Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

Polemik Rumah Ibadah Ditutup tapi Diskotek Tetap Buka, Ini Penjelasan Lengkap PPKM Mikro di Makassar

Berita Sul-Sel | 2021-07-08

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Walikota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto
MAKASSAR, JALURINFO.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kian memperketat akitivitas warga demi mewaspadai lonjakan Covid-19. Hal itu ditandai dengan surat edaran Perpanjangan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang mulai berlaku 6 Juli hingga 20 Juli mendatang.

Surat edaran dengan nomor : 443.01/334/ S.Edar/Kesbangpol/VII/2021 ditandatangani langsung Moh Ramdhan Pomanto. Dalam aturan baru ini, Pemkot Makassar kembali memangkas jam operasional. Mal, warung makan, kafe, restoran, hingga warung kopi (warkop) hanya boleh beroperasi hingga pukul 17.00 Wita.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

Aktivitas makan/minum di tempat hanya sebesar 25 persen dari total kapasitas. Untuk layanan makanan pesan-antar/dibawa pulang, dapat beroperasi 24 jam.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, meskipun penetapan jam operasional dibatasi sampai pukul 5 sore, namun pembatasan ini tidak sama dengan pemberlakuan di pulau Jawa dan Bali.

“PPKM Mikro Kota Makassar ini beda dengan PPKM Mikro yang diterapkan di Pulau Jawa dan Bali. Kalau di Pulau Jawa dan Bali kan level tertinggi dengan status darurat, tapi Kota Makassar hanya level terendah dan bukan darurat,” kata Danny Pomanto, Selasa (6/7).

Dalam surat edaran itu, rumah ibadah juga harus ditutup sementara. Dalam poinnya disebutkan, pelaksanaan kegiatan ibadah (pada tempat ibadah di Masjid, Musholla, Gereja, Pura dan Vihara serta tempat ibadah lainnya ditiadakan untuk sementara waktu.

Itu, sampai dengan wilayah dimaksud dinyatakan aman berdasarkan penetapan Pemerintah Kota Makassar dan lebih mengoptimalkan ibadah di rumah.

Hal itu berdasarkan keputusan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), di mana daerah yang berstatus zona merah dan oranye untuk menutup sementara tempat ibadah.




BERITA TERKAIT

DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman
Kemenkumham Sulsel: 50 WBP Narkotika Lapas Palopo Ikuti Rehabilitasi Sosial
Ditreskrimsus Polda Sulsel Sebut Tersangka Kasus RS Fatimah Makassar Ada 10 Orang
Kasus Covid-19 di Makassar Melonjak Drastis, Ancaman PPKM Level III di Depan Mata
Sketsa-sketsa<br><br>TITIK TERANG DI STADION BAROMBONG<br>Catatan : Syamsu Nur
Tak Vaksin Booster, Polisi Terancam Kena Saksi Internal
Pejabat di Pusaran Kasus BPNT, Ditreskrimsus Polda Sulsel: Kalau Salah, Sikat!
Update Covid-19 di Makassar: Tembus 298 Kasus, Manggala Tertinggi
Plt Gubernur Kembali Lepas 1.000 Nakes Mobile Vaksinator Secara Bertahap
Jelang Muktamar, LIDMI Audiensi dengan KPU Kota Makassar, Ketua KPU : Siap Kolaborasi

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  3. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  4. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  5. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  6. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

  7. Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

  8. Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah

  9. Presiden PSG Ngamuk Ancam Bunuh Staf Madrid

  10. Video Pengambilan Sumpah Jabatan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur Sulsel

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Polemik Rumah Ibadah Ditutup tapi Diskotek Tetap Buka, Ini Penjelasan Lengkap PPKM Mikro di Makassar

Berita Sul-Sel | 2021-07-08

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Walikota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

MAKASSAR, JALURINFO.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kian memperketat akitivitas warga demi mewaspadai lonjakan Covid-19. Hal itu ditandai dengan surat edaran Perpanjangan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang mulai berlaku 6 Juli hingga 20 Juli mendatang.

Surat edaran dengan nomor : 443.01/334/ S.Edar/Kesbangpol/VII/2021 ditandatangani langsung Moh Ramdhan Pomanto. Dalam aturan baru ini, Pemkot Makassar kembali memangkas jam operasional. Mal, warung makan, kafe, restoran, hingga warung kopi (warkop) hanya boleh beroperasi hingga pukul 17.00 Wita.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

Aktivitas makan/minum di tempat hanya sebesar 25 persen dari total kapasitas. Untuk layanan makanan pesan-antar/dibawa pulang, dapat beroperasi 24 jam.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, meskipun penetapan jam operasional dibatasi sampai pukul 5 sore, namun pembatasan ini tidak sama dengan pemberlakuan di pulau Jawa dan Bali.

“PPKM Mikro Kota Makassar ini beda dengan PPKM Mikro yang diterapkan di Pulau Jawa dan Bali. Kalau di Pulau Jawa dan Bali kan level tertinggi dengan status darurat, tapi Kota Makassar hanya level terendah dan bukan darurat,” kata Danny Pomanto, Selasa (6/7).

Dalam surat edaran itu, rumah ibadah juga harus ditutup sementara. Dalam poinnya disebutkan, pelaksanaan kegiatan ibadah (pada tempat ibadah di Masjid, Musholla, Gereja, Pura dan Vihara serta tempat ibadah lainnya ditiadakan untuk sementara waktu.

Itu, sampai dengan wilayah dimaksud dinyatakan aman berdasarkan penetapan Pemerintah Kota Makassar dan lebih mengoptimalkan ibadah di rumah.

Hal itu berdasarkan keputusan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), di mana daerah yang berstatus zona merah dan oranye untuk menutup sementara tempat ibadah.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020