Usai Bertemu Novel , Said Didu & Rocky Gerung Singgung Pembentukan New KPK

Nasional | 2020-06-14

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Sejumlah Tokoh Temui Novel Baswedan
JAKARTA, JALURINFO.COM,- Sejumlah tokoh mendatangi kediaman penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu, (14/6). Tampak hadir mantan Pimpinan KPK, Bambang Widjojanto, mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, Rocky Gerung, dan pakar hukum tata negara Refly Harun.

Usai pertemuan itu, Said Didu sempat mengungkap mereka yang hadir bersepakat membentuk sebuah kelompok yang diberi nama Kawanan Pencari Keadilan atau disingkat New 'KPK'.

"Semua sehati bahwa keadilan harus dicari. Satu-satunya kesepakatan adalah membentuk New KPK (Kawanan Pencari Keadilan)," kata Said Didu, kepada wartawan, Minggu (14/6).

Baca juga: Penundaan Pemilu 2024 Disebut Berpotensi Lahirkan Pemimpin Otoriter

Said Didu prihatin terhadap kasus penyerangan air keras yang menimpa Novel Baswedan. Terlebih, ketika mendengar tuntutan yang dijatuhkan Jaksa penuntut umum kepada ke dua terdakwa yang dinilainya sangat ringan.

"Makanya di sini kami cari keadilan itu bersama anak bangsa," ucap dia.

Ditambahkan Rocky Gerung, tuntutan jaksa terhadap penyerang Novel Baswedan irasional. Dia bersama dengan New KPK tergerak untuk meluruskannya.

"Jadi yang berbahaya hari ini, tuntutan jaksa itu adalah air keras baru buat mata publik, buat mata keadilan. Nah itu yang kita mau halangi, supaya jangan mata publik jadi buta karena itu, teman-teman undang saya ke sini dan kita saling sepakat buat memulai satu gerakan untuk melindungi mata publik dari air keras kekuasaan, itu intinya," papar dia.




BERITA TERKAIT

Fadli Zon: Di Negeri Paling Kapitalis, PCR dan Antigen Ternyata Semuanya GRATIS
Usai Dipanggil Jokowi, Menaker Jamin Segera Revisi Aturan JHT
Terungkap Penyebab Langkanya Minyak Goreng, Ternyata Ini Biang Keroknya
Bikin Geleng-Geleng Kepala , Ini Aturan Baru Perpanjang dan Bikin SIM
Mulai 1 Maret 2022, BPJS Jadi Syarat Jual Beli Tanah
JHT Cair di Usia 56 Tahun, Angota DPR Minta Evaluasi
Triliunan Tagihan Covid dari Rumah Sakit Tak Dibayar, Ini Alasan Pemerintah
Mahfud MD Sebut Tindakan Polisi di Desa Wadas Sudah Sesuai Prosedur
Hari Pers Nasional, Presiden Dorong Industri Pers Bertransformasi Cepat
Jenderal Dudung Minta Bahar Smith dan Rizieq Tak Usah Macam-macam

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Usai Bertemu Novel , Said Didu & Rocky Gerung Singgung Pembentukan New KPK

Nasional | 2020-06-14

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Sejumlah Tokoh Temui Novel Baswedan
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JAKARTA, JALURINFO.COM,- Sejumlah tokoh mendatangi kediaman penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu, (14/6). Tampak hadir mantan Pimpinan KPK, Bambang Widjojanto, mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, Rocky Gerung, dan pakar hukum tata negara Refly Harun.

Usai pertemuan itu, Said Didu sempat mengungkap mereka yang hadir bersepakat membentuk sebuah kelompok yang diberi nama Kawanan Pencari Keadilan atau disingkat New 'KPK'.

"Semua sehati bahwa keadilan harus dicari. Satu-satunya kesepakatan adalah membentuk New KPK (Kawanan Pencari Keadilan)," kata Said Didu, kepada wartawan, Minggu (14/6).

Baca juga: Penundaan Pemilu 2024 Disebut Berpotensi Lahirkan Pemimpin Otoriter

Said Didu prihatin terhadap kasus penyerangan air keras yang menimpa Novel Baswedan. Terlebih, ketika mendengar tuntutan yang dijatuhkan Jaksa penuntut umum kepada ke dua terdakwa yang dinilainya sangat ringan.

"Makanya di sini kami cari keadilan itu bersama anak bangsa," ucap dia.

Ditambahkan Rocky Gerung, tuntutan jaksa terhadap penyerang Novel Baswedan irasional. Dia bersama dengan New KPK tergerak untuk meluruskannya.

"Jadi yang berbahaya hari ini, tuntutan jaksa itu adalah air keras baru buat mata publik, buat mata keadilan. Nah itu yang kita mau halangi, supaya jangan mata publik jadi buta karena itu, teman-teman undang saya ke sini dan kita saling sepakat buat memulai satu gerakan untuk melindungi mata publik dari air keras kekuasaan, itu intinya," papar dia.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020