Studi Sebut Satu Dosis Vaksin Pfizer Cukup Bagi Orang yang Pernah Terinfeksi Covid-19

Nasional | 2021-08-09

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Vaksin Pfizer
JAKARTA, JALURINFO,- Banyak orang bertanya, apakah setelah sembuh dari Covid-19 masih perlu mendapatkan vaksinasi? Atau apakah setelah sembuh dari Covid-19 tetap harus mendapatkan vaksinasi dua dosis?

Melansir Medical Xpress, sebuah studi kecil baru menemukan, orang yang tahu bahwa mereka terinfeksi SARS-CoV-2 di masa lalu mungkin hanya memerlukan satu dosis suntikan vaksin Pfizer untuk mendapatkan kekebalan yang kuat.

Dr. James Moy, dari divisi alergi dan imunologi Rush University Medical Center di Chicago mengatakan, faktanya kami mengamati tingkat antibodi SARS-CoV-2 yang lebih tinggi pada individu yang sebelumnya terinfeksi Covid-19 dan telah mendapatkan satu dosis vaksin Pfizer, dibandingkan dengan individu yang belum pernah terinfeksi dan telah mendapatkan dua dosis.

Baca juga: Penundaan Pemilu 2024 Disebut Berpotensi Lahirkan Pemimpin Otoriter

Terlebih lagi, dikatakan Moy, mendapatkan vaksinasi dosis kedua vaksin Pfizer pada orang yang sebelumnya terinfeksi Covid-19, nyatanya tidak banyak meningkatkan level antibodi mereka.

“Ini menunjukkan, bahwa satu dosis vaksin cukup dapat meningkatkan level antibodi pada kelompok mereka,” kata peneliti.

Intinya, individu yang sebelumnya terinfeksi Covid-19 yang terdokumentasi, kemungkinan cukup terlindungi dari infeksi ulang setelah mendapatkan dosis vaksin mRNA tunggal - yang mana ini berarti, dapat menambah ketersediaan jutaan dosis vaksin.

Sebagai catatan, studi baru ini kecil — 29 penduduk daerah Chicago dengan kasus infeksi Covid-19 sebelumnya berdasarkan pengujian PCR, dan kelompok lain yang terdiri dari 30 orang tanpa riwayat seperti itu.

Peserta rata-rata berusia 42 tahun, dan sekitar tiga perempatnya adalah wanita.




BERITA TERKAIT

Fadli Zon: Di Negeri Paling Kapitalis, PCR dan Antigen Ternyata Semuanya GRATIS
Usai Dipanggil Jokowi, Menaker Jamin Segera Revisi Aturan JHT
Terungkap Penyebab Langkanya Minyak Goreng, Ternyata Ini Biang Keroknya
Bikin Geleng-Geleng Kepala , Ini Aturan Baru Perpanjang dan Bikin SIM
Mulai 1 Maret 2022, BPJS Jadi Syarat Jual Beli Tanah
JHT Cair di Usia 56 Tahun, Angota DPR Minta Evaluasi
Triliunan Tagihan Covid dari Rumah Sakit Tak Dibayar, Ini Alasan Pemerintah
Mahfud MD Sebut Tindakan Polisi di Desa Wadas Sudah Sesuai Prosedur
Hari Pers Nasional, Presiden Dorong Industri Pers Bertransformasi Cepat
Jenderal Dudung Minta Bahar Smith dan Rizieq Tak Usah Macam-macam

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Studi Sebut Satu Dosis Vaksin Pfizer Cukup Bagi Orang yang Pernah Terinfeksi Covid-19

Nasional | 2021-08-09

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Vaksin Pfizer
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JAKARTA, JALURINFO,- Banyak orang bertanya, apakah setelah sembuh dari Covid-19 masih perlu mendapatkan vaksinasi? Atau apakah setelah sembuh dari Covid-19 tetap harus mendapatkan vaksinasi dua dosis?

Melansir Medical Xpress, sebuah studi kecil baru menemukan, orang yang tahu bahwa mereka terinfeksi SARS-CoV-2 di masa lalu mungkin hanya memerlukan satu dosis suntikan vaksin Pfizer untuk mendapatkan kekebalan yang kuat.

Dr. James Moy, dari divisi alergi dan imunologi Rush University Medical Center di Chicago mengatakan, faktanya kami mengamati tingkat antibodi SARS-CoV-2 yang lebih tinggi pada individu yang sebelumnya terinfeksi Covid-19 dan telah mendapatkan satu dosis vaksin Pfizer, dibandingkan dengan individu yang belum pernah terinfeksi dan telah mendapatkan dua dosis.

Baca juga: Penundaan Pemilu 2024 Disebut Berpotensi Lahirkan Pemimpin Otoriter

Terlebih lagi, dikatakan Moy, mendapatkan vaksinasi dosis kedua vaksin Pfizer pada orang yang sebelumnya terinfeksi Covid-19, nyatanya tidak banyak meningkatkan level antibodi mereka.

“Ini menunjukkan, bahwa satu dosis vaksin cukup dapat meningkatkan level antibodi pada kelompok mereka,” kata peneliti.

Intinya, individu yang sebelumnya terinfeksi Covid-19 yang terdokumentasi, kemungkinan cukup terlindungi dari infeksi ulang setelah mendapatkan dosis vaksin mRNA tunggal - yang mana ini berarti, dapat menambah ketersediaan jutaan dosis vaksin.

Sebagai catatan, studi baru ini kecil — 29 penduduk daerah Chicago dengan kasus infeksi Covid-19 sebelumnya berdasarkan pengujian PCR, dan kelompok lain yang terdiri dari 30 orang tanpa riwayat seperti itu.

Peserta rata-rata berusia 42 tahun, dan sekitar tiga perempatnya adalah wanita.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020