta serangkai teknologi modern. Yang pastinya dapat mengekstraksi daya lebih sempurna.

Baca juga: Hubungkan Indonesia-Australia-AS, Indosat Bangun Kabel Bawah Laut 18.000 Km

Paten terkait sempat beredar di 2017. Tertera bahwa ia memakai wastegate tipe internal. Sementara terdapat dua gambaran mengenai tata letak turbin: Satu di dalam knalpot, satu lagi diposisikan konvensional dekat manifold.

Tampaknya opsi kedua kini mantap dipilih Yamaha. Mengingat menjadi konfigurasi paling umum, serta tak memakan banyak biaya dalam riset dan pengemasannya. Lantas untuk mengakomodir udara panas, mereka pun diduga bakal memasang intercooler.

Rangkaian ini tentu cukup mengancam eksistensi Kawasaki H2 series (Ninja dan Z). Sebab jajaran 1.000 cc kemungkinan besar dijejali turbo lebih dulu. Yap, agenda mereka bukan cuma mendongkrak power, reduksi emisi turut menjadi fokus. Karena itulah motor terbesar yang paling masuk akal dijadikan proyek percontohan.

Memang konsepnya berbeda. Geng Hijau mengandalkan supercharger (memutar turbin dari tenaga mesin), sementara turbocharger bergantung dari pembuangan. Milik Kawasaki pastinya lebih instan merespons tenaga. Di saat turbo membutuhkan jeda waktu untuk spooling – tapi kerja mesin efisien. Semoga saja Yamaha dapat mengatasi lag dengan baik.




BERITA TERKAIT

NASA Jabarkan Perkembangan Stasiun Luar Angkasa Internasional
Begini Cara Tambah Alamat di Google Maps Lewat PC dan HP
Kiamat Sudah Dekat! Elon Musk Bangun Bahtera Nabi Nuh
Kisah Pria Lamongan Rakit Pesawat Sendiri, Belajar dari Alaska
Jokowi Optimistis Indonesia Bisa Jadi Raksasa Digital Setelah Cina-India
3 Minggu Lagi, WhatsApp Tak Bisa Dipakai Lagi di Handphone Ini
Facebook Down, Mark Zuckerberg Rugi Hampir Rp 100 Triliun
Pengguna Signal dan Telegram Melonjak Usai WhatsApp Down
WhatsApp, Instagram, dan Facebook Tumbang, Ini Kata Mark Zuckerberg
Daftar Wilayah yang Diselimuti Sinyal 5G di Indonesia

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Yamaha Mempersiapkan Inovasi Terbaru, Kawasaki Patut Waspada

Teknologi | 2020-06-14

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi Yamaha versus Kawasaki
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JAKARTA, JALURINFO.COM,- Pemasangan turbo diyakini mampu mendongkrak tenaga mesin. Tidak cuma itu, manfaat lainnya membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien dan emisi yang dihasilkan lebih baik.

Tak hanya roda empat, pabrikan motor mulai mengadopsi konsep sama. Salah satunya Yamaha yang makin serius mempersiapkan sistem induksi paksa.

Konsep besarnya mirip dengan yang mereka lakukan puluhan tahun silam ke XJ650. Tapi tentu kali ini interpretasinya berbeda. Turbo ditugaskan memacu mesin injeksi serta serangkai teknologi modern. Yang pastinya dapat mengekstraksi daya lebih sempurna.

Baca juga: Hubungkan Indonesia-Australia-AS, Indosat Bangun Kabel Bawah Laut 18.000 Km

Paten terkait sempat beredar di 2017. Tertera bahwa ia memakai wastegate tipe internal. Sementara terdapat dua gambaran mengenai tata letak turbin: Satu di dalam knalpot, satu lagi diposisikan konvensional dekat manifold.

Tampaknya opsi kedua kini mantap dipilih Yamaha. Mengingat menjadi konfigurasi paling umum, serta tak memakan banyak biaya dalam riset dan pengemasannya. Lantas untuk mengakomodir udara panas, mereka pun diduga bakal memasang intercooler.

Rangkaian ini tentu cukup mengancam eksistensi Kawasaki H2 series (Ninja dan Z). Sebab jajaran 1.000 cc kemungkinan besar dijejali turbo lebih dulu. Yap, agenda mereka bukan cuma mendongkrak power, reduksi emisi turut menjadi fokus. Karena itulah motor terbesar yang paling masuk akal dijadikan proyek percontohan.

Memang konsepnya berbeda. Geng Hijau mengandalkan supercharger (memutar turbin dari tenaga mesin), sementara turbocharger bergantung dari pembuangan. Milik Kawasaki pastinya lebih instan merespons tenaga. Di saat turbo membutuhkan jeda waktu untuk spooling – tapi kerja mesin efisien. Semoga saja Yamaha dapat mengatasi lag dengan baik.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020