Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

Protokol Kesehatan Anak Lebih Sulit, Hati-hati Sekolah Tatap Muka

Pendidikan | 2020-08-09

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi Anak-anak Sekolah Tatap Muka
MAKASSAR, JALURINFO,- Pemerintah berencana memulai kegiatan belajar-mengajar tatap muka di sekolah di daerah yang berzona hijau atau kuning Virus Corona atau COVID-19. Menanggapi itu, Satuan Tugas COVID-19 Jawa Timur berharap agar pelaksanaan rencana itu dilakukan dengan sangat berhati-hati. Ada tahapan-tahapan yang perlu dilakukan.

Ketua Rumpun Kuratif Satgas COVID-19 Jawa Timur Joni Wahyuadi mengatakan, memang kasus anak-anak terpapar Corona tidak terlalu banyak. Hal itu yang mungkin jadi dasar pemikiran akan dibukanya lagi kegiatan sekolah, selain pertimbangan zonasi yang sudah ditetapkan sebagai syarat.

(Berita terkait: Mendikbud: Kurikulum Darurat Masa Pandemi sudah Siap, Ada 2 Komponen)

Namun, Joni mengingatkan gejala atau akibat klinis yang ditimbulkan pada anak-anak yang terpapar Corona itu berbeda dengan orang dewasa. Di sisi itulah kehati-hatian perlu diterapkan. Kehati-hatian diperlukan mengingat prilaku anak-anak yang cenderung sulit dikendalikan, apalagi untuk tingkat Sekolah Dasar.

Baca juga: Kurikulum Merdeka Disebut Bisa Atasi Krisis Pembelajaran

"Jadi, untuk anak-anak mesti harus lebih hati-hati, karena penerapan protokol kesehatan pada anak-anak itu lebih sulit. Mereka kalau sudah ketemu kawannya seperti itu, makanya harus hati-hati," kata Joni di Gedung Negara Grahadi Surabaya, dikutip Minggu 9 Agustus 2020.

(Berita terkait: Dukung Belajar Daring, Pemkot Makassar Bakal Bagi-bagi HP ke Siswa)

Direktur Utama RSUD dr Soetomo Surabaya itu berpendapat, pertama, idealnya sekolah tatap muka baru boleh dibuka hanya di daerah yang berzona hijau, yang tingkat penularan atau rate of transmission (Rt)-nya di bawah angka satu. Dan sudah tidak kasus lagi selama beberapa hari sebagaimana panduan WHO atau pemerintah.

"Artinya, peluang timbulnya penyakit kecil," ujar Joni.




BERITA TERKAIT

Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Maros Lakukan Monitoring dan Evaluasi Dana BOS dan RA se Kabupaten Maros
Pilrek Unhas, Tiga Kandidat Berebut Suara Menteri
Hasil Pemilihan Calon Rektor Unhas Periode 2022-2026
Data SPADA Kemendikbud, LMS Unifa Raih Peringkat Kedua Jumlah Pengguna Aktif
Tak Ingin Gegabah, Taufan Pawe Belum Putuskan Tambahan Sekolah PTM
Dies Natalis ke-73, FEB Unhas Resmikan Renovasi Fasilitas Gedung
Pertanyaan Ahli Sejarah: Mengapa Soeharto tak Diculik PKI?
YBM PLN Beri Beasiswa Tahfidz An Nur Tompobulu
Ini 22 Daerah di Sulsel yang sudah bisa Melakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
Prof Jamaluddin Daftarkan Diri sebagai Bakal Calon Rektor Unhas periode 2022-2026

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  4. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  5. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  6. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  7. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  8. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

  9. Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

  10. Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Protokol Kesehatan Anak Lebih Sulit, Hati-hati Sekolah Tatap Muka

Pendidikan | 2020-08-09

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi Anak-anak Sekolah Tatap Muka
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

MAKASSAR, JALURINFO,- Pemerintah berencana memulai kegiatan belajar-mengajar tatap muka di sekolah di daerah yang berzona hijau atau kuning Virus Corona atau COVID-19. Menanggapi itu, Satuan Tugas COVID-19 Jawa Timur berharap agar pelaksanaan rencana itu dilakukan dengan sangat berhati-hati. Ada tahapan-tahapan yang perlu dilakukan.

Ketua Rumpun Kuratif Satgas COVID-19 Jawa Timur Joni Wahyuadi mengatakan, memang kasus anak-anak terpapar Corona tidak terlalu banyak. Hal itu yang mungkin jadi dasar pemikiran akan dibukanya lagi kegiatan sekolah, selain pertimbangan zonasi yang sudah ditetapkan sebagai syarat.

(Berita terkait: Mendikbud: Kurikulum Darurat Masa Pandemi sudah Siap, Ada 2 Komponen)

Namun, Joni mengingatkan gejala atau akibat klinis yang ditimbulkan pada anak-anak yang terpapar Corona itu berbeda dengan orang dewasa. Di sisi itulah kehati-hatian perlu diterapkan. Kehati-hatian diperlukan mengingat prilaku anak-anak yang cenderung sulit dikendalikan, apalagi untuk tingkat Sekolah Dasar.

Baca juga: Kurikulum Merdeka Disebut Bisa Atasi Krisis Pembelajaran

"Jadi, untuk anak-anak mesti harus lebih hati-hati, karena penerapan protokol kesehatan pada anak-anak itu lebih sulit. Mereka kalau sudah ketemu kawannya seperti itu, makanya harus hati-hati," kata Joni di Gedung Negara Grahadi Surabaya, dikutip Minggu 9 Agustus 2020.

(Berita terkait: Dukung Belajar Daring, Pemkot Makassar Bakal Bagi-bagi HP ke Siswa)

Direktur Utama RSUD dr Soetomo Surabaya itu berpendapat, pertama, idealnya sekolah tatap muka baru boleh dibuka hanya di daerah yang berzona hijau, yang tingkat penularan atau rate of transmission (Rt)-nya di bawah angka satu. Dan sudah tidak kasus lagi selama beberapa hari sebagaimana panduan WHO atau pemerintah.

"Artinya, peluang timbulnya penyakit kecil," ujar Joni.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020