Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

Sketsa-sketsa

RUMITNYA MASUK SEKOLAH NEGERI
Oleh : Syamsu Nur

Opini | 2020-07-01

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Penulis Opini Sketsa-sketsa, Syamsu Nur
MAKASSAR, JALURINFO,- Mungkin ada baiknya kita "bercermin" kepada kondisi Jakarta. Banyak calon siswa, kini jadi stres. Orang tua jadi pusing bukan kepalang. Anak tidak diterima masuk sekolah negeri karena kalah umur. Ternyata kerja kerasnya untuk mencapai angka maksimal tidak membuahkan hasil. Tahun kemarin sistem zonasi berlaku. Hanya siswa yang domisilinya dekat sekolah diutamakan. Tahun ini bertambah lagi, soal usia. Usia lebih tua lebih diutamakan dibanding nilai kelulusan.

Kita yang di kota besar perlu belajar problem pendidikan Jakarta. Boleh dikata setiap tahun selalu nampak kerumitan di penerimaan siswa baru. Terjadi simpang siur dan protes sana-sini. Suatu saat nanti kota besar lainnya akan mengalami juga kondisi seperti Jakarta.

Baca juga: Sketsa-sketsa

MINYAK GORENG, YANG IKUT “MENGGORENG” BERITA.
Catatan :Syamsu Nur

Pada dasarnya, setiap tahun jumlah calon siswa baru semakin bertambah. Tapi penambahan gedung tidak sebanding dengan peningkatan jumlah siswa baru. Akibatnya daya tampung tidak mencukupi. Terjadilah penolakan siswa baru di mana-mana. Cara menolak dengan cara test ujian, test nilai. Cara ini selalu berubah tiap tahun karena ada saja penyebabnya. Juga pejabat yang silih berganti ikut mempengaruhinya. Inilah faktor kerumitan yang selalu muncul setiap tahunnya.

Kerumitan ini sampai banyak pihak angkat bicara. Bagaimana pun setiap penerimaan siswa baru selalu mengundang polemik. Banyak pihak yang angkat bicara. Orang tua, komisi perlindungan anak, Dinas Pendidikan, anggota DPR dan yang lainnya.




BERITA TERKAIT

Tender Kuota Lelang Ikan: Ambisi Oligarki Kuasai Laut Indonesia
Sketsa-sketsa <br><br>WALIKOTA MAKASSAR DAN PROYEK LISTRIK TENAGA SAMPAH  <br>Catatan : Syamsu Nur.
Sketsa-sketsa <div><br></div>PESANTREN dan PERPRES No.82 Thn 2021 <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa <div><br></div>IN MEMORIAM Ir. Haji Fajriaty Muhammadiah General Manajer First Toyota Kalla <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa <div><br></div>LAPAS TERBAKAR, PELAJARAN YANG SANGAT MAHAL <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa <div><br></div>SETELAH MEDSOS, MUNCULLAH MURAL <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa<br><br>Selamat Ultah Alwi Hamu, 77 Tahun<br>Catatan: Syamsu Nur
Sketsa-sketsa:<div><br></div>ISOLASI MANDIRI, BAGAIMANA AMANNYA?<br>Catatan: Syamsu Nur
Memorian M. Taufik Fachrudin: ANAK BAND YG BAIK DAN SUKSES, Catatan: SUWARDI THAHIR
Sketsa-sketsa<div><br></div>TERAS EMPANG PARE-PARE, PROFIL SEMANGAT KEMANDIRIAN EKONOMI<br>Catatan: Syamsu Nur

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  4. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  5. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  6. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  7. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  8. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

  9. Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

  10. Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Sketsa-sketsa

RUMITNYA MASUK SEKOLAH NEGERI
Oleh : Syamsu Nur

Opini | 2020-07-01

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Penulis Opini Sketsa-sketsa, Syamsu Nur
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

MAKASSAR, JALURINFO,- Mungkin ada baiknya kita "bercermin" kepada kondisi Jakarta. Banyak calon siswa, kini jadi stres. Orang tua jadi pusing bukan kepalang. Anak tidak diterima masuk sekolah negeri karena kalah umur. Ternyata kerja kerasnya untuk mencapai angka maksimal tidak membuahkan hasil. Tahun kemarin sistem zonasi berlaku. Hanya siswa yang domisilinya dekat sekolah diutamakan. Tahun ini bertambah lagi, soal usia. Usia lebih tua lebih diutamakan dibanding nilai kelulusan.

Kita yang di kota besar perlu belajar problem pendidikan Jakarta. Boleh dikata setiap tahun selalu nampak kerumitan di penerimaan siswa baru. Terjadi simpang siur dan protes sana-sini. Suatu saat nanti kota besar lainnya akan mengalami juga kondisi seperti Jakarta.

Baca juga: Sketsa-sketsa

MINYAK GORENG, YANG IKUT “MENGGORENG” BERITA.
Catatan :Syamsu Nur

Pada dasarnya, setiap tahun jumlah calon siswa baru semakin bertambah. Tapi penambahan gedung tidak sebanding dengan peningkatan jumlah siswa baru. Akibatnya daya tampung tidak mencukupi. Terjadilah penolakan siswa baru di mana-mana. Cara menolak dengan cara test ujian, test nilai. Cara ini selalu berubah tiap tahun karena ada saja penyebabnya. Juga pejabat yang silih berganti ikut mempengaruhinya. Inilah faktor kerumitan yang selalu muncul setiap tahunnya.

Kerumitan ini sampai banyak pihak angkat bicara. Bagaimana pun setiap penerimaan siswa baru selalu mengundang polemik. Banyak pihak yang angkat bicara. Orang tua, komisi perlindungan anak, Dinas Pendidikan, anggota DPR dan yang lainnya.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020