PT AKM Minta Keadilan, Diduga Oknum Polda Sultra Lindungi Penambang Ilegal

Hukum & Kriminal | 2021-05-30

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
Reporter: Muhammad Ikhsan

KENDARI, JALURINFO.COM - Kuasa Hukum PT Adhi Kartiko Mandiri (AKM) Yonathan Nau menyesalkan penangkapan Komisaris Utama PT AKM Obong Wijaya Kusuma yang dilakukan Resmob Ditreskrimum Polda Sultra di lokasi IUP miliknya sendiri yakni IUP PT AKM.

"Kami dari tim kuasa hukum PT Adhi kartiko Mandiri yang dulunya PT Adhi Kartiko menanggapi soal kejanggalan penangkapan komisaris utama PT AKM Obong Wijaya Kusuma dan timnya yang dilakukan di lokasi tambang milik mereka sendiri di Desa Lameruru Langgikima, Kabupaten Konawe Utara,"

Yonathan mempertanyakan sikap Polda Sultra memberikan perlidungan hukum pa ivy atau AKP untuk terus menambang padahal Ivy sebagai pemilik AKP telah terbukti bersalah mengambil lahan tambang PT AKM dengan cara mènipu. Hal itu sesuai dengan vonis yang diberikan dari Mahkamah Agung yang menyatakan secara menyakinkan Ivy tebukti bersalah melakukan pemalsuan dan penipuan kepada Komisaris dan Direktur PT AKM yakni Obong Kusuma Wijaya dan Simon Takaedengan. Kata dia, kejahatan yang di lakukan ivy adalah penipuan dan pengelapan (mengambil tambang milik AKM dengan cara penipu)

Baca juga: Jaksa Telusuri Aliran Sumbangan ke Masjid Terkait Kasus NA

"Kami mempertanyakan kenapa pihak korban dalam hal ini kami (PT AKM) tidak mendapatkan perlindungan hukum berkaitan dengan hak yang harus kami dapatkan, malahan pihak pelaku kejahatan yang sudah yakni Ivhy Djaya Susanto (PT AKP) yang sudah terpidana dan mendapat vonis dari Mahkamah Agung 1 tahun penjara itu terus dilindungi oleh Ditreskrimum Polda Sulawesi Tenggara," ketusnya




BERITA TERKAIT

Polda Sulsel Umumkan Tersangka RS Batua Pekan Depan

Hukum & Kriminal

Polda Sulsel Umumkan Tersangka RS Batua Pekan Depan

dibaca 5264 kali
JPU KPK Ungkap Peranan Rekening Yayasan Pengurus Masjid dalam Kasus NA
Akibat Insiden Anak Buah Injak Kepala Difabel Papua, Para Komandan Dicopot
Ganggu Ketertiban Masyarakat, Mobil Knalpot Bising Di Tahan Polisi
Hakim PN Kendari Tolak Gugatan Praperadilan Eks Kabid Minerba ESDM Sultra
Penyuap NA,  Agung Sucipto Divonis 2 Tahun Penjara

Hukum & Kriminal

Penyuap NA, Agung Sucipto Divonis 2 Tahun Penjara

dibaca 42209 kali
JPU KPK Ungkap Rincian Gratifikasi dalam Kasus Nurdin Abdullah
Dakwaan JPU KPK terkait Kasus NA, Rekening Masjid Dipakai untuk Tampung Uang Gratifikasi
Nanang Gunaryanto, JPU di Kasus RS Ummi Habib Rizieq, Meninggal Dunia
PN Makassar Jadwalkan Sidang NA usai Lebaran Idul Adha

Hukum & Kriminal

PN Makassar Jadwalkan Sidang NA usai Lebaran Idul Adha

dibaca 44147 kali

TERPOPULER

  1. Kisaran Harga Medali di Olimpiade Tokyo 2020 Bila Dijual

  2. Bermain 17 Menit Pemain Barcelona Ini Dipecat Lewat Surel

  3. Bos Arema FC Bakal Kucurkan Rp 1, 5 M Buat Atlet Peraih Medali Olimpiade Tokyo

  4. Soal Perubahan Warna Pesawat Kepresidenan, Begini Penjelasan Istana

  5. Dua Ruang Ini di Kampung Atlet Jadi Favorit Para Peserta Olimpiade Tokyo

  6. Ratusan Pasien Covid-19 di Makassar Jalani Isolasi di Atas Kapal Pelni

  7. Kronologi Sumbangan Rp 2 T Akidi Tio yang Bikin Geger dan Gaduh se-Indonesia

  8. Anak Akidi Tio Jadi Tersangka Bantuan Bohong Rp2 Triliun

  9. Jokowi Perpanjang PPKM Level 4 Sampai 9 Agustus

  10. Kasus Korupsi RS Batua, Polda Sulsel Tetapkan 13 Tersangka

RELIGI

Mulai 10 Agustus 2021, Arab Saudi Izinkan Jemaah dari Luar Negaranya untuk Umrah

Nasihat Rasulullah kepada Ali soal Pentingnya Jaga Lisan

Saudi Beber Syarat-syarat Umrah untuk Jemaah Indonesia

Mulai 10 Agustus 2021, Arab Saudi Buka Umrah, Simak Syarat Wajib Bagi Jamaahnya

Arab Saudi Sampaikan Kabar Gembira soal Jemaah Haji, Sangat Melegakan

EKONOMI

  1. Imbas Pandemi Covid-19, Lion Air Group Rumahkan 8.000 Karyawan

  2. Triwulan Kedua Tahun 2021 Vale Indonesia (INCO) mencetak penjualan AS$185,7 juta

  3. Belanja Online Makin Meningkat, Ini Prediksi Bank Dunia Soal Nasib Toko Offline di RI

  4. Emas Antam Makin Anjlok, Berikut Harganya

  5. Menko Perekonomian: Usaha Mikro Kecil, Warung, Warteg dan PKL Bisa Daftar Bansos

  6. 8,8 Juta Pekerja Bakal Dapat Subsidi Gaji, Ini Rinciannya

  7. Anggaran Penanganan Covid dan PEN Meningkat Jadi Rp744,75 Triliun

  8. Garuda Terancam Berhenti Beroperasi, Serikat Karyawan Bersurat ke Jokowi

  9. Jokowi: Ekonomi Digital RI akan Jadi yang Terbesar di Asia Tenggara

  10. Jumlah Orang Kaya Indonesia Bertambah Banyak Selama Pandemi Corona

  11. Sampai dengan Juni 2021, Jasa Raharja Sulsel Telah Serahkan Santunan Kecelakaan sebesar Rp. 43 Milyar lebih

  12. Layanan Tarik Tunai ATM Mandiri Naik Hingga Rp20 Juta

PT AKM Minta Keadilan, Diduga Oknum Polda Sultra Lindungi Penambang Ilegal

Hukum & Kriminal | 2021-05-30

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
Choose Language!
Reporter: Muhammad Ikhsan

KENDARI, JALURINFO.COM - Kuasa Hukum PT Adhi Kartiko Mandiri (AKM) Yonathan Nau menyesalkan penangkapan Komisaris Utama PT AKM Obong Wijaya Kusuma yang dilakukan Resmob Ditreskrimum Polda Sultra di lokasi IUP miliknya sendiri yakni IUP PT AKM.

"Kami dari tim kuasa hukum PT Adhi kartiko Mandiri yang dulunya PT Adhi Kartiko menanggapi soal kejanggalan penangkapan komisaris utama PT AKM Obong Wijaya Kusuma dan timnya yang dilakukan di lokasi tambang milik mereka sendiri di Desa Lameruru Langgikima, Kabupaten Konawe Utara,"

Yonathan mempertanyakan sikap Polda Sultra memberikan perlidungan hukum pa ivy atau AKP untuk terus menambang padahal Ivy sebagai pemilik AKP telah terbukti bersalah mengambil lahan tambang PT AKM dengan cara mènipu. Hal itu sesuai dengan vonis yang diberikan dari Mahkamah Agung yang menyatakan secara menyakinkan Ivy tebukti bersalah melakukan pemalsuan dan penipuan kepada Komisaris dan Direktur PT AKM yakni Obong Kusuma Wijaya dan Simon Takaedengan. Kata dia, kejahatan yang di lakukan ivy adalah penipuan dan pengelapan (mengambil tambang milik AKM dengan cara penipu)

Baca juga: Jaksa Telusuri Aliran Sumbangan ke Masjid Terkait Kasus NA


"Kami mempertanyakan kenapa pihak korban dalam hal ini kami (PT AKM) tidak mendapatkan perlindungan hukum berkaitan dengan hak yang harus kami dapatkan, malahan pihak pelaku kejahatan yang sudah yakni Ivhy Djaya Susanto (PT AKP) yang sudah terpidana dan mendapat vonis dari Mahkamah Agung 1 tahun penjara itu terus dilindungi oleh Ditreskrimum Polda Sulawesi Tenggara," ketusnya

Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

Terkait Covid-19

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020