Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

Sengketa Perairan Mediterania Timur dengan Turki, Yunani Perkuat Militer

Sengketa Perairan Mediterania Timur dengan Turki, Yunani Perkuat Militer

Internasional | 2020-09-09

Internasional | 2020-09-10

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi
© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi
JALURINFO,- Pemerintah Yunani dilaporkan berencana menambah persenjataan baru, menambah pengerahan tentara, dan mengembangkan industri pertahanan dalam negeri akibat sengketa eksplorasi migas dengan Turki di perairan Mediterania Timur.

Hal itu memicu kekhawatiran bahwa konflik terbuka akan pecah antara kedua negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tersebut.

"Pemimpin Turki hampir setiap hari menyatakan ancaman perang dan membuat pernyataan provokatif terhadap Yunani," ujar Juru Bicara Pemerintah Yunani, Stelios Petsas, seperti dilansir Associated Press, Rabu (9/9).

"Kami menanggapinya dengan kesiapan politik, diplomatik, dan operasional, (kami) bertekad untuk melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi hak kedaulatan kami," lanjutnya.

Petsas mengatakan Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, akan mengumumkan rincian rencana untuk penguatan militer dalam pidato terkait keadaan ekonomi tahunan pada Sabtu mendatang.

Media massa Yunani melaporkan pemerintah membidik sejumlah proyek pengadaan, antara lain rencana pembelian jet tempur Rafale dan setidaknya satu kapal perang kelas fregat buatan Prancis. Petsas mengatakan, Mitsotakis akan bertemu dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada Kamis besok di sela-sela pertemuan di Corsica negara-negara Mediterania Uni Eropa.

Turki beserta Yunani dan Siprus bertikai atas hak eksploitasi minyak dan gas di Laut Mediterania timur. Yunani dan Turki telah mengerahkan angkatan laut dan udara untuk unjuk kekuatan.
JALURINFO,- Pemerintah Yunani dilaporkan berencana menambah persenjataan baru, menambah pengerahan tentara, dan mengembangkan industri pertahanan dalam negeri akibat sengketa eksplorasi migas dengan Turki di perairan Mediterania Timur.

Hal itu memicu kekhawatiran bahwa konflik terbuka akan pecah antara kedua negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tersebut.

"Pemimpin Turki hampir setiap hari menyatakan ancaman perang dan membuat pernyataan provokatif terhadap Yunani," ujar Juru Bicara Pemerintah Yunani, Stelios Petsas, seperti dilansir Associated Press, Rabu (9/9).

"Kami menanggapinya dengan kesiapan politik, diplomatik, dan operasional, (kami) bertekad untuk melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi hak kedaulatan kami," lanjutnya.

Petsas mengatakan Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, akan mengumumkan rincian rencana untuk penguatan militer dalam pidato terkait keadaan ekonomi tahunan pada Sabtu mendatang.

Media massa Yunani melaporkan pemerintah membidik sejumlah proyek pengadaan, antara lain rencana pembelian jet tempur Rafale dan setidaknya satu kapal perang kelas fregat buatan Prancis. Petsas mengatakan, Mitsotakis akan bertemu dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada Kamis besok di sela-sela pertemuan di Corsica negara-negara Mediterania Uni Eropa.

Turki beserta Yunani dan Siprus bertikai atas hak eksploitasi minyak dan gas di Laut Mediterania timur. Yunani dan Turki telah mengerahkan angkatan laut dan udara untuk unjuk kekuatan.

Baca juga: Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

Pada Senin lalu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyebut angkatan bersenjata Yunani "bobrok" dan meminta Athena untuk berdialog dengan Turki. Dia juga mengkritik Uni Eropa yang mendukung Yunani dalam perselisihan tersebut.

"Saya menyarankan mereka, yang alih-alih duduk di sekitar meja bersama kami (berdialog), (tapi justru) menunjukkan pembangkangan dengan pasukan militer mereka yang bobrok untuk secara berhati-hati memeriksa upaya kami selama empat tahun terakhir," kata Erdogan setelah pertemuan kabinet.

Pada Senin lalu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyebut angkatan bersenjata Yunani "bobrok" dan meminta Athena untuk berdialog dengan Turki. Dia juga mengkritik Uni Eropa yang mendukung Yunani dalam perselisihan tersebut.

"Saya menyarankan mereka, yang alih-alih duduk di sekitar meja bersama kami (berdialog), (tapi justru) menunjukkan pembangkangan dengan pasukan militer mereka yang bobrok untuk secara berhati-hati memeriksa upaya kami selama empat tahun terakhir," kata Erdogan setelah pertemuan kabinet.





BERITA TERKAIT

VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia
VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia
VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina
VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas
VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia
Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya
Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah
Kapal Kargo Tenggelam, Angkut Ribuan Mobil Mewah

Internasional

Kapal Kargo Tenggelam, Angkut Ribuan Mobil Mewah

dibaca 16668 kali
Indonesia Dukung Resolusi PBB Soal Invasi Rusia ke Ukraina
Update Perang Rusia-Ukraina, Ukraina Laporkan 137 Kematian

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  4. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  5. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  6. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  7. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  8. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

  9. Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

  10. Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Sengketa Perairan Mediterania Timur dengan Turki, Yunani Perkuat Militer

Sengketa Perairan Mediterania Timur dengan Turki, Yunani Perkuat Militer

Internasional | 2020-09-09

Internasional | 2020-09-10

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi
© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JALURINFO,- Pemerintah Yunani dilaporkan berencana menambah persenjataan baru, menambah pengerahan tentara, dan mengembangkan industri pertahanan dalam negeri akibat sengketa eksplorasi migas dengan Turki di perairan Mediterania Timur.

Hal itu memicu kekhawatiran bahwa konflik terbuka akan pecah antara kedua negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tersebut.

"Pemimpin Turki hampir setiap hari menyatakan ancaman perang dan membuat pernyataan provokatif terhadap Yunani," ujar Juru Bicara Pemerintah Yunani, Stelios Petsas, seperti dilansir Associated Press, Rabu (9/9).

"Kami menanggapinya dengan kesiapan politik, diplomatik, dan operasional, (kami) bertekad untuk melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi hak kedaulatan kami," lanjutnya.

Petsas mengatakan Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, akan mengumumkan rincian rencana untuk penguatan militer dalam pidato terkait keadaan ekonomi tahunan pada Sabtu mendatang.

Media massa Yunani melaporkan pemerintah membidik sejumlah proyek pengadaan, antara lain rencana pembelian jet tempur Rafale dan setidaknya satu kapal perang kelas fregat buatan Prancis. Petsas mengatakan, Mitsotakis akan bertemu dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada Kamis besok di sela-sela pertemuan di Corsica negara-negara Mediterania Uni Eropa.

Turki beserta Yunani dan Siprus bertikai atas hak eksploitasi minyak dan gas di Laut Mediterania timur. Yunani dan Turki telah mengerahkan angkatan laut dan udara untuk unjuk kekuatan.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JALURINFO,- Pemerintah Yunani dilaporkan berencana menambah persenjataan baru, menambah pengerahan tentara, dan mengembangkan industri pertahanan dalam negeri akibat sengketa eksplorasi migas dengan Turki di perairan Mediterania Timur.

Hal itu memicu kekhawatiran bahwa konflik terbuka akan pecah antara kedua negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tersebut.

"Pemimpin Turki hampir setiap hari menyatakan ancaman perang dan membuat pernyataan provokatif terhadap Yunani," ujar Juru Bicara Pemerintah Yunani, Stelios Petsas, seperti dilansir Associated Press, Rabu (9/9).

"Kami menanggapinya dengan kesiapan politik, diplomatik, dan operasional, (kami) bertekad untuk melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi hak kedaulatan kami," lanjutnya.

Petsas mengatakan Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, akan mengumumkan rincian rencana untuk penguatan militer dalam pidato terkait keadaan ekonomi tahunan pada Sabtu mendatang.

Media massa Yunani melaporkan pemerintah membidik sejumlah proyek pengadaan, antara lain rencana pembelian jet tempur Rafale dan setidaknya satu kapal perang kelas fregat buatan Prancis. Petsas mengatakan, Mitsotakis akan bertemu dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada Kamis besok di sela-sela pertemuan di Corsica negara-negara Mediterania Uni Eropa.

Turki beserta Yunani dan Siprus bertikai atas hak eksploitasi minyak dan gas di Laut Mediterania timur. Yunani dan Turki telah mengerahkan angkatan laut dan udara untuk unjuk kekuatan.

Baca juga: Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

Pada Senin lalu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyebut angkatan bersenjata Yunani "bobrok" dan meminta Athena untuk berdialog dengan Turki. Dia juga mengkritik Uni Eropa yang mendukung Yunani dalam perselisihan tersebut.

"Saya menyarankan mereka, yang alih-alih duduk di sekitar meja bersama kami (berdialog), (tapi justru) menunjukkan pembangkangan dengan pasukan militer mereka yang bobrok untuk secara berhati-hati memeriksa upaya kami selama empat tahun terakhir," kata Erdogan setelah pertemuan kabinet.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Pada Senin lalu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyebut angkatan bersenjata Yunani "bobrok" dan meminta Athena untuk berdialog dengan Turki. Dia juga mengkritik Uni Eropa yang mendukung Yunani dalam perselisihan tersebut.

"Saya menyarankan mereka, yang alih-alih duduk di sekitar meja bersama kami (berdialog), (tapi justru) menunjukkan pembangkangan dengan pasukan militer mereka yang bobrok untuk secara berhati-hati memeriksa upaya kami selama empat tahun terakhir," kata Erdogan setelah pertemuan kabinet.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020