Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

POLITIK & PILKADA

Bertemu Pendukungnya di Makassar, Anies: Jangan " Azan sebelum Waktunya "

Jelang Uji Kelayakan dan Kepatutan, Dua Kandidat Ketua Demokrat Sulsel Perang Opini

Jelang Musda Demokrat, Dua Kandidat Saling Klaim Kantongi Dukungan

NH Deklarasikan Diri Maju Pilgub Sulsel, Begini Kata Pengamat

Tak Terima Diberhentikan dari Partai, Kader Gerindra Gugat Prabowo Rp 501 M

OLAHRAGA

  1. Persiapan Hadapi Timor Leste, STY Panggil 27 Pemain

  2. Usai Kontrak Di Juventus Berakhir, Kemana Dybala Akan Berlabuh?

  3. Ditanya Deddy Corbuzier Kebiasaan Buruk Pemain Timnas Indonesia, Shin Tae Yong Jawab Ini

  4. Seberapa Besar Peluang Mesut Ozil Gabung RANS Cilegon? Ini Menurut Data Transfermarkt

  5. Ini Pemain Asing yang Dikabarkan Bergabung ke PSM Makassar Musim Ini

  6. Ferdinand Sinaga dan Joop Gall Tiba di Makassar

  7. Shin Tae Yong Makin Populer di Medsos Usai Piala AFF 2020

SELEBRITI

Dianggap Penebar Kebencian, Petisi Boikot Nikita Mirzani Muncul

Ini Unggahan Vanessa Sebelum Kecelakaan, Isyarat Sebelum Meninggal?

Kecelakaan di Tol Nganjuk, Vanessa Angel dan Suami Meninggal

Bakal Dilaporkan Gegara Bacaan Salat, Nikita Mirzani Merespons Begini

Sepakat Bercerai, Fakta Rumah Tangga Ririn Dwi Ariyanti dan Aldi Bragi Terungkap

HUKUM & KRIMINAL

  1. Shabu Marak Sat Res Narkoba Polres Enrekang Gencar Bekuk Pelaku

  2. Tersangka RS Batua Dilimpahkan ke Kejati Sulsel

  3. VIDEO: Polda Sulsel Ringkus Sindikat Penjualan Daging Penyu Hijau

  4. Polda Sulsel Ringkus Sindikat Penjualan Daging Penyu Hijau

  5. Video: Ini Tampang Pemuda yang Aniaya Imam Masjid di Luwu hingga Tewas

Sebut Vonis Hakim Tak Sesuai Pledoi, Pengacara Minta Edy Rahmat Dibebaskan

Hukum & Kriminal | 2021-11-29

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Edy Rahmat (kanan atas) terdakwa kasus suap dan gratifikasi proyek infrastruktur di Sulsel divonis empat tahun oleh majelis hakim pengadilan Negeri Makassar, Senin, 29 November 2021
MAKASSAR, JALURINFO,- Edy Rahmat divonis empat tahun penjara dan denda Rp200 juta oleh majelis hakim PN Makassar.

Dia terlibat dan berperan sebagai perantara suap antara terpidana Agung Sucipto kepada Gubernur Sulsel non aktif, Nurdin Abdullah.

Vonis itu dianggap sangat bertentangan dengan pledoi yang ia bacakan pekan lalu. Edi mengaku hanya mengikuti perintah atasannya, yakni Nurdin Abdullah selaku Gubernur Sulsel saat itu.

Sehingga, Edy tak bisa menolak perintah dari atasannya itu. Dalam pledoi, Edy pun meminta dibebaskan.

Baca juga: Shabu Marak Sat Res Narkoba Polres Enrekang Gencar Bekuk Pelaku

“Apa yang disebutkan, bertentangan dengan pledoi kami yang sudah dijelaskan tentang fakta pernyataan saksi dan apa yang sebenarnya di lapangan. Itu. 100 persen bertentangan dengan pledoi kami. Mestinya Edy bebas. Begitu,” kata penasehat hukum terdakwa Edy, Abdimanaf Mursaid, Senin (29/11/2021).

Pihaknya juga belum memikirkan lebih jauh soal pengajuan banding atas putusan yang dibacakan oleh majelis hakim PN Makassar, Ibrahim Palino.

“Kami koordinasi dulu dengan terdakwa,” singkatnya.




BERITA TERKAIT

Polda Sulsel Ringkus Sindikat Penjualan Daging Penyu Hijau
Video: Ini Tampang Pemuda yang Aniaya Imam Masjid di Luwu hingga Tewas
Breaking News: Video Bentrok Ormas Pecah di Kawasan Kota Lama Kendari
Dugaan Korupsi Dana Bonus Pegawai 2017-2019, Kejati Sulsel “Obok-obok” Kantor PDAM Makassar
Skuad Indonesia Kelelahan Usai Hadapi Kamboja, Ini Kata Shin Tae Yong
Selamatkan Uang Negara Rp40 Miliar, Polda Sulsel Terima Penghargaan KPK
Menyerang Petugas, Bandar Narkoba di Pinrang Dihadiahi Timah Panas
Disebut Salah Satu Kader Terbaik PAN, Hatta Rahman Didorong  Jadi Wagub Sulsel
Hakim Jatuhkan Vonis Nurdin Abdullah, Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa
Hoaks,

Hukum & Kriminal

Hoaks, "SM" Tuding Kades Pabentengang Korupsi DD

dibaca 9558 kali

TERPOPULER

  1. Ketua Komisi III DPRD Sayangkan Pernyataan Kepala KSOP Kendari

  2. Monopoli Bongkar Muat Terus Dilakukan, FPBNI: Kajati dan KPK Segera Periksa KSOP Bungkutoko dan Pelindo Kendari

  3. FNBI: Arogansi Letkol Marinir Agus Winartono Sama Saja Menyuruh Buruh Mati Biar Ketemu Tuhan

  4. Bikin Geram Warga, Letkol Marinir Agus Winarto Minta Dilaporkan Ke Tuhan Yang Maha Esa

  5. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  6. VIDEO: Akibat Ditikam Suami, Guru GPAI SMPN 12 Konsel Meninggal Dunia

  7. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  8. Usai Kontrak Di Juventus Berakhir, Kemana Dybala Akan Berlabuh?

  9. Dijatuhkan Sanksi Oleh Joe Biden, Korea Utara Sebut Amerika Seperti Gangster

  10. Mobil Pete-pete Terbakar di Fly Over Makassar

RELIGI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

Lantunan Shalawat Nabi oleh Ust Salman Amrillah di Muktamar NU Lampung

Pembacaan Ayat Suci Al-Quran oleh Qori Terbaik Salman Amrillah di Pembukaan Muktamar NU Lampung

EKONOMI

  1. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  2. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  3. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  4. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

  5. Respon Jubir Erick Thohir Soal Garuda Bakal Diganti Pelita Air

  6. Pemprov Sulsel Sosialisasi Pembebasan Lahan Tol MNP

  7. Syarat Naik Pesawat Wajib PCR Dianggap Beratkan Warga

  8. Penumpang Pesawat Wajib PCR, Indef: Ancaman Kebangkrutan Garuda Semakin Besar

  9. Simak harga emas hari ini di Pegadaian, Kamis 21 Oktober 2021

  10. Catat! Pekerja Bergaji Rp4,5 Juta Bebas Pajak

  11. Bitcoin Naik 35 Persen Dalam Sepekan, Pengusaha: Level Tertinggi Tiba Pada Oktober

  12. RUU HPP: Makin Kaya, Pajak Makin Mahal, Berikut Rinciannya

Sebut Vonis Hakim Tak Sesuai Pledoi, Pengacara Minta Edy Rahmat Dibebaskan

Hukum & Kriminal | 2021-11-29

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Edy Rahmat (kanan atas) terdakwa kasus suap dan gratifikasi proyek infrastruktur di Sulsel divonis empat tahun oleh majelis hakim pengadilan Negeri Makassar, Senin, 29 November 2021
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

MAKASSAR, JALURINFO,- Edy Rahmat divonis empat tahun penjara dan denda Rp200 juta oleh majelis hakim PN Makassar.

Dia terlibat dan berperan sebagai perantara suap antara terpidana Agung Sucipto kepada Gubernur Sulsel non aktif, Nurdin Abdullah.

Vonis itu dianggap sangat bertentangan dengan pledoi yang ia bacakan pekan lalu. Edi mengaku hanya mengikuti perintah atasannya, yakni Nurdin Abdullah selaku Gubernur Sulsel saat itu.

Sehingga, Edy tak bisa menolak perintah dari atasannya itu. Dalam pledoi, Edy pun meminta dibebaskan.

Baca juga: Shabu Marak Sat Res Narkoba Polres Enrekang Gencar Bekuk Pelaku

“Apa yang disebutkan, bertentangan dengan pledoi kami yang sudah dijelaskan tentang fakta pernyataan saksi dan apa yang sebenarnya di lapangan. Itu. 100 persen bertentangan dengan pledoi kami. Mestinya Edy bebas. Begitu,” kata penasehat hukum terdakwa Edy, Abdimanaf Mursaid, Senin (29/11/2021).

Pihaknya juga belum memikirkan lebih jauh soal pengajuan banding atas putusan yang dibacakan oleh majelis hakim PN Makassar, Ibrahim Palino.

“Kami koordinasi dulu dengan terdakwa,” singkatnya.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

Terkait Covid-19

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020