Utang Pemerintah Tembus Rp 6.000 Triliun, Ini Penjelasan Menkeu Sri Mulyani

Ekonomi | 2021-01-17

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Menteri Keuangan, Sri Mulyani didampingi Dirjen Pengelolaan dan Resiko, Luky Alfirman (kiri) memberikan keterangan pers terkait APBN Kinerja dan Fakta (Kita) Agustus 2019 di Kantor Kemenkeu. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
JALURINFO.COM, JAKARTA - Masalah utang pemerintah selalu jadi pembicaraan panas di publik. Apalagi dari laporan Kementerian Keuangan, posisi utang pemerintah per Desember 2020 sudah tembus Rp 6.074,56 triliun, naik Rp 1.296 triliun dibandingkan akhir 2019 Rp 4.778 triliun.

Lalu bagai mana penjelasan Menteri Keuangan Sri Mulyani?

Sri Mulyani mengakui terjadinya peningkatan signifikan terkait posisi utang pemerintah. Menurut dia, kondisi tersebut tak terlepas dari masalah pandemi virus corona yang berdampak pada hampir seluruh sendi ekonomi Tanah Air.

"Secara nominal, posisi utang pemerintah pusat mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, hal ini disebabkan oleh pelemahan ekonomi akibat COVID-19 serta peningkatan kebutuhan pembiayaan untuk menangani masalah kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional," tulis Sri Mulyani seperti dikutip dari laporan tersebut.

Baca juga: Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

Dalam laporan APBN KiTa, Sabtu (16/1), utang tersebut digunakan untuk kebutuhan pembiayaan APBN 2020, termasuk untuk menangani masalah kesehatan akibat pandemi corona dan pemulihan ekonomi nasional.

Utang pemerintah sebesar Rp 6.074,56 triliun itu merupakan outstanding atau posisi utang hingga akhir 2020.




BERITA TERKAIT

Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng
Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto
Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T
Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang
IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung
VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri
Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya
Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara
Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030
Respon Jubir Erick Thohir Soal Garuda Bakal Diganti Pelita Air

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Utang Pemerintah Tembus Rp 6.000 Triliun, Ini Penjelasan Menkeu Sri Mulyani

Ekonomi | 2021-01-17

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Menteri Keuangan, Sri Mulyani didampingi Dirjen Pengelolaan dan Resiko, Luky Alfirman (kiri) memberikan keterangan pers terkait APBN Kinerja dan Fakta (Kita) Agustus 2019 di Kantor Kemenkeu. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JALURINFO.COM, JAKARTA - Masalah utang pemerintah selalu jadi pembicaraan panas di publik. Apalagi dari laporan Kementerian Keuangan, posisi utang pemerintah per Desember 2020 sudah tembus Rp 6.074,56 triliun, naik Rp 1.296 triliun dibandingkan akhir 2019 Rp 4.778 triliun.

Lalu bagai mana penjelasan Menteri Keuangan Sri Mulyani?

Sri Mulyani mengakui terjadinya peningkatan signifikan terkait posisi utang pemerintah. Menurut dia, kondisi tersebut tak terlepas dari masalah pandemi virus corona yang berdampak pada hampir seluruh sendi ekonomi Tanah Air.

"Secara nominal, posisi utang pemerintah pusat mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, hal ini disebabkan oleh pelemahan ekonomi akibat COVID-19 serta peningkatan kebutuhan pembiayaan untuk menangani masalah kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional," tulis Sri Mulyani seperti dikutip dari laporan tersebut.

Baca juga: Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

Dalam laporan APBN KiTa, Sabtu (16/1), utang tersebut digunakan untuk kebutuhan pembiayaan APBN 2020, termasuk untuk menangani masalah kesehatan akibat pandemi corona dan pemulihan ekonomi nasional.

Utang pemerintah sebesar Rp 6.074,56 triliun itu merupakan outstanding atau posisi utang hingga akhir 2020.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020