Varian Covid-19 di India Diduga Tidak terdeteksi Tes PCR

Nasional | 2021-04-28

© Disediakan oleh Jalurinfo.com ILustrasi
JAKARTA, JALURINFO,- Berbagai strain baru hasil mutasi virus Covid-19 bermunculan di seluruh dunia. Ilmuwan mengingatkan agar Indonesia waspada. Beberapa di antaranya disinyalir sudah bisa mempengaruhi efikasi vaksin bahkan lolos dari tes PCR.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan mantan Direktur Penyakit Menular WHO Prof Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan bahwa memang ada laporan bahwa beberapa spesimen di India tidak terdeteksi oleh tes molekular PCR. ”Tapi baru berupa laporan awal, masih ditunggu bukti ilmiahnya,” jelas Tjandra pada Jawa Pos (grup Padang Ekspres), kemarin (27/4).

Apapun itu, kata Tjandra, Indonesia wajib waspada karena varian-varian baru yang mengkhawatirkan atau Variant of Concern (VOC) baru terus bermunculan. Belajar dari kasus India, merebaknya berbagai VUI menjadi satu dari sekian faktor melonjaknya kasus Covid-19 di India.

Selain itu, ada tambahan ancaman berupa varian mutasi ganda atau Double Mutants yang berasal dari negeri tersebut. Bahkan, Tjandra menyebut sudah ada laporan kemunculan Triple Mutant dari Bengal di India Timur.

Tjandra menuturkan, sejak awal India memang sudah melaporkan adanya jenis ”Variant of Concern” (VOC) yang sudah tersebar luas di berbagai negara. Seperti varian B.1.1.7 yang pertama kali di deteksi di Inggris pada 20 September 2020 dan kini sudah ada di 130 negara di dunia termasuk Indonesia.

Kemudian varian B.1.351 yang pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan pada awal Agustus 2020 dan sekarang sudah ada di lebih dari 80 negara. ”Varian ini dilaporkan mungkin mempengaruhi efikasi vaksin, termasuk Astra Zeneca yang digunakan di Indonesia,” jelas Tjandra. Lalu varian P 1 atau B.1.1.28.1 yang awalnya dilaporkan di Brazil dan Jepang juga masuk ke India.

Baca juga: Penundaan Pemilu 2024 Disebut Berpotensi Lahirkan Pemimpin Otoriter

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan mantan Direktur Penyakit Menular WHO Prof Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan bahwa memang ada laporan bahwa beberapa spesimen di India tidak terdeteksi oleh tes molekular PCR. ”Tapi baru berupa laporan awal, masih ditunggu bukti ilmiahnya,” jelas Tjandra pada Jawa Pos (grup Padang Ekspres), kemarin (27/4).

Apapun itu, kata Tjandra, Indonesia wajib waspada karena varian-varian baru yang mengkhawatirkan atau Variant of Concern (VOC) baru terus bermunculan. Belajar dari kasus India, merebaknya berbagai VUI menjadi satu dari sekian faktor melonjaknya kasus Covid-19 di India.

Selain itu, ada tambahan ancaman berupa varian mutasi ganda atau Double Mutants yang berasal dari negeri tersebut. Bahkan, Tjandra menyebut sudah ada laporan kemunculan Triple Mutant dari Bengal di India Timur.




BERITA TERKAIT

Fadli Zon: Di Negeri Paling Kapitalis, PCR dan Antigen Ternyata Semuanya GRATIS
Usai Dipanggil Jokowi, Menaker Jamin Segera Revisi Aturan JHT
Terungkap Penyebab Langkanya Minyak Goreng, Ternyata Ini Biang Keroknya
Bikin Geleng-Geleng Kepala , Ini Aturan Baru Perpanjang dan Bikin SIM
Mulai 1 Maret 2022, BPJS Jadi Syarat Jual Beli Tanah
JHT Cair di Usia 56 Tahun, Angota DPR Minta Evaluasi
Triliunan Tagihan Covid dari Rumah Sakit Tak Dibayar, Ini Alasan Pemerintah
Mahfud MD Sebut Tindakan Polisi di Desa Wadas Sudah Sesuai Prosedur
Hari Pers Nasional, Presiden Dorong Industri Pers Bertransformasi Cepat
Jenderal Dudung Minta Bahar Smith dan Rizieq Tak Usah Macam-macam

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Varian Covid-19 di India Diduga Tidak terdeteksi Tes PCR

Nasional | 2021-04-28

© Disediakan oleh Jalurinfo.com ILustrasi
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JAKARTA, JALURINFO,- Berbagai strain baru hasil mutasi virus Covid-19 bermunculan di seluruh dunia. Ilmuwan mengingatkan agar Indonesia waspada. Beberapa di antaranya disinyalir sudah bisa mempengaruhi efikasi vaksin bahkan lolos dari tes PCR.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan mantan Direktur Penyakit Menular WHO Prof Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan bahwa memang ada laporan bahwa beberapa spesimen di India tidak terdeteksi oleh tes molekular PCR. ”Tapi baru berupa laporan awal, masih ditunggu bukti ilmiahnya,” jelas Tjandra pada Jawa Pos (grup Padang Ekspres), kemarin (27/4).

Apapun itu, kata Tjandra, Indonesia wajib waspada karena varian-varian baru yang mengkhawatirkan atau Variant of Concern (VOC) baru terus bermunculan. Belajar dari kasus India, merebaknya berbagai VUI menjadi satu dari sekian faktor melonjaknya kasus Covid-19 di India.

Selain itu, ada tambahan ancaman berupa varian mutasi ganda atau Double Mutants yang berasal dari negeri tersebut. Bahkan, Tjandra menyebut sudah ada laporan kemunculan Triple Mutant dari Bengal di India Timur.

Tjandra menuturkan, sejak awal India memang sudah melaporkan adanya jenis ”Variant of Concern” (VOC) yang sudah tersebar luas di berbagai negara. Seperti varian B.1.1.7 yang pertama kali di deteksi di Inggris pada 20 September 2020 dan kini sudah ada di 130 negara di dunia termasuk Indonesia.

Kemudian varian B.1.351 yang pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan pada awal Agustus 2020 dan sekarang sudah ada di lebih dari 80 negara. ”Varian ini dilaporkan mungkin mempengaruhi efikasi vaksin, termasuk Astra Zeneca yang digunakan di Indonesia,” jelas Tjandra. Lalu varian P 1 atau B.1.1.28.1 yang awalnya dilaporkan di Brazil dan Jepang juga masuk ke India.

Baca juga: Penundaan Pemilu 2024 Disebut Berpotensi Lahirkan Pemimpin Otoriter

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan mantan Direktur Penyakit Menular WHO Prof Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan bahwa memang ada laporan bahwa beberapa spesimen di India tidak terdeteksi oleh tes molekular PCR. ”Tapi baru berupa laporan awal, masih ditunggu bukti ilmiahnya,” jelas Tjandra pada Jawa Pos (grup Padang Ekspres), kemarin (27/4).

Apapun itu, kata Tjandra, Indonesia wajib waspada karena varian-varian baru yang mengkhawatirkan atau Variant of Concern (VOC) baru terus bermunculan. Belajar dari kasus India, merebaknya berbagai VUI menjadi satu dari sekian faktor melonjaknya kasus Covid-19 di India.

Selain itu, ada tambahan ancaman berupa varian mutasi ganda atau Double Mutants yang berasal dari negeri tersebut. Bahkan, Tjandra menyebut sudah ada laporan kemunculan Triple Mutant dari Bengal di India Timur.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020