Tommy Sindir Pemilu Curang

Politik & Pilkada | 2020-07-09

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ketua Umum Partai Berkarya, Tommy Suharto
JAKARTA, JALURINFO,- Ketua Umum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto sempat menyinggung dugaan kecurangan pada Pemilu 2019 saat pembukaan rapat pleno DPP Partai Berkarya yang digelar di Gedung Granadi, Jakarta, Rabu (8/7).

Menurut Tommy, Pemilu 2019 sangat tidak demokratis. Sebab itu, kata dia, untuk meraup potensi suara, kader Partai Berkarya secara tidak langsung harus ada di penyelenggara Pemilu.

"Selama reformasi bukan kita lebih baik, tapi penyelenggaraan pemilu memprihatinkan. Dengan keadaan demikian, saya meliat ke depannya potensi untuk meraih suara yang lebih baik, kita harus punya kader-kader secara tidak langsung kita ada di penyelenggara pemilu," kata Tommy.

Tommy tidak merinci secara jelas maksud pernyataannya tentang "punya kader di penyelenggara Pemilu".

Juga telah meminta penjelasan ke sejumlah pengurus Partai Berkarya terkait pernyataan Tommy. Bendahara Umum DPP Partai Berkarya Neneng A Tuty juga belum merespons pertanyaan CNNIndonesia.com. Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso juga tak menjawab panggilan telepon dan pesan singkat CNNIndonesia.com soal pernyataan Tommy Soeharto tersebut.

Baca juga: Surya Paloh Ungkap NasDem Siapkan 3 Kandidat Capres 2024

Berdasarkan UU nomor 15 tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu disebutkan "Orang Partai Politik" wajib mengundurkan diri dari keanggotaan partai polirik, jabatan politik, jabatan pemerintahan dan BUM, BUMD pada saat mendaftar sebagai calon penyelenggara Pemilu, baik KPU, KPU Provinsi,atau KPU Kabupaten Kota.

Pada Tahun 2012, Mahkamah Konstitusi juga pernah menyatakan bahwa keanggotaan KPU yang berasal dari parpol bertentangan dengan Pasal 22E ayat (5) UUD 1945. Ketentuan ini berbunyi "Pemilihan umum diselenggarakan oleh suatu komisi pemilihan umum yang bersifat nasional, tetap dan mandiri".




BERITA TERKAIT

Bertemu Pendukungnya di Makassar, Anies: Jangan
Jelang Uji Kelayakan dan Kepatutan, Dua Kandidat Ketua Demokrat Sulsel Perang Opini
Jelang Musda Demokrat, Dua Kandidat Saling Klaim Kantongi Dukungan
NH Deklarasikan Diri Maju Pilgub Sulsel, Begini Kata Pengamat
Tak Terima Diberhentikan dari Partai, Kader Gerindra Gugat Prabowo Rp 501 M
Tak Ingin Kehilangan Waktu, IAS Gemakan “AHY Presiden, IAS Gubernur”
Di Ultahnya, Gubernur Ganjar Pakai Songkok Bone dan Lipa Sabbe -Ganjar:  Saya dengan Pak Amran Sudah Berteman Sejak Lama
Elektabilitas Airlangga masih Rendah, Golkar Tetap Optimistis Usung Jadi Capres
HUT ke-57 Partai Golkar, Airlangga Minta Kader Makin Kompak dan Solid
NH Siapkan Kejutan Jelang Pilgub Sulsel 2024 Mendatang

Politik & Pilkada

NH Siapkan Kejutan Jelang Pilgub Sulsel 2024 Mendatang

dibaca 63053 kali

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Tommy Sindir Pemilu Curang

Politik & Pilkada | 2020-07-09

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ketua Umum Partai Berkarya, Tommy Suharto
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JAKARTA, JALURINFO,- Ketua Umum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto sempat menyinggung dugaan kecurangan pada Pemilu 2019 saat pembukaan rapat pleno DPP Partai Berkarya yang digelar di Gedung Granadi, Jakarta, Rabu (8/7).

Menurut Tommy, Pemilu 2019 sangat tidak demokratis. Sebab itu, kata dia, untuk meraup potensi suara, kader Partai Berkarya secara tidak langsung harus ada di penyelenggara Pemilu.

"Selama reformasi bukan kita lebih baik, tapi penyelenggaraan pemilu memprihatinkan. Dengan keadaan demikian, saya meliat ke depannya potensi untuk meraih suara yang lebih baik, kita harus punya kader-kader secara tidak langsung kita ada di penyelenggara pemilu," kata Tommy.

Tommy tidak merinci secara jelas maksud pernyataannya tentang "punya kader di penyelenggara Pemilu".

Juga telah meminta penjelasan ke sejumlah pengurus Partai Berkarya terkait pernyataan Tommy. Bendahara Umum DPP Partai Berkarya Neneng A Tuty juga belum merespons pertanyaan CNNIndonesia.com. Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso juga tak menjawab panggilan telepon dan pesan singkat CNNIndonesia.com soal pernyataan Tommy Soeharto tersebut.

Baca juga: Surya Paloh Ungkap NasDem Siapkan 3 Kandidat Capres 2024

Berdasarkan UU nomor 15 tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu disebutkan "Orang Partai Politik" wajib mengundurkan diri dari keanggotaan partai polirik, jabatan politik, jabatan pemerintahan dan BUM, BUMD pada saat mendaftar sebagai calon penyelenggara Pemilu, baik KPU, KPU Provinsi,atau KPU Kabupaten Kota.

Pada Tahun 2012, Mahkamah Konstitusi juga pernah menyatakan bahwa keanggotaan KPU yang berasal dari parpol bertentangan dengan Pasal 22E ayat (5) UUD 1945. Ketentuan ini berbunyi "Pemilihan umum diselenggarakan oleh suatu komisi pemilihan umum yang bersifat nasional, tetap dan mandiri".

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020