Tips Aman bagi Makanan dari COVID-19, Begini Panduan BPOM

Lifestyle | 2020-06-13

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi makanan
JALURINFO.COM,-Pada masa pandemi seperti ini, kondisi keamanan makanan merupakan hal yang juga perlu kita perhatikan. Pada makanan yang memiliki kondisi keamanan tepat, kita tidak akan was-was tertulas infeksi COVID-19 dari makanan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berbagi resep pangan aman selama COVID-19. Resep ini pun sudah dimuat dalam buku panduan produksi pangan sebagai upaya memastikan keamanan pangan di tengah pandemi COVID-19.

Direktur Pengawasan Pangan Olahan Risiko Sedang dan Rendah BPOM, Emma Setyawati mengatakan, dalam pembuatan buku panduan tersebut, BPOM tidak bergerak sendiri, melainkan dengan melibatkan berbagai pihak, seperti dari produsen, distributor, jasa pengantaran, dan lainnya.

Panduan ini sebenarnya pedoman yang sebelumnya sudah ada, lalu dimodifikasi dengan penambahan aturan protokol kesehatan untuk penanganan COVID-19.

“Kami mencoba untuk mengelola ini, membuat manajemen untuk peredaran pangan. Bagaimana menangani pangan ini sehingga pada saat dikonsumsi tetap aman,” jelas Emma saat diskusi bertajuk Food Safety di Masa Adaptasi Pandemi Jadi Kunci Penanganan COVID-19 beberapa waktu lalu..

“Jangan sampai desak-desakan di sarana produksinya. Kemudian, pakailah masker bahkan penutup rambut, pakai sarung tangan di tempat produksi. Ketika mengantarkan juga demikian, jangan langsung bersentuhan dengan tangan penerimanya," sambungnya.

Baca juga: Ini 5 Mata Uang Terendah di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?

Bebas dari Cemaran
Emma menjelaskan, pangan aman harus terbebas dari tiga cemaran, yakni biologi, kimia dan fisik. Dalam hal ini, virus termasuk dalam cemaran biologi.

“Virus itu sebetulnya cemaran biologi,” jelas Emma.

Dalam kaitannya dengan pandemi COVID-19, penularan tidak terjadi lewat pangan. Akan tetapi, virus Corona dapat hidup di inang seperti bagian tubuh manusia dan penyebaran terjadi melalui droplets yang keluar dari mulut serta hidung seseorang yang terinfeksi.

“Virus ini bukan food borne disease bukan. Dia tidak ditularkan dari makanan, cuma dia bisa hidup di inang yang hidup. Ini berarti dari tangan ke tangan, dari droplets,” ujar Emma.

Dari gambaran tersebut, Emma mengingatkan, pangan dapat tercemar virus mulai dari pangan dibuat atau pangan didistribusikan hingga dikonsumsi oleh masyarakat. Sebab, rangkaian proses itu tentunya juga melalui tangan ke tangan.

Oleh karena itu, pengemasan makanan menjadi penting. Setiap produk makanan perlu memiliki tiga lapis kemasan mulai primer, sekunder dan tersier. Hal itu bertujuan produk makanan tidak bersinggungan langsung dengan tangan produsen hingga distributor yang mengantarkan makanan tersebut.

“Distribusi aman sampai dengan ke tangan konsumen,” tegas Emma.




BERITA TERKAIT

6 Trik Agar Tubuh Wangi Selama Hubungan Seks

Lifestyle

6 Trik Agar Tubuh Wangi Selama Hubungan Seks

dibaca 24468 kali
Ini Manfaat Air Putih Yang Perlu Kamu Ketahui

Lifestyle

Ini Manfaat Air Putih Yang Perlu Kamu Ketahui

dibaca 27249 kali
Tak Pakai Make Up, Perempuan Ini Ingin Diceraikan Suami
Final French Open, Kevin/Marcus Jadi Sorotan

Lifestyle

Final French Open, Kevin/Marcus Jadi Sorotan

dibaca 19449 kali
Ini Bahaya Makan Jelang Tidur

Lifestyle

Ini Bahaya Makan Jelang Tidur

dibaca 116882 kali
Penelitian: Pasangan yang Awet Kebanyakan Dimulai dari Persahabatan
Upaya Atasi Hilangnya Nafsu Makan Saat Terinfeksi Covid-19
Lindungi dari Corona, Jangan Ajak Anak ke Mal atau Pasar
Ini 4 Tanda Asupan Gula di Tubuh Sudah Tinggi

Lifestyle

Ini 4 Tanda Asupan Gula di Tubuh Sudah Tinggi

dibaca 270275 kali
Fantastis! Harga Tas Pesawat Ini Lebih Mahal dari Pesawat Sungguhan

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  4. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  5. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  6. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  7. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  8. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  9. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

  10. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Tips Aman bagi Makanan dari COVID-19, Begini Panduan BPOM

Lifestyle | 2020-06-13

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi makanan
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JALURINFO.COM,-Pada masa pandemi seperti ini, kondisi keamanan makanan merupakan hal yang juga perlu kita perhatikan. Pada makanan yang memiliki kondisi keamanan tepat, kita tidak akan was-was tertulas infeksi COVID-19 dari makanan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berbagi resep pangan aman selama COVID-19. Resep ini pun sudah dimuat dalam buku panduan produksi pangan sebagai upaya memastikan keamanan pangan di tengah pandemi COVID-19.

Direktur Pengawasan Pangan Olahan Risiko Sedang dan Rendah BPOM, Emma Setyawati mengatakan, dalam pembuatan buku panduan tersebut, BPOM tidak bergerak sendiri, melainkan dengan melibatkan berbagai pihak, seperti dari produsen, distributor, jasa pengantaran, dan lainnya.

Panduan ini sebenarnya pedoman yang sebelumnya sudah ada, lalu dimodifikasi dengan penambahan aturan protokol kesehatan untuk penanganan COVID-19.

“Kami mencoba untuk mengelola ini, membuat manajemen untuk peredaran pangan. Bagaimana menangani pangan ini sehingga pada saat dikonsumsi tetap aman,” jelas Emma saat diskusi bertajuk Food Safety di Masa Adaptasi Pandemi Jadi Kunci Penanganan COVID-19 beberapa waktu lalu..

“Jangan sampai desak-desakan di sarana produksinya. Kemudian, pakailah masker bahkan penutup rambut, pakai sarung tangan di tempat produksi. Ketika mengantarkan juga demikian, jangan langsung bersentuhan dengan tangan penerimanya," sambungnya.

Baca juga: Ini 5 Mata Uang Terendah di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?

Bebas dari Cemaran
Emma menjelaskan, pangan aman harus terbebas dari tiga cemaran, yakni biologi, kimia dan fisik. Dalam hal ini, virus termasuk dalam cemaran biologi.

“Virus itu sebetulnya cemaran biologi,” jelas Emma.

Dalam kaitannya dengan pandemi COVID-19, penularan tidak terjadi lewat pangan. Akan tetapi, virus Corona dapat hidup di inang seperti bagian tubuh manusia dan penyebaran terjadi melalui droplets yang keluar dari mulut serta hidung seseorang yang terinfeksi.

“Virus ini bukan food borne disease bukan. Dia tidak ditularkan dari makanan, cuma dia bisa hidup di inang yang hidup. Ini berarti dari tangan ke tangan, dari droplets,” ujar Emma.

Dari gambaran tersebut, Emma mengingatkan, pangan dapat tercemar virus mulai dari pangan dibuat atau pangan didistribusikan hingga dikonsumsi oleh masyarakat. Sebab, rangkaian proses itu tentunya juga melalui tangan ke tangan.

Oleh karena itu, pengemasan makanan menjadi penting. Setiap produk makanan perlu memiliki tiga lapis kemasan mulai primer, sekunder dan tersier. Hal itu bertujuan produk makanan tidak bersinggungan langsung dengan tangan produsen hingga distributor yang mengantarkan makanan tersebut.

“Distribusi aman sampai dengan ke tangan konsumen,” tegas Emma.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020