Utang Pemerintah Nyaris Tembus Rp 6.000 Triliun, Begini Penjelasan Sri Mulyani

Ekonomi | 2020-12-26

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani
JAKARTA, JALURINFO,- Utang pemerintah meningkat drastis selama masa pandemi ini. Total utang pemerintah bahkan hampir menembus Rp 6.000 triliun per akhir November 2020.

Utang Pemerintah Nyaris Rp 6.000 Triliun

Total utang pemerintah pusat hingga akhir bulan lalu mencapai Rp 5.910,64 triliun. Utang tersebut naik Rp 32,93 triliun dari bulan sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan November 2019 Rp 4.814,31 triliun, maka dalam setahun terakhir utang pemerintah bertambah Rp 1.096,33 triliun.

Hingga akhir November lalu, rasio utang pemerintah pusat mencapai 38,13 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Rasio ini juga lebih besar dari November 2019 yang hanya 30,03 persen dari PDB.

Baca juga: Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

Rasio Utang RI Masih Lebih Rendah dari Negara Lain

Dari bahan pemaparan Sri Mulyani, selama tahun ini pemerintah memproyeksi rasio utang mencapai 38,5 persen dari PDB, meningkat dari tahun lalu 30,5 persen dari PDB.

Rasio utang itu dinilai lebih baik dari Jepang yang diperkirakan tahun ini sebesar 266,2 persen dari PDB. Italia sebesar 161,8 persen, dan Amerika Serikat 131,2 persen dari PDB.

Selain itu, rasio utang Prancis sebesar 118,7 persen, Kanada 114,6 persen, Inggris 108 persen, India 89,3 persen, dan Jerman 73,3 persen.

Malaysia rasio utangnya tahun ini akan mencapai 67,6 persen, China 61,7 persen, Thailand 50,4 persen, dan Filipina 48,9 persen.




BERITA TERKAIT

Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng
Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto
Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T
Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang
IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung
VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri
Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya
Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara
Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030
Respon Jubir Erick Thohir Soal Garuda Bakal Diganti Pelita Air

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  4. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  5. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  6. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  7. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  8. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  9. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

  10. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Utang Pemerintah Nyaris Tembus Rp 6.000 Triliun, Begini Penjelasan Sri Mulyani

Ekonomi | 2020-12-26

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JAKARTA, JALURINFO,- Utang pemerintah meningkat drastis selama masa pandemi ini. Total utang pemerintah bahkan hampir menembus Rp 6.000 triliun per akhir November 2020.

Utang Pemerintah Nyaris Rp 6.000 Triliun

Total utang pemerintah pusat hingga akhir bulan lalu mencapai Rp 5.910,64 triliun. Utang tersebut naik Rp 32,93 triliun dari bulan sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan November 2019 Rp 4.814,31 triliun, maka dalam setahun terakhir utang pemerintah bertambah Rp 1.096,33 triliun.

Hingga akhir November lalu, rasio utang pemerintah pusat mencapai 38,13 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Rasio ini juga lebih besar dari November 2019 yang hanya 30,03 persen dari PDB.

Baca juga: Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

Rasio Utang RI Masih Lebih Rendah dari Negara Lain

Dari bahan pemaparan Sri Mulyani, selama tahun ini pemerintah memproyeksi rasio utang mencapai 38,5 persen dari PDB, meningkat dari tahun lalu 30,5 persen dari PDB.

Rasio utang itu dinilai lebih baik dari Jepang yang diperkirakan tahun ini sebesar 266,2 persen dari PDB. Italia sebesar 161,8 persen, dan Amerika Serikat 131,2 persen dari PDB.

Selain itu, rasio utang Prancis sebesar 118,7 persen, Kanada 114,6 persen, Inggris 108 persen, India 89,3 persen, dan Jerman 73,3 persen.

Malaysia rasio utangnya tahun ini akan mencapai 67,6 persen, China 61,7 persen, Thailand 50,4 persen, dan Filipina 48,9 persen.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020