Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

Sketsa-sketsa

SETELAH MEDSOS, MUNCULLAH MURAL
Catatan : Syamsu Nur

Opini | 2021-09-05

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Penulis Sketsa-sketsa, H. Syamsu Nur
MAKASSAR, JALURINFO.COM - Mural dalam bahasa Latin berasal dari kata “Murus” . Artinya dinding. Jadi Mural banyak diartikan sebagai lukisan dinding. Memang kita sering melihat gambar di dinding rumah, dan di tembok pinggir jalan. Sebenarnya Mural adalah model alat komunikasi kuno dari sejak sekian ribu tahun lalu. Tapi kini Mural dibuat lebih estetika dan menambah keindahan. Tapi juga ada bersifat sebagai pesan-pesan. Terutama dalam masa pandemi ini. Pesan pada Mural banyak kita jumpai bagaimana menjaga protokol kesehatan. Misalnya pesan untuk memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Tapi kini, Mural dipakai untuk menyalurkan pesan yang bersifat kritis. Yang dibuat dengan ilustrasi yang berwarna dan menarik. Berbagai mural yang muncul dimana-mana yang bersifat kritis. Antaranya tertulis sbb: “urus saja moralmu, jangan urus moralku”. “Dipaksa sehat di negara yang sakit.” “Dibatasi tidak dikasi nasi.” Banyak lagi contoh pesan yang bernada kritis. Pesan ini disertai dengan ilustrasi yang berwarna warni.

Baca juga: Sketsa-sketsa

MINYAK GORENG, YANG IKUT “MENGGORENG” BERITA.
Catatan :Syamsu Nur

Jadi jelas yang membuat Mural, adalah orang yang berjiwa seni. Jadi ada orang yang hanya tahu nya melukis, tapi ada pemberi ide tentang pesan-pesan yang akan ditampilkan dalam bentuk lukisan dan kata-kata. Dan bisa juga ada sponsor untuk mendanai biaya produksinya. Misalnya, biaya catnya dan tenaga produksinya. Sebenarnya mural ini memerlukan tim kerja, sementara media medsos lebih simpel dan lebih sedikit orangnya bahkan bisa satu orang saja. Di situlah letak bedanya. Cuma sekarang dengan munculnya Mural langsung banyak komentar. Ternyata dampak reaksi masyarakat cukup cepat.




BERITA TERKAIT

Tender Kuota Lelang Ikan: Ambisi Oligarki Kuasai Laut Indonesia
Sketsa-sketsa <br><br>WALIKOTA MAKASSAR DAN PROYEK LISTRIK TENAGA SAMPAH  <br>Catatan : Syamsu Nur.
Sketsa-sketsa <div><br></div>PESANTREN dan PERPRES No.82 Thn 2021 <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa <div><br></div>IN MEMORIAM Ir. Haji Fajriaty Muhammadiah General Manajer First Toyota Kalla <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa <div><br></div>LAPAS TERBAKAR, PELAJARAN YANG SANGAT MAHAL <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa<br><br>Selamat Ultah Alwi Hamu, 77 Tahun<br>Catatan: Syamsu Nur
Sketsa-sketsa:<div><br></div>ISOLASI MANDIRI, BAGAIMANA AMANNYA?<br>Catatan: Syamsu Nur
Memorian M. Taufik Fachrudin: ANAK BAND YG BAIK DAN SUKSES, Catatan: SUWARDI THAHIR
Sketsa-sketsa<div><br></div>TERAS EMPANG PARE-PARE, PROFIL SEMANGAT KEMANDIRIAN EKONOMI<br>Catatan: Syamsu Nur
Sketsa-sketsa<div><br></div>Pantai Beba, Potensi Besar-Miskin Kreasi<br>Catatan: Syamsu Nur

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  4. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  5. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  6. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  7. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  8. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

  9. Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

  10. Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Sketsa-sketsa

SETELAH MEDSOS, MUNCULLAH MURAL
Catatan : Syamsu Nur

Opini | 2021-09-05

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Penulis Sketsa-sketsa, H. Syamsu Nur
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

MAKASSAR, JALURINFO.COM - Mural dalam bahasa Latin berasal dari kata “Murus” . Artinya dinding. Jadi Mural banyak diartikan sebagai lukisan dinding. Memang kita sering melihat gambar di dinding rumah, dan di tembok pinggir jalan. Sebenarnya Mural adalah model alat komunikasi kuno dari sejak sekian ribu tahun lalu. Tapi kini Mural dibuat lebih estetika dan menambah keindahan. Tapi juga ada bersifat sebagai pesan-pesan. Terutama dalam masa pandemi ini. Pesan pada Mural banyak kita jumpai bagaimana menjaga protokol kesehatan. Misalnya pesan untuk memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Tapi kini, Mural dipakai untuk menyalurkan pesan yang bersifat kritis. Yang dibuat dengan ilustrasi yang berwarna dan menarik. Berbagai mural yang muncul dimana-mana yang bersifat kritis. Antaranya tertulis sbb: “urus saja moralmu, jangan urus moralku”. “Dipaksa sehat di negara yang sakit.” “Dibatasi tidak dikasi nasi.” Banyak lagi contoh pesan yang bernada kritis. Pesan ini disertai dengan ilustrasi yang berwarna warni.

Baca juga: Sketsa-sketsa

MINYAK GORENG, YANG IKUT “MENGGORENG” BERITA.
Catatan :Syamsu Nur

Jadi jelas yang membuat Mural, adalah orang yang berjiwa seni. Jadi ada orang yang hanya tahu nya melukis, tapi ada pemberi ide tentang pesan-pesan yang akan ditampilkan dalam bentuk lukisan dan kata-kata. Dan bisa juga ada sponsor untuk mendanai biaya produksinya. Misalnya, biaya catnya dan tenaga produksinya. Sebenarnya mural ini memerlukan tim kerja, sementara media medsos lebih simpel dan lebih sedikit orangnya bahkan bisa satu orang saja. Di situlah letak bedanya. Cuma sekarang dengan munculnya Mural langsung banyak komentar. Ternyata dampak reaksi masyarakat cukup cepat.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020