POLITIK & PILKADA

Demokrat Disebut sebagai Partai Keluarga Sejak Kongres 2020, Begini Komentar AHY

Musda Demokrat Sulsel, DPC Usulkan DPP Penentu Ketua DPD Demokrat

Isu MLB PKB Akan Jadi Ujian Cak Imin di Momentum Pilpres

Kader PKB Jeneponto Ini Dukung Penuh MLB Ganti Cak Imin Usai Dipecat dari Ketua DPC

Desak Adakan MLB, DPC PKB Usulkan 2 Nama Ini Gantikan Cak Imin

OLAHRAGA

  1. Hasil Piala Menpora : PSM Tahan Imbang Persija 0-0

  2. Adu Mental PSM dan Persija di Semifinal Piala Menpora

  3. Tumbangkan Dortmund 2-1, Man City Lolos ke Semifinal Liga Champions

  4. Tahan Imbang Liverpool 0-0, Real Madrid Lolos ke Semi Final Liga Champions

  5. Jelang Leg ke 2 Liga Champion Hadapi Dortmund, City Dihantui Catatan Buruk Dibawah Asuhan Guardiola

  6. Mbappe-Neymar Kembali Jadi Tumpuan PSG Kontra Munchen di Leg Kedua Perempat Final Liga Champions

  7. 5 Faktor Real Madrid Akan Singkirkan Liverpool di Liga Champions

SELEBRITI

Atta-Aurel Jadi Sorotan Akibat Unggah Video Soal Malam Pertama, Dikritik NU.

Jokowi Jadi Saksi Nikah, Lokasi Pernikahan Atta-Aurel Dijaga Ketat Paspampres

Video Saat Hadir di Pernikahan Krisdayanti dan Raul Lemos Kembali Beredar, Netizen Puji Sikap Anang Hermansyah

Aa Gym Resmi Cabut Gugatan Cerai ke Teh Ninih

Artis Rina Gunawan Meninggal Dunia

HUKUM & KRIMINAL

  1. Polisi Tembak Mati Terduga Teroris di Makassar

  2. Terkait Kasus Prostitusi Online di Hotel Grand DDN`S Kendari, AR Dipulangkan Karena Belum Cukup Bukti

  3. Diduga Dijajakan Ke WNA China di Kendari, 11 Gadis Di bawah Umur Terlibat Prostitusi Online

  4. Bareskrim Polri Tetapkan Tiga Anggota Polda Metro Jadi Tersangka Unlawful Killing terhadap 6 Laskar FPI

  5. Soal Eksepsi Habib Rizieq yang Singgung Kerumunan Jokowi-Ahok, Ini Kata Majelis Hakim.

Tersandung Gratifikasi, NA Ikhlas dan Mohon Maaf ke Warga Sulsel

Berita Sul-Sel | 2021-03-01

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ketua KPK, Firli Bahuri saat jumpa pers yang menetapkan tiga tersangka korupsi proyek infrastruktur di Sulsel yang salah satunya Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah bersama Sekretaris Dinas PUTR Sulsel, Edy Rahmat, dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto. Ahad dinihari (28/2/2021). Nampak Gubernur NA tertunduk saat itu, serta uang Rp2 miliar yang dipajang saat jumpa pers
MAKASSAR, JALURINFO.COM - Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah ditetapkan Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi (penerimaan hadiah) terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Sulsel mulai Tahun Anggaran 2020-2021.

Kini jeruji besi menjadi tempatnya merenungi nasibnya sebagai seorang tahanan lembaga antirasuah dalam kasus tersebut. Nurdin yang juga eks Bupati Bantaeng dua periode membantah dirinya terlibat suap pembangunan infrastruktur seperti yang disangkakan KPK. NA bahkan berani mengucap sumpah atas nama Allah SWT saat berjalan meninggalkan Gedung KPK, Ahad dini hari (28/2/2021).

Mengenakan jaket hitam, celana jeans, bermasker putih, serta topi berwarna biru namun dipadu dengan rompi oranye khas tersangka KPK dan tangan dalam keadaan terborgol, langkah cepat NA dicegat beberapa awak media.

Baca juga: Andi Sudirman Sulaiman Hentikan Beberapa Paket Proyek Tahun 2020 yang Tidak Masuk DPA

NA berusaha tegar meski suaranya terdengar lirih. Pundaknya sedikit bongkok, mungkin karena kelelahan menjalani pemeriksaan hampir 1 kali 24 jam.

Menjawab pertanyaan awak media, NA menyatakan kalau ia sama sekali tidak tahu akan transaksi yang dilakukan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel, Edy Rahmat, dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto.

“Ternyata Edy itu melakukan transaksi tanpa sepengetahuan saya. Sama sekali tidak tahu, demi Allah demi Allah,” tegas NA mengulang sambil masuk ke dalam mobil tahanan KPK.




BERITA TERKAIT

IAS Bertekad Maju Pilgub 2024 Jika Pimpin Demokrat Sulsel, Ini Kata Pengamat
Dilaporkan ke Polrestabes Terkait Utang HUT Kota Makassar, Begini Respon Iqbal Suhaeb
Gempa Magnitudo 4.3 Guncang Timur Laut Bulukumba, BMKG : Hati-hati Gempa Susulan
A Mailk B Masri, Wali Kota Makassar Periode 1994-1999  Berpulang Kerahmatullah
Raih Penghargaan Peduli Pers dari PWI, Adnan Puji Kinerja Dinas Kominfo Gowa
Kakek 58 Tahun Persunting Gadis Idaman 19 Tahun

Berita Sul-Sel

Kakek 58 Tahun Persunting Gadis Idaman 19 Tahun

dibaca 2650 kali
Mau Dinonaktifkan oleh Walikota, RT/RW di Makassar Ancam Boikot Program Pemkot
Dalami Korupsi Izin Pembangunan Infrastruktur di Sulsel, KPK Periksa Anak Nurdin Abdullah
Bukan Hanya RT/RW, 60% Lurah di Makassar Juga Bakal Dimutasi, Ini Penyebabnya Menurut Danny Pomanto
RT/RW Ancam Demo Karena Mau Dinonaktifkan, Walikota Makassar: Silahkan Kasi Banyaki!

TERPOPULER

  1. Siapa Sebenarnya Yang Plagiarisme?, Ditjen Dikti Minta Tahapan Penyaringan Pilrektor UHO Ditunda

  2. Sketsa-sketsa

    SUATU SORE, DI CENTER POINT OF INDONESIA
    Oleh: Syamsu Nur

  3. Jadwal Pencairan THR bagi PNS di Tahun 2021

  4. Terkait Kasus Prostitusi Online di Hotel Grand DDN`S Kendari, AR Dipulangkan Karena Belum Cukup Bukti

  5. Sketsa-sketsa

    DARI POHON TUMBANG KE STADION YANG “TUMBANG”
    Catatan : Syamsu Nur

  6. Mau Dinonaktifkan oleh Walikota, RT/RW di Makassar Ancam Boikot Program Pemkot

  7. Bukan Hanya RT/RW, 60% Lurah di Makassar Juga Bakal Dimutasi, Ini Penyebabnya Menurut Danny Pomanto

  8. RT/RW Ancam Demo Karena Mau Dinonaktifkan, Walikota Makassar: Silahkan Kasi Banyaki!

  9. Diduga Dijajakan Ke WNA China di Kendari, 11 Gadis Di bawah Umur Terlibat Prostitusi Online

  10. YOSS Menang atas Gugatan Terkait Hak Pengelolaan Stadion Mattoanging di PTUN

RELIGI

Ini Ibadah Terbaik dan Paling Bermanfaat Menurut Ibnu Qayyim

Benarkah Tidur Siang Saat Puasa Ramadhan Itu Ibadah?

Ini 10 Amalan Sunnah yang Bisa Dilakukan di Bulan Puasa Ramadhan

Menag Tetapkan Ramadhan 1442 H Mulai 13 April 2021

Lupa Allah dan Lupa Diri

EKONOMI

  1. Isu Resuffle Kabinet Mencuat stelah Pembentukan Kementerian Investasi Disetujui DPR

  2. Jadwal Pencairan THR bagi PNS di Tahun 2021

  3. Ekspor Sulsel Februari 2021 Naik Signifikan, Nilai Capai US$108,78 Juta

  4. BUMDes " Lumbung Padi " Harapan Baru Masyarakat Desa

  5. Investasi UEA di Indonesia Capai 10 Miliar Dollar

  6. Meski Populasi Sapi Banyak, Ini Alasan Impor Daging Menurut Kadin

  7. Susi Pudjiastuti Kritik Soal Rencana Impor 3 Juta Ton Garam

  8. Masyarakat Kini Bisa Miliki Uang Baru Rp 75 Ribu

  9. Bandara Buntu Kunik Toraja Siap Layani Rute Bali dan Jakarta

  10. Rasio Naik Tipis, Utang Luar Negeri Tembus Rp6.065,6 Triliun

  11. Tampuk Pimpinan Berganti, Minarni Lukman Nakhodai BP Jamsostek Sulawesi Tenggara

  12. Ini Besaran Insentif Kartu Prakerja Gelombang Ke-12

Tersandung Gratifikasi, NA Ikhlas dan Mohon Maaf ke Warga Sulsel

Berita Sul-Sel | 2021-03-01

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ketua KPK, Firli Bahuri saat jumpa pers yang menetapkan tiga tersangka korupsi proyek infrastruktur di Sulsel yang salah satunya Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah bersama Sekretaris Dinas PUTR Sulsel, Edy Rahmat, dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto. Ahad dinihari (28/2/2021). Nampak Gubernur NA tertunduk saat itu, serta uang Rp2 miliar yang dipajang saat jumpa pers
Choose Language!
MAKASSAR, JALURINFO.COM - Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah ditetapkan Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi (penerimaan hadiah) terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Sulsel mulai Tahun Anggaran 2020-2021.

Kini jeruji besi menjadi tempatnya merenungi nasibnya sebagai seorang tahanan lembaga antirasuah dalam kasus tersebut. Nurdin yang juga eks Bupati Bantaeng dua periode membantah dirinya terlibat suap pembangunan infrastruktur seperti yang disangkakan KPK. NA bahkan berani mengucap sumpah atas nama Allah SWT saat berjalan meninggalkan Gedung KPK, Ahad dini hari (28/2/2021).

Mengenakan jaket hitam, celana jeans, bermasker putih, serta topi berwarna biru namun dipadu dengan rompi oranye khas tersangka KPK dan tangan dalam keadaan terborgol, langkah cepat NA dicegat beberapa awak media.

Baca juga: Andi Sudirman Sulaiman Hentikan Beberapa Paket Proyek Tahun 2020 yang Tidak Masuk DPA

NA berusaha tegar meski suaranya terdengar lirih. Pundaknya sedikit bongkok, mungkin karena kelelahan menjalani pemeriksaan hampir 1 kali 24 jam.

Menjawab pertanyaan awak media, NA menyatakan kalau ia sama sekali tidak tahu akan transaksi yang dilakukan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel, Edy Rahmat, dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto.

“Ternyata Edy itu melakukan transaksi tanpa sepengetahuan saya. Sama sekali tidak tahu, demi Allah demi Allah,” tegas NA mengulang sambil masuk ke dalam mobil tahanan KPK.

Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

Terkait Covid-19

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020