Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

Setelah TikTok kini WeChat yang Dianggap Mengancam oleh Trump

Teknologi | 2020-08-17

© Disediakan oleh Jalurinfo.com US President Trumps says WeChat is a threat to Americas national security
WASHINGTON, JALURINFO,- Bagi perantauan China di seluruh dunia, WeChat itu lebih dari sebuah aplikasi percakapan: aplikasi ini kerap menjadi saluran utama untuk tetap berhubungan dengan teman-teman dan keluarga di kampung halaman.

Keputusan Presiden AS Donald Trump akhir pekan lalu yang memerintahkan perusahaan Amerika untuk menghentikan bisnisnya dengan WeChat telah memicu gelombang kejutan.

"WeChat telah menjadi sarana "itu" bagi orang-orang yang berbahasa Mandarin, tak peduli di mana pun kamu berada di seluruh dunia," kata seorang warga Shanghai kepada BBC.

Aplikasi dengan jutaan pengguna ini pada dasarnya adalah sebuah platform jejaring sosial, tapi bisa juga digunakan untuk berbagai aktivitas harian seperti berbelanja, bermain gim, dan bahkan kencan.

Tapi WeChat dinilai memiliki sisi politis. WeChat dilihat sebagai sebuah instrumen kunci dari aparat pengawasan internal China.

Dalam sebuah perintah eksekutif, Presiden Trump menandai WeChat sebagai sebuah ancaman bagi keamanan nasional Amerika Serikat dan menuduh aplikasi ini mengumpulkan "slot yang luas" dari data pengguna, mengancam data pribadi dan hak milik informasi warga Amerika.

Baca juga: Hubungkan Indonesia-Australia-AS, Indosat Bangun Kabel Bawah Laut 18.000 Km

Bos WeChat, TenCent, diperintahkan untuk menjual apllikasi ini pada pertengahan September nanti atau akan menghadapi larangan untuk beroperasi di Amerika.

Di sisi lain, langkah memblokir WeChat, merupakan contoh yang menonjol dari inovasi teknologi China yang dilihat oleh banyak warga China sebagai sebuah serangan terhadap budaya, rakyat dan negara mereka. Menanggapi kebijakan Trump, kementerian luar negeri China menuduh Amerika menggunakan alasan keamanan nasional sebagai kedok untuk menundukkan China.

Warga China yang merantau di AS terkejut dengan langkah ini, dan banyak orang khawatir - bukan hanya mengenai berhubungan dengan orang-orang yang dicintai, tapi ini terkait dengan hubungan China dan Amerika.

Menghancurkan angan-angan

Jennie, 21 tahun, adalah mahasiswa di Universitas California dan mengetahui kebijakan ini saat menggunakan WeChat.

"Pada awalnya saya tidak percaya bahwa itu benar," katanya kepada BBC. "Kemudian saya sangat marah."




BERITA TERKAIT

NASA Jabarkan Perkembangan Stasiun Luar Angkasa Internasional
Begini Cara Tambah Alamat di Google Maps Lewat PC dan HP
Kiamat Sudah Dekat! Elon Musk Bangun Bahtera Nabi Nuh
Kisah Pria Lamongan Rakit Pesawat Sendiri, Belajar dari Alaska
Jokowi Optimistis Indonesia Bisa Jadi Raksasa Digital Setelah Cina-India
3 Minggu Lagi, WhatsApp Tak Bisa Dipakai Lagi di Handphone Ini
Facebook Down, Mark Zuckerberg Rugi Hampir Rp 100 Triliun
Pengguna Signal dan Telegram Melonjak Usai WhatsApp Down
WhatsApp, Instagram, dan Facebook Tumbang, Ini Kata Mark Zuckerberg
Daftar Wilayah yang Diselimuti Sinyal 5G di Indonesia

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  4. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  5. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  6. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  7. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  8. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

  9. Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

  10. Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Setelah TikTok kini WeChat yang Dianggap Mengancam oleh Trump

Teknologi | 2020-08-17

© Disediakan oleh Jalurinfo.com US President Trumps says WeChat is a threat to Americas national security
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

WASHINGTON, JALURINFO,- Bagi perantauan China di seluruh dunia, WeChat itu lebih dari sebuah aplikasi percakapan: aplikasi ini kerap menjadi saluran utama untuk tetap berhubungan dengan teman-teman dan keluarga di kampung halaman.

Keputusan Presiden AS Donald Trump akhir pekan lalu yang memerintahkan perusahaan Amerika untuk menghentikan bisnisnya dengan WeChat telah memicu gelombang kejutan.

"WeChat telah menjadi sarana "itu" bagi orang-orang yang berbahasa Mandarin, tak peduli di mana pun kamu berada di seluruh dunia," kata seorang warga Shanghai kepada BBC.

Aplikasi dengan jutaan pengguna ini pada dasarnya adalah sebuah platform jejaring sosial, tapi bisa juga digunakan untuk berbagai aktivitas harian seperti berbelanja, bermain gim, dan bahkan kencan.

Tapi WeChat dinilai memiliki sisi politis. WeChat dilihat sebagai sebuah instrumen kunci dari aparat pengawasan internal China.

Dalam sebuah perintah eksekutif, Presiden Trump menandai WeChat sebagai sebuah ancaman bagi keamanan nasional Amerika Serikat dan menuduh aplikasi ini mengumpulkan "slot yang luas" dari data pengguna, mengancam data pribadi dan hak milik informasi warga Amerika.

Baca juga: Hubungkan Indonesia-Australia-AS, Indosat Bangun Kabel Bawah Laut 18.000 Km

Bos WeChat, TenCent, diperintahkan untuk menjual apllikasi ini pada pertengahan September nanti atau akan menghadapi larangan untuk beroperasi di Amerika.

Di sisi lain, langkah memblokir WeChat, merupakan contoh yang menonjol dari inovasi teknologi China yang dilihat oleh banyak warga China sebagai sebuah serangan terhadap budaya, rakyat dan negara mereka. Menanggapi kebijakan Trump, kementerian luar negeri China menuduh Amerika menggunakan alasan keamanan nasional sebagai kedok untuk menundukkan China.

Warga China yang merantau di AS terkejut dengan langkah ini, dan banyak orang khawatir - bukan hanya mengenai berhubungan dengan orang-orang yang dicintai, tapi ini terkait dengan hubungan China dan Amerika.

Menghancurkan angan-angan

Jennie, 21 tahun, adalah mahasiswa di Universitas California dan mengetahui kebijakan ini saat menggunakan WeChat.

"Pada awalnya saya tidak percaya bahwa itu benar," katanya kepada BBC. "Kemudian saya sangat marah."

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020