Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

Sketsa-sketsa
([email protected])

BERLEBARAN DI MASA PANDEMI COVID-19
Catatan : Syamsu Nur

Opini | 2021-05-04

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Penulis Sketsa-sketsa, H. Syamsu Nur
MAKASSAR, JALURINFO.COM - Sudah dua kali kita berlebaran Idul Fitri dalam suasana pandemi. Tahun ini ada aturan larangan mudik seminggu sebelum lebaran. Padahal mudik lebaran adalah impian setiap perantau. Tidak ada suasana indah bisa dirasakan, kecuali berlebaran di tanah kelahiran, di tengah keluarga dekat, orang tua dan teman sepermainan di masa kecil. Impian itu tetap impian, karena anjuran lebaran di rumah saja. Anjuran juga bukan sekedar anjuran biasa, tapi sudah bersifat wajib hukumnya. Bahkan disiapkan Polisi untuk menjaga perbatasan kota. Penjagaan bukan main-main, sangsi bagi pelanggar akan diberlakukan. Di balik itu, ada juga anjuran membolehkan shalat idul fitri di lapangan dan masjid dengan memperhatikan protokol kesehatan. Yang ini kondisinya sedikit longgar dibanding tahun lalu. Sedangkan soal mudik tahun ini lebih ketat dibanding tahun lalu. Berita mengganasnya covid 19 di India membuat kita di Indonesia jadi bersiap siaga dan waspada.

Baca juga: Sketsa-sketsa

MINYAK GORENG, YANG IKUT “MENGGORENG” BERITA.
Catatan :Syamsu Nur

Suasana pandemi ini, juga membawa suasana menjadi lain. Di bulan puasa ini, “buka puasa” bersama menjadi kurang. Biasanya undangan berbuka puasa selalu ada setiap hari. Namun kini, hal itu tidak terasa lagi. Berbuka puasa di rumah saja, bersama keluarga, anak atau cucu. Begitu juga suasana lebaran terjadi perubahan. Saling mengunjungi antar sahabat dan handai tolan, menjadi sepi. Acara halal bi halal juga tidak ramai lagi. Maka permintaan maaf dan silaturahmi cukup lewat media sosial saja.




BERITA TERKAIT

Tender Kuota Lelang Ikan: Ambisi Oligarki Kuasai Laut Indonesia
Sketsa-sketsa <br><br>WALIKOTA MAKASSAR DAN PROYEK LISTRIK TENAGA SAMPAH  <br>Catatan : Syamsu Nur.
Sketsa-sketsa <div><br></div>PESANTREN dan PERPRES No.82 Thn 2021 <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa <div><br></div>IN MEMORIAM Ir. Haji Fajriaty Muhammadiah General Manajer First Toyota Kalla <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa <div><br></div>LAPAS TERBAKAR, PELAJARAN YANG SANGAT MAHAL <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa <div><br></div>SETELAH MEDSOS, MUNCULLAH MURAL <br>Catatan : Syamsu Nur
Sketsa-sketsa<br><br>Selamat Ultah Alwi Hamu, 77 Tahun<br>Catatan: Syamsu Nur
Sketsa-sketsa:<div><br></div>ISOLASI MANDIRI, BAGAIMANA AMANNYA?<br>Catatan: Syamsu Nur
Memorian M. Taufik Fachrudin: ANAK BAND YG BAIK DAN SUKSES, Catatan: SUWARDI THAHIR
Sketsa-sketsa<div><br></div>TERAS EMPANG PARE-PARE, PROFIL SEMANGAT KEMANDIRIAN EKONOMI<br>Catatan: Syamsu Nur

TERPOPULER

  1. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

  2. Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

  3. Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah

  4. Presiden PSG Ngamuk Ancam Bunuh Staf Madrid

  5. Video Pengambilan Sumpah Jabatan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur Sulsel

  6. Kapal Kargo Tenggelam, Angkut Ribuan Mobil Mewah

  7. Indonesia Dukung Resolusi PBB Soal Invasi Rusia ke Ukraina

  8. Penundaan Pemilu 2024 Disebut Berpotensi Lahirkan Pemimpin Otoriter

  9. DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

  10. Update Perang Rusia-Ukraina, Ukraina Laporkan 137 Kematian

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Sketsa-sketsa
([email protected])

BERLEBARAN DI MASA PANDEMI COVID-19
Catatan : Syamsu Nur

Opini | 2021-05-04

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Penulis Sketsa-sketsa, H. Syamsu Nur
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

MAKASSAR, JALURINFO.COM - Sudah dua kali kita berlebaran Idul Fitri dalam suasana pandemi. Tahun ini ada aturan larangan mudik seminggu sebelum lebaran. Padahal mudik lebaran adalah impian setiap perantau. Tidak ada suasana indah bisa dirasakan, kecuali berlebaran di tanah kelahiran, di tengah keluarga dekat, orang tua dan teman sepermainan di masa kecil. Impian itu tetap impian, karena anjuran lebaran di rumah saja. Anjuran juga bukan sekedar anjuran biasa, tapi sudah bersifat wajib hukumnya. Bahkan disiapkan Polisi untuk menjaga perbatasan kota. Penjagaan bukan main-main, sangsi bagi pelanggar akan diberlakukan. Di balik itu, ada juga anjuran membolehkan shalat idul fitri di lapangan dan masjid dengan memperhatikan protokol kesehatan. Yang ini kondisinya sedikit longgar dibanding tahun lalu. Sedangkan soal mudik tahun ini lebih ketat dibanding tahun lalu. Berita mengganasnya covid 19 di India membuat kita di Indonesia jadi bersiap siaga dan waspada.

Baca juga: Sketsa-sketsa

MINYAK GORENG, YANG IKUT “MENGGORENG” BERITA.
Catatan :Syamsu Nur

Suasana pandemi ini, juga membawa suasana menjadi lain. Di bulan puasa ini, “buka puasa” bersama menjadi kurang. Biasanya undangan berbuka puasa selalu ada setiap hari. Namun kini, hal itu tidak terasa lagi. Berbuka puasa di rumah saja, bersama keluarga, anak atau cucu. Begitu juga suasana lebaran terjadi perubahan. Saling mengunjungi antar sahabat dan handai tolan, menjadi sepi. Acara halal bi halal juga tidak ramai lagi. Maka permintaan maaf dan silaturahmi cukup lewat media sosial saja.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020