Sketsa- sketsa

MENOLAK RAPID TEST DAN MERAMPAS MAYAT COVID 19, GEJALA APA ITU?
Oleh : Syamsu Nur

Opini | 2020-06-09

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Foto Sketsa Penulis, Syamsu Nur
MAKASSAR , JALURINFO.COM,- Inilah gejala yang muncul di masyarakat yang membuat kita geleng kepala. Bagaimana tidak, kasus pertama, di Sulsel, ada kelompok masyarakat yang ramai-ramai menolak RAPID TEST. Padahal RAPID TEST adalah untuk mengetahui apakah masyarakat ada tanda penularan virus Corona atau cavid19. Dilakukan secara gratis dan ini usaha untuk menghambat penularan. Kasus kedua, muncul yang akan mengambil paksa mayat keluarga sementara belum selesai hasil pemeriksaan TEST lab nya. Bayangkan yang dibawa paksa ramai-ramai, ternyata hasil lab nya menunjukan positif Corona. Akibatnya, berapa banyak orang yang bisa tertular lagi. Kasus ketiga, ada kelompok masyarakat yang menolak penguburan mayat covid1-19 di wilayahnya yang dianggap dekat pemukiman. Menjadi pertanyaan, gejala apa ini semua?

Baca juga: Sketsa-sketsa

MINYAK GORENG, YANG IKUT “MENGGORENG” BERITA.
Catatan :Syamsu Nur

Harus dimaklumi, Sulsel sekarang termasuk daerah yang disorot. Soalnya jumlah kasus orang yang terinfeksi covid19 semakin meningkat saja. Maka Sulsel masuk kategori wilayah merah penyebaran virus covid19. Sulsel memang dari awal sudah masuk 4 besar jumlah korbannya. Akibatnya soal PSBB yang mau dilonggarkan dan menuju normal baru, menjadi pertimbangan. Dia berada diantara ya dan tidak. Kini sudah banyak yang menderita karena kasus ini. Termasuk dokter banyak yang beristirahat melakukan praktek. Ini tindakan menghindari penularan.




BERITA TERKAIT

Tender Kuota Lelang Ikan: Ambisi Oligarki Kuasai Laut Indonesia
Sketsa-sketsa <br><br>WALIKOTA MAKASSAR DAN PROYEK LISTRIK TENAGA SAMPAH  <br>Catatan : Syamsu Nur.
Sketsa-sketsa <div><br></div>PESANTREN dan PERPRES No.82 Thn 2021 <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa <div><br></div>IN MEMORIAM Ir. Haji Fajriaty Muhammadiah General Manajer First Toyota Kalla <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa <div><br></div>LAPAS TERBAKAR, PELAJARAN YANG SANGAT MAHAL <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa <div><br></div>SETELAH MEDSOS, MUNCULLAH MURAL <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa<br><br>Selamat Ultah Alwi Hamu, 77 Tahun<br>Catatan: Syamsu Nur
Sketsa-sketsa:<div><br></div>ISOLASI MANDIRI, BAGAIMANA AMANNYA?<br>Catatan: Syamsu Nur
Memorian M. Taufik Fachrudin: ANAK BAND YG BAIK DAN SUKSES, Catatan: SUWARDI THAHIR
Sketsa-sketsa<div><br></div>TERAS EMPANG PARE-PARE, PROFIL SEMANGAT KEMANDIRIAN EKONOMI<br>Catatan: Syamsu Nur

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Sketsa- sketsa

MENOLAK RAPID TEST DAN MERAMPAS MAYAT COVID 19, GEJALA APA ITU?
Oleh : Syamsu Nur

Opini | 2020-06-09

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Foto Sketsa Penulis, Syamsu Nur
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

MAKASSAR , JALURINFO.COM,- Inilah gejala yang muncul di masyarakat yang membuat kita geleng kepala. Bagaimana tidak, kasus pertama, di Sulsel, ada kelompok masyarakat yang ramai-ramai menolak RAPID TEST. Padahal RAPID TEST adalah untuk mengetahui apakah masyarakat ada tanda penularan virus Corona atau cavid19. Dilakukan secara gratis dan ini usaha untuk menghambat penularan. Kasus kedua, muncul yang akan mengambil paksa mayat keluarga sementara belum selesai hasil pemeriksaan TEST lab nya. Bayangkan yang dibawa paksa ramai-ramai, ternyata hasil lab nya menunjukan positif Corona. Akibatnya, berapa banyak orang yang bisa tertular lagi. Kasus ketiga, ada kelompok masyarakat yang menolak penguburan mayat covid1-19 di wilayahnya yang dianggap dekat pemukiman. Menjadi pertanyaan, gejala apa ini semua?

Baca juga: Sketsa-sketsa

MINYAK GORENG, YANG IKUT “MENGGORENG” BERITA.
Catatan :Syamsu Nur

Harus dimaklumi, Sulsel sekarang termasuk daerah yang disorot. Soalnya jumlah kasus orang yang terinfeksi covid19 semakin meningkat saja. Maka Sulsel masuk kategori wilayah merah penyebaran virus covid19. Sulsel memang dari awal sudah masuk 4 besar jumlah korbannya. Akibatnya soal PSBB yang mau dilonggarkan dan menuju normal baru, menjadi pertimbangan. Dia berada diantara ya dan tidak. Kini sudah banyak yang menderita karena kasus ini. Termasuk dokter banyak yang beristirahat melakukan praktek. Ini tindakan menghindari penularan.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020