Trump Larang Pendukungnya Menuntut Jika kena Corona di Acara Kampanye

Pilih kategori | 2020-06-13

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
JALURINFO.COM,- Amerika Serikat, Donald Trump, akan memulai mengadakan kampanye jelang pemilu pada bulan November 2020 mendatang. Sejumlah ahli menilai keputusan ini akan semakin membuat publik rentan tertular virus Corona COVID-19.

Untuk itu, tim kampanye Donald Trump telah meminta seluruh pendukungnya yang ingin hadir agar mendaftar secara online terlebih dahulu. Para pendukung juga harus menandatangani perjanjian tidak akan menuntut jika nantinya terkena COVID-19 di acara kampanye.

"Dengan menghadiri kampanye, Anda dan semua tamu yang lain dengan sukarela memahami risiko terpapar COVID-19 dan setuju tidak akan menuntut Donald J. Trump for President, BOK Center, ASM Global, atau yang berafiliasi lainnya mulai dari direktur, petugas, karyawan, agen, kontraktor, dan relawan bertanggung atas segala penyakit atau cedera," tulis keterangan di formulir pendaftaran seperti dikutip dari CNN, Jumat 12 Juni 2020.

Baca juga: Bagikan Al Quran, Ganas Annar MUI Sulsel Perkuat Religius di Balai Rehabilitasi

Trump dilaporkan sudah tidak sabar ingin melakukan kampanye massal. Akan tetapi, belum diketahui pasti protokol kesehatan apa yang akan diterapkan dalam kampanye massal Trump.

AS hingga saat ini masih menjadi negara dengan kasus virus Corona terbanyak di dunia. Menurut data yang dikumpulkan ahli dari Johns Hopkins University sudah ada lebih dari 2 juta warga AS yang terinfeksi corona dengan total kematian mencapai sekitar 112 ribu.

Seorang profesor hukum di Fakultas Hukum Universitas New York, Catherine Sharkey, mengatakan, pelonggaran pembatasan seperti kegiatan kampanye akan menjadi rutinitas dari kehidupan masyarakan AS, meskipun virus Corona tetap menjadi ancaman.




BERITA TERKAIT

Partai Hidup Mati Belanda vs Norwegia, Sinyal Bahaya bagi Van Gaal?
Play-off Kualifikasi Piala Asia 2023 : Patut Waspada, Taiwan Percaya Diri Tumbangkan Indonesia di Leg Kedua
Inilah Alasan Warga Enggan Divaksin, Salah Satu Karena Hoaks
Flasback : Timnas U-16 Bantai Kepulauan Mariana Utara Lebih dari Selusin Gol
Genjot Program Vaksinasi, Pemkot Makassar Akan Terima Tambahan Vaksin dari Pusat
3 Vaksin Ini Dinilai Paling Efektif Melawan Covid-19 Varian Delta
Minat Jadi Relawan Covid-19, Berikut Tahapannya?

Pilih kategori

Minat Jadi Relawan Covid-19, Berikut Tahapannya?

dibaca 263401 kali
PBB Minta Palestina-Israel patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata
WHO Sebut Mutasi Covid-19 di India Telah Menyebar di 17 Negara
PS Sleman Rebut Posisi Tiga Piala Menpora 2021 Usai Kalahkan PSM 2-1

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Trump Larang Pendukungnya Menuntut Jika kena Corona di Acara Kampanye

Pilih kategori | 2020-06-13

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JALURINFO.COM,- Amerika Serikat, Donald Trump, akan memulai mengadakan kampanye jelang pemilu pada bulan November 2020 mendatang. Sejumlah ahli menilai keputusan ini akan semakin membuat publik rentan tertular virus Corona COVID-19.

Untuk itu, tim kampanye Donald Trump telah meminta seluruh pendukungnya yang ingin hadir agar mendaftar secara online terlebih dahulu. Para pendukung juga harus menandatangani perjanjian tidak akan menuntut jika nantinya terkena COVID-19 di acara kampanye.

"Dengan menghadiri kampanye, Anda dan semua tamu yang lain dengan sukarela memahami risiko terpapar COVID-19 dan setuju tidak akan menuntut Donald J. Trump for President, BOK Center, ASM Global, atau yang berafiliasi lainnya mulai dari direktur, petugas, karyawan, agen, kontraktor, dan relawan bertanggung atas segala penyakit atau cedera," tulis keterangan di formulir pendaftaran seperti dikutip dari CNN, Jumat 12 Juni 2020.

Baca juga: Bagikan Al Quran, Ganas Annar MUI Sulsel Perkuat Religius di Balai Rehabilitasi

Trump dilaporkan sudah tidak sabar ingin melakukan kampanye massal. Akan tetapi, belum diketahui pasti protokol kesehatan apa yang akan diterapkan dalam kampanye massal Trump.

AS hingga saat ini masih menjadi negara dengan kasus virus Corona terbanyak di dunia. Menurut data yang dikumpulkan ahli dari Johns Hopkins University sudah ada lebih dari 2 juta warga AS yang terinfeksi corona dengan total kematian mencapai sekitar 112 ribu.

Seorang profesor hukum di Fakultas Hukum Universitas New York, Catherine Sharkey, mengatakan, pelonggaran pembatasan seperti kegiatan kampanye akan menjadi rutinitas dari kehidupan masyarakan AS, meskipun virus Corona tetap menjadi ancaman.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020