POLITIK & PILKADA

Respon Isu Kongres Luar Biasa, AHY Temui Senior Partai Demokrat

Raup Ucapkan Terima Kasih Dukungan Masyarakat

Usai Dipecat Demokrat, Yus Sudarso Sebut Demokrat Bak Partai Kerajaan

Ada Upaya Kudeta AHY, Demokrat Pecat 7 Kadernya

Wawancara Khusus Bupati Gowa, Adnan Komitmen Jadikan Gowa Kabupaten Terbaik dan Terdepan di Sulsel

OLAHRAGA

  1. Unggul Head to Head, Liverpool diprediksi Menang Kontra Chelsea di Anfield

  2. Mayoritas Warga Jepang Tolak Pelaksanaan Olimpiade Tokyo di 2021

  3. Polling AFC Tempatkan Delapan Pemain Muda Terbaik, Asnawi di Urutan Keempat

  4. Agen Sebut Maksimal Hanya 10 Klub yang Mampu Beli Haaland, 4 Diantaranya dari Inggris

  5. Prediksi dan Head to Head Atletico Madrid vs Chelsea di Liga Champions

  6. PSG Siap Boyong Harry Kane dari Tottenham Hotspur

  7. Live Streaming Laga Panas Liga Italia, Pertemukan Ac Milan vs Inter Milan

SELEBRITI

Artis Rina Gunawan Meninggal Dunia

Frustrasi dengan Warganet +62, Dayana Berhenti Terima Followers

Ada Apa? Wulan Guritno Gugat Cerai Suaminya

Dijadwalkan Resepsi 21 Februari, Kalina Oktarani dan Vicky Prasetyo Batal Nikah

Batal Nikah, Ayu Ting Ting Bongkar Fakta Baru Tentang Hubungannya dengan Aditya Jayusman

HUKUM & KRIMINAL

  1. Putusan Hebat dan Fenomenal, Warisan Hakim Agung Artidjo Alkostar

  2. Seorang Suami di Sabbang Selatan Tega Tebas Istri Hingga Tewas di Pematang Sawah

  3. NA Diciduk KPK, Dekan Fakultas Pertanian Unhas Kaget, Tidak Menyangka

  4. Beberapa Pemilik Perusahaan Merasa Dibohongi, Polda Sultra Jebloskan Ke Penjara Dirut PT Rosini Indonesia

  5. Akibat Tilep Dana Pusat, Oknum ASN Lutra Dipenjara

Ramai Aktifitas Buzzer, MUI Terbitkan Fatwa, Simak Isinya.

Religi | 2021-02-14

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
JAKARTA, JALURINFO.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa yang menyatakan aktivitas buzzer yang bertujuan negatif hukumnya adalah haram.

Hal tersebut tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Medsos.

Ketua Bidang Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh menjelaskan fatwa ini dikeluarkan menyusul maraknya aktivitas buzzer yang menyebarkan informasi berita bohong dan fitnah untuk mendapatkan keuntungan.

Baca juga: Masjid Lautze Jadi Jembatan Etnis Tionghoa di Indonesia Mengenal Islam

"Aktivitas buzzer di media sosial yang menjadikan penyediaan informasi berisi hoax, ghibah, fitnah, namimah, bullying, aib, gosip, dan hal-hal lain sejenis sebagai profesi untuk memperoleh keuntungan, baik ekonomi maupun non-ekonomi, hukumnya haram," kata Asrorun Niam Sholeh dalam keterangan tertulisnya dikutip Sabtu 13 Februari 2021.




BERITA TERKAIT

WHO Sebut Madinah sebagai Kota Tersehat di Dunia, Ini Alasannya
Begini Pandangan Syekh Ibnu Athaillah Soal Karakter Asli Kehidupan Dunia
Ini Wasiat Syech Ali Jaber Soal Keutamaan Membaca Surah Al-Mulk
Terapkan Kebijakan Baru, Pengguna WhatsApp Beralih ke Telegram atau Signal?
Bersikap Baik atau Benar, Mana yang Lebih Utama?
Ingin Selamat Dunia Akhirat, Ini 3 Penyakit Hati yang Wajib Dihindari
Cara Bergaul Rasulullah SAW dengan Para Sahabat
Cara Bergaul Rasulullah SAW dengan Para Sahabat
Jihad dan Teror, Dua Hal yang Bertolak Belakang
Keberkahan dalam Keluarga

Religi

Keberkahan dalam Keluarga

dibaca 10201 kali

TERPOPULER

  1. Ada Kongkalikong Penyusunan Tatib Pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo?

  2. Soal Investasi Miras di Indonesia, Politisi PKS Bilang Ini ke Jokowi

  3. Ombudsman RI : Rektor UHO Kendari, Muh. Zamrun Firihu, Melakukan Plagiat Parah

  4. Beberapa Pemilik Perusahaan Merasa Dibohongi, Polda Sultra Jebloskan Ke Penjara Dirut PT Rosini Indonesia

  5. Akibat Tilep Dana Pusat, Oknum ASN Lutra Dipenjara

  6. Ini Besaran Insentif Kartu Prakerja Gelombang Ke-12

  7. Prediksi dan Head to Head Atletico Madrid vs Chelsea di Liga Champions

  8. Facebook Cs Terancam Blokir Jika Tak Lakukan Hal Ini

  9. Saksi Ahli JPU: Ada Solar dan Tinner di Gedung Kejagung yang Terbakar

  10. Disebut Gagal Tangani Peredaran Narkoba di Lapas, Pemuda dan Mahasiswa Desak Kemenkumham Copot Kalapas Kelas II A Kendari

RELIGI

Ramai Aktifitas Buzzer, MUI Terbitkan Fatwa, Simak Isinya.

Masjid Lautze Jadi Jembatan Etnis Tionghoa di Indonesia Mengenal Islam

Ini Keutamaan Jalan Kaki Menuju Masjid untuk Salat Berjamaah

Ingin Masuk Sorga? Simak Wasiat dari Umar bin Khattab

WHO Sebut Madinah sebagai Kota Tersehat di Dunia, Ini Alasannya

EKONOMI

  1. Tampuk Pimpinan Berganti, Minarni Lukman Nakhodai BP Jamsostek Sulawesi Tenggara

  2. Ini Besaran Insentif Kartu Prakerja Gelombang Ke-12

  3. Pencarian Mobil Baru di Google Melonjak

  4. Pajak 0% Mobil Baru, Begini Skenario Pleaksanaannya

  5. Harga Minyak Dunia Hampir Sentuh 60 Dolar AS Per Barel

  6. PT VDNI dan Pemerintah Gelar Rakor Persiapan Pembangunan Politeknik Industri

  7. Soal Wakaf Uang, Begini Hukum hingga Pemanfaatannya

  8. Utang Pemerintah Tembus Rp 6.000 Triliun, Ini Penjelasan Menkeu Sri Mulyani

  9. Buka Keran Ekspor 2021, Biji Mete Sultra Pasok Pasar Vietnam

  10. Jokowi Tetapkan Nilai Tunjangan PNS untuk 4 Jabatan Fungsional

  11. Jualan Pot Bunga saat Pandemi, Ibu Ini dapat Omset Jutaan Rupiah per Bulan

  12. Menguat Hingga 8 Persen, Saham Tesla Lampaui Facebook

Ramai Aktifitas Buzzer, MUI Terbitkan Fatwa, Simak Isinya.

Religi | 2021-02-14

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
Choose Language!
JAKARTA, JALURINFO.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa yang menyatakan aktivitas buzzer yang bertujuan negatif hukumnya adalah haram.

Hal tersebut tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Medsos.

Ketua Bidang Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh menjelaskan fatwa ini dikeluarkan menyusul maraknya aktivitas buzzer yang menyebarkan informasi berita bohong dan fitnah untuk mendapatkan keuntungan.

Baca juga: Masjid Lautze Jadi Jembatan Etnis Tionghoa di Indonesia Mengenal Islam

"Aktivitas buzzer di media sosial yang menjadikan penyediaan informasi berisi hoax, ghibah, fitnah, namimah, bullying, aib, gosip, dan hal-hal lain sejenis sebagai profesi untuk memperoleh keuntungan, baik ekonomi maupun non-ekonomi, hukumnya haram," kata Asrorun Niam Sholeh dalam keterangan tertulisnya dikutip Sabtu 13 Februari 2021.

Berita Terkait

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

Terkait Covid-19

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020