Terancam Molor, Ketua DPRD Makassar: Jangan Ulur-ulur Pelantikan Wali Kota, Makassar Butuh Pemimpin Definitif

Berita Sul-Sel | 2021-02-12

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih Makassar, Danny Pomanto dan Fatmawati Rusdi
MAKASSAR, JALURINFO.COM - Pelantikan kepala daerah (Kada) pemenang Pilkada serentak 2020 di Sulsel terancam molor. Termasuk Wali Kota dan Wakil Kota Makassar terpilih, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto-Fatmawati Rusdi.

Padahal semestinya, pelantikan sudah digelar 17 Februari karena tanggal tersebut adalah akhir masa jabatan kepala daerah yang dilantik pada 2016 lalu.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo menyatakan tidak ada alasan kuat pelantikan untuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar terus ditunda. Sebab, menurut Rudi, proses Pilkada di Makassar tidak menimbulkan sengketa.

“Janganlah ulur-ulur waktu pelantikan wali kota terpilih di Makassar. Apalagi setelah pemilihan tak ada sangketa, begitu juga paslon lain tak protes sehingga saya mengatakan pelantikan wali kota terpilih jadi prioritas,” tegas RL–sapaan akrabnya, Senin (8/2/2021).

Rudianto berharap gubernur tidak membuat kesan yang bisa memicu kecurigaan di masyarakat, khususnya di Kota Makassar. “Kalau gubernur berlama-lama, dan dia memainkan peran menunda-nunda maka dikhawatirkan akan berdampak luas. Rakyat Makassar akan marah sama gubernur. Karena rakyat tahu mana benar. Nanti rakyat Makassar bertanya ada apa dengan gubernur,” terangnya.

Menurut Politisi NasDem ini, rakyat Makassar merindukan pemimpin dipilih rakyatnya. Seharusnya gubernur mendorong agar Makassar segera dilantik dengan alasan sudah lama kekosongan pemimpin definitif. “Harusnya gubernur mendorong agar Makassar segera dilantik karena sudah lama kosong,” bebernya.




BERITA TERKAIT

DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman
Kemenkumham Sulsel: 50 WBP Narkotika Lapas Palopo Ikuti Rehabilitasi Sosial
Ditreskrimsus Polda Sulsel Sebut Tersangka Kasus RS Fatimah Makassar Ada 10 Orang
Kasus Covid-19 di Makassar Melonjak Drastis, Ancaman PPKM Level III di Depan Mata
Sketsa-sketsa<br><br>TITIK TERANG DI STADION BAROMBONG<br>Catatan : Syamsu Nur
Tak Vaksin Booster, Polisi Terancam Kena Saksi Internal
Pejabat di Pusaran Kasus BPNT, Ditreskrimsus Polda Sulsel: Kalau Salah, Sikat!
Update Covid-19 di Makassar: Tembus 298 Kasus, Manggala Tertinggi
Plt Gubernur Kembali Lepas 1.000 Nakes Mobile Vaksinator Secara Bertahap
Jelang Muktamar, LIDMI Audiensi dengan KPU Kota Makassar, Ketua KPU : Siap Kolaborasi

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Terancam Molor, Ketua DPRD Makassar: Jangan Ulur-ulur Pelantikan Wali Kota, Makassar Butuh Pemimpin Definitif

Berita Sul-Sel | 2021-02-12

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih Makassar, Danny Pomanto dan Fatmawati Rusdi
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

MAKASSAR, JALURINFO.COM - Pelantikan kepala daerah (Kada) pemenang Pilkada serentak 2020 di Sulsel terancam molor. Termasuk Wali Kota dan Wakil Kota Makassar terpilih, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto-Fatmawati Rusdi.

Padahal semestinya, pelantikan sudah digelar 17 Februari karena tanggal tersebut adalah akhir masa jabatan kepala daerah yang dilantik pada 2016 lalu.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo menyatakan tidak ada alasan kuat pelantikan untuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar terus ditunda. Sebab, menurut Rudi, proses Pilkada di Makassar tidak menimbulkan sengketa.

“Janganlah ulur-ulur waktu pelantikan wali kota terpilih di Makassar. Apalagi setelah pemilihan tak ada sangketa, begitu juga paslon lain tak protes sehingga saya mengatakan pelantikan wali kota terpilih jadi prioritas,” tegas RL–sapaan akrabnya, Senin (8/2/2021).

Rudianto berharap gubernur tidak membuat kesan yang bisa memicu kecurigaan di masyarakat, khususnya di Kota Makassar. “Kalau gubernur berlama-lama, dan dia memainkan peran menunda-nunda maka dikhawatirkan akan berdampak luas. Rakyat Makassar akan marah sama gubernur. Karena rakyat tahu mana benar. Nanti rakyat Makassar bertanya ada apa dengan gubernur,” terangnya.

Menurut Politisi NasDem ini, rakyat Makassar merindukan pemimpin dipilih rakyatnya. Seharusnya gubernur mendorong agar Makassar segera dilantik dengan alasan sudah lama kekosongan pemimpin definitif. “Harusnya gubernur mendorong agar Makassar segera dilantik karena sudah lama kosong,” bebernya.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020