VDNI Jamin 500 TKA Punya Soft Skil

Ekonomi | 2020-07-01

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Tenaga Kerja Asing (TKA) yang didatangkan PT PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI)
KONAWE,JALURINFO,- 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang didatangkan PT PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) di bumi Konawe adalah pekerja yang punya soft skil atau punya keterampilan khusus. Tujuannya yakni mempercepat alih teknologi guna mempercepat pembangunan smelter pabrik pengolahan dan pemurnian bijih tambang.

Apalagi, kata Indrayanto External Affairs Manager, VDNI merupakan perusahaan tambang Tiongkok yang menjadi pemain terbesar dalam industri nikel di Indonesia.

Baca juga: Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

Sejak 2019, ujarnya, VDNI punya ambisi besar. Kedatangan 500 pekerja China akan terlibat dalam proses instalasi tungku smelter. Setelahnya, lanjut Indrayanto, giliran tenaga kerja lokal asli Sulawesi yang akan dikirim ke Tiongkok untuk mendapat pelatihan.

“Kami juga akan mengirim tenaga kerja lokal untuk belajar ke Tiongkok,” kata Indrayanto.

Tahun 2018-2019, terangnya, VDNI sudah mengirim tenaga kerja lokal sebanyak 125 orang. Dan selama satu tahun tersebut, tenaga kerja lokal belajar hingga kini sudah jadi teknisi senior.

“Yang akan dikirim berikutnya adalah yang junior. Jumlahnya akan ditentukan nanti setelah pemasangan smelter,”paparnya.




BERITA TERKAIT

Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng
Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto
Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T
Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang
IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung
VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri
Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya
Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara
Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030
Respon Jubir Erick Thohir Soal Garuda Bakal Diganti Pelita Air

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  4. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  5. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  6. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  7. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  8. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  9. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

  10. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

VDNI Jamin 500 TKA Punya Soft Skil

Ekonomi | 2020-07-01

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Tenaga Kerja Asing (TKA) yang didatangkan PT PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI)
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

KONAWE,JALURINFO,- 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang didatangkan PT PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) di bumi Konawe adalah pekerja yang punya soft skil atau punya keterampilan khusus. Tujuannya yakni mempercepat alih teknologi guna mempercepat pembangunan smelter pabrik pengolahan dan pemurnian bijih tambang.

Apalagi, kata Indrayanto External Affairs Manager, VDNI merupakan perusahaan tambang Tiongkok yang menjadi pemain terbesar dalam industri nikel di Indonesia.

Baca juga: Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

Sejak 2019, ujarnya, VDNI punya ambisi besar. Kedatangan 500 pekerja China akan terlibat dalam proses instalasi tungku smelter. Setelahnya, lanjut Indrayanto, giliran tenaga kerja lokal asli Sulawesi yang akan dikirim ke Tiongkok untuk mendapat pelatihan.

“Kami juga akan mengirim tenaga kerja lokal untuk belajar ke Tiongkok,” kata Indrayanto.

Tahun 2018-2019, terangnya, VDNI sudah mengirim tenaga kerja lokal sebanyak 125 orang. Dan selama satu tahun tersebut, tenaga kerja lokal belajar hingga kini sudah jadi teknisi senior.

“Yang akan dikirim berikutnya adalah yang junior. Jumlahnya akan ditentukan nanti setelah pemasangan smelter,”paparnya.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020