Strategi Penanganan Multibencana

Oleh: Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, ST.M.Phil.

Opini | 2021-01-17

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
Penulis adalah Kepala Pusat Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin, Makassar

JALURINFO.COM, MAKASSAR - Kejadian bencana di Indonesia secara umum mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tahun 2020, terjadi sebanyak lebih 2939 kali bencana di Indonesia. Hal itu berarti rata-rata setiap bulannya terjadi sekitar 245 kali bencana, setiap minggu sekitar 56 kali dan setiap hari 8 kali bencana di Indonesia. Bulan ini masih bulan Januari, tetapi bencana besar sudah terjadi, datang silih berganti dari Banjir Aceh, Gempa Sulawesi Barat, Banjir Kalimantan Selatan, dan Erupsi Semeru. Ini belum termasuk bencana-bencana skala menengah dan kecil lainnya.

Di saat yang sama, kita masih berjuang untuk mengatasi pandemi Covid-19 yang masih terus meningkat. Walaupun vaksinasi telah dimulai, tetapi kita masih belum bisa memastikan kapan pandemi ini akan berakhir. Beberapa ahli bahkan menyimpulkan, kita masih terus akan hidup dengan Covid-19 dalam waktu yang lama.

Sudah bisa dipastikan bahwa konsentrasi penanganan bencana baik itu finansial, sumberdaya manusia sampai dengan kebijakan dimasa pandemi ini di fokuskan untuk Covid-19. Kita tentu saja terus berharap, bahwa bencana alam besar seperti gempa bumi, banjir dan letusan gunungapi lainnya tidak akan terjadi, setidaknya dalam waktu dekat ini.

Baca juga: Sketsa-sketsa

MINYAK GORENG, YANG IKUT “MENGGORENG” BERITA.
Catatan :Syamsu Nur

Namun hal tersebut tentu saja bukan merupakan jaminan, karena tidak ada mekanisme satupun di dunia ini untuk menghentikan terjadinya bencana alam, terutama gempa bumi, tsunami dan letusan gunung api serta kebakaran hutan yang memang berpotensi besar terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

Strategi Penanganan Multibencana <br><br>Oleh: Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, ST.M.Phil.
Penulis, Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, ST.M.Phil., Kepala Pusat Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin, Makassar



BERITA TERKAIT

Tender Kuota Lelang Ikan: Ambisi Oligarki Kuasai Laut Indonesia
Sketsa-sketsa <br><br>WALIKOTA MAKASSAR DAN PROYEK LISTRIK TENAGA SAMPAH  <br>Catatan : Syamsu Nur.
Sketsa-sketsa <div><br></div>PESANTREN dan PERPRES No.82 Thn 2021 <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa <div><br></div>IN MEMORIAM Ir. Haji Fajriaty Muhammadiah General Manajer First Toyota Kalla <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa <div><br></div>LAPAS TERBAKAR, PELAJARAN YANG SANGAT MAHAL <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa <div><br></div>SETELAH MEDSOS, MUNCULLAH MURAL <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa<br><br>Selamat Ultah Alwi Hamu, 77 Tahun<br>Catatan: Syamsu Nur
Sketsa-sketsa:<div><br></div>ISOLASI MANDIRI, BAGAIMANA AMANNYA?<br>Catatan: Syamsu Nur
Memorian M. Taufik Fachrudin: ANAK BAND YG BAIK DAN SUKSES, Catatan: SUWARDI THAHIR
Sketsa-sketsa<div><br></div>TERAS EMPANG PARE-PARE, PROFIL SEMANGAT KEMANDIRIAN EKONOMI<br>Catatan: Syamsu Nur

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  4. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  5. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  6. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  7. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  8. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  9. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

  10. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Strategi Penanganan Multibencana

Oleh: Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, ST.M.Phil.

Opini | 2021-01-17

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

Penulis adalah Kepala Pusat Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin, Makassar

JALURINFO.COM, MAKASSAR - Kejadian bencana di Indonesia secara umum mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tahun 2020, terjadi sebanyak lebih 2939 kali bencana di Indonesia. Hal itu berarti rata-rata setiap bulannya terjadi sekitar 245 kali bencana, setiap minggu sekitar 56 kali dan setiap hari 8 kali bencana di Indonesia. Bulan ini masih bulan Januari, tetapi bencana besar sudah terjadi, datang silih berganti dari Banjir Aceh, Gempa Sulawesi Barat, Banjir Kalimantan Selatan, dan Erupsi Semeru. Ini belum termasuk bencana-bencana skala menengah dan kecil lainnya.

Di saat yang sama, kita masih berjuang untuk mengatasi pandemi Covid-19 yang masih terus meningkat. Walaupun vaksinasi telah dimulai, tetapi kita masih belum bisa memastikan kapan pandemi ini akan berakhir. Beberapa ahli bahkan menyimpulkan, kita masih terus akan hidup dengan Covid-19 dalam waktu yang lama.

Sudah bisa dipastikan bahwa konsentrasi penanganan bencana baik itu finansial, sumberdaya manusia sampai dengan kebijakan dimasa pandemi ini di fokuskan untuk Covid-19. Kita tentu saja terus berharap, bahwa bencana alam besar seperti gempa bumi, banjir dan letusan gunungapi lainnya tidak akan terjadi, setidaknya dalam waktu dekat ini.

Baca juga: Sketsa-sketsa

MINYAK GORENG, YANG IKUT “MENGGORENG” BERITA.
Catatan :Syamsu Nur

Namun hal tersebut tentu saja bukan merupakan jaminan, karena tidak ada mekanisme satupun di dunia ini untuk menghentikan terjadinya bencana alam, terutama gempa bumi, tsunami dan letusan gunung api serta kebakaran hutan yang memang berpotensi besar terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Strategi Penanganan Multibencana <br><br>Oleh: Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, ST.M.Phil.
Penulis, Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, ST.M.Phil., Kepala Pusat Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin, Makassar

Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020