Tahun 2021, Pemerintah Siapkan Gabungan e-Visa dan Surat Bebas Corona

Travel | 2020-09-19

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
JAKARTA, JALURINFO,- Tahun depan 2021 pemerintah mencanangkan akan menghadirkan teknologi berupa e-Visa yang tergabung dengan surat bebas corona, sehingga bisa secara cepat mendeteksi penumpang untuk perjalanan internasional

Seperti dikutip pada laman Detik.com Jumat (18/09/2020), wacana ini dihembuskan oleh Achmad Yurianto, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes dalam acara Bincang Santai Virtual: Intip Jurus Jitu Bandara Atasi Penyebaran COVID-19 yang diselenggarakan oleh Indonesian National Air Carriers Association (INACA), Kamis (17/9/2020) malam.

Adapun, terkait eVisa tergabung dengan surat bebas Corona, pemerintah sudah mendalami teknologinya. Nanti, tepatnya di tahun depan, semua bandara bakal memiliki sistemnya.

"Kami sudah mencoba menjajaki tentang teknologi ini. Mudah-mudahan di tahun 2021 semua bandara kita di kantor kesehatan pelabuhan sudah dilengkapi dengan ini," ujar Yuri.

"Kemudian ini sudah dimasukkan ke dalam surat keterangan. Kalau perjalanan itu adalah luar negeri, itu bisa dimasukkan ke dalam eVisa yang bisa dibaca di manapun," tambah dia.

Baca juga: Syarat Baru bagi Penumpang Perjalanan Udara Domestik

Keberadaan teknologi ini, jelas Yuri, bisa mengetahui apakah traveler yang masuk ke Indonesia sudah dilengkapi surat bebas Corona atau belum. Penerapannya nanti untuk gerbang perjalanan internasional.

"Yang sebenarnya dari awal kita sudah tahu di penumpang ini ada sekian yang membawa surat yang masih berlaku untuk negatif realtime PCR atau orang yang belum diperiksa. Sehingga begitu datang di bandara kita sudah bisa menyiapkan itu. Ini untuk perjalanan luar negeri," kata Yuri.

"Kita tidak akan memberikan toleransi apapun. Secara internasional juga akan seperti itu. Untuk yang tidak mau periksa. Karena fasilitas kita siapkan. Waktu tunggu tidak lebih dari tiga jam. Ini disiapkan," tambah dia.




BERITA TERKAIT

Peneliti Ungkap `Pintu Rahasia` yang Jadi Misteri di Piramida Giza
Juara Pertama Sayembara Masterplan Wisata Toronipa, Arsitek Kendari Ini  Dapat Hadiah Mobil
Pertama Tersedia di Bandar Udara, Lion Air Group Mulai Melayani Rapid Test Covid-19  di Soekarno-Hatta
Terbang Dari Makassar Pakai Garuda Indonesia, Gratis Rapid Test.
Passepeda Toraya Jajal Obyek Wisata Di Era New Normal

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Tahun 2021, Pemerintah Siapkan Gabungan e-Visa dan Surat Bebas Corona

Travel | 2020-09-19

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JAKARTA, JALURINFO,- Tahun depan 2021 pemerintah mencanangkan akan menghadirkan teknologi berupa e-Visa yang tergabung dengan surat bebas corona, sehingga bisa secara cepat mendeteksi penumpang untuk perjalanan internasional

Seperti dikutip pada laman Detik.com Jumat (18/09/2020), wacana ini dihembuskan oleh Achmad Yurianto, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes dalam acara Bincang Santai Virtual: Intip Jurus Jitu Bandara Atasi Penyebaran COVID-19 yang diselenggarakan oleh Indonesian National Air Carriers Association (INACA), Kamis (17/9/2020) malam.

Adapun, terkait eVisa tergabung dengan surat bebas Corona, pemerintah sudah mendalami teknologinya. Nanti, tepatnya di tahun depan, semua bandara bakal memiliki sistemnya.

"Kami sudah mencoba menjajaki tentang teknologi ini. Mudah-mudahan di tahun 2021 semua bandara kita di kantor kesehatan pelabuhan sudah dilengkapi dengan ini," ujar Yuri.

"Kemudian ini sudah dimasukkan ke dalam surat keterangan. Kalau perjalanan itu adalah luar negeri, itu bisa dimasukkan ke dalam eVisa yang bisa dibaca di manapun," tambah dia.

Baca juga: Syarat Baru bagi Penumpang Perjalanan Udara Domestik

Keberadaan teknologi ini, jelas Yuri, bisa mengetahui apakah traveler yang masuk ke Indonesia sudah dilengkapi surat bebas Corona atau belum. Penerapannya nanti untuk gerbang perjalanan internasional.

"Yang sebenarnya dari awal kita sudah tahu di penumpang ini ada sekian yang membawa surat yang masih berlaku untuk negatif realtime PCR atau orang yang belum diperiksa. Sehingga begitu datang di bandara kita sudah bisa menyiapkan itu. Ini untuk perjalanan luar negeri," kata Yuri.

"Kita tidak akan memberikan toleransi apapun. Secara internasional juga akan seperti itu. Untuk yang tidak mau periksa. Karena fasilitas kita siapkan. Waktu tunggu tidak lebih dari tiga jam. Ini disiapkan," tambah dia.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020