Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

Prospek Peternakan Sapi Menjanjikan, Bupati Sinjai Gelontorkan Anggaran untuk Dukung Asuransi Usaha Ternak Sapi

Berita Sul-Sel | 2020-12-04

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA)
SINJAI, JALURINFO,- Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) memberi dampak positif ke peternak di Kabupaten Sinjai. Jumlah klaim yang dibayar oleh perusahaan Asuransi Jasindo mencapai Rp3,2 miliar selama dua tahun.

Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA) mengaku mendorong program AUTS karena melihat prospek peternakan sapi yang menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini bisa mengurangi risiko kerugian yang selama ini dikhawatirkan peternak. Baik akibat kematian maupun karena kecurian.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

Sebagai bukti keseriusan ASA, sejak tahun 2019, ia menggelontorkan anggaran senilai Rp400 juta untuk subsidi 10 ribu ekor sapi yang hendak diasuransi. Dimana premi yang disubsidi oleh pemerintah daerah sebesar Rp40 ribu per ekor. Dengan catatan, bersedia mengikuti program Inseminasi Buatan (IB).

Langkah ini dilakukan guna menggratiskan pembayaran premi oleh peternak ke pihak asuransi. Sebab, premi yang seharusnya dibayar peternak per tahun senilai Rp200 ribu. Namun, Kementerian Pertanian juga telah mensubsidi sebesar Rp160 ribu, dengan syarat sapi betina di atas satu tahun.

“Tahun 2019 kami mengambil langkah untuk mensubsidi pembayaran premi untuk 10 ribu ekor sapi, begitupun tahun ini Rp360 juta untuk 9 ribu ekor sapi melalui APBD, jadi jika mengikuti syarat subsidi pemda dan Kementan, maka peternak tidak membayar premi, alias gratis,” ujar lulusan Fakultas Hukum Trisakti itu.




BERITA TERKAIT

Ditreskrimsus Polda Sulsel Sebut Tersangka Kasus RS Fatimah Makassar Ada 10 Orang
Kasus Covid-19 di Makassar Melonjak Drastis, Ancaman PPKM Level III di Depan Mata
Sketsa-sketsa<br><br>TITIK TERANG DI STADION BAROMBONG<br>Catatan : Syamsu Nur
Tak Vaksin Booster, Polisi Terancam Kena Saksi Internal
Pejabat di Pusaran Kasus BPNT, Ditreskrimsus Polda Sulsel: Kalau Salah, Sikat!
Update Covid-19 di Makassar: Tembus 298 Kasus, Manggala Tertinggi
Plt Gubernur Kembali Lepas 1.000 Nakes Mobile Vaksinator Secara Bertahap
Jelang Muktamar, LIDMI Audiensi dengan KPU Kota Makassar, Ketua KPU : Siap Kolaborasi
26  Februari, Ganas Annar MUI Sulsel Dikukuhkan

Berita Sul-Sel

26 Februari, Ganas Annar MUI Sulsel Dikukuhkan

dibaca 9351 kali
Pemkab Gowa Perpanjang Seleksi Terbuka Jabatan Sekda Gowa  Hingga 26 Januari

TERPOPULER

  1. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

  2. Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

  3. Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah

  4. Presiden PSG Ngamuk Ancam Bunuh Staf Madrid

  5. Video Pengambilan Sumpah Jabatan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur Sulsel

  6. Kapal Kargo Tenggelam, Angkut Ribuan Mobil Mewah

  7. Indonesia Dukung Resolusi PBB Soal Invasi Rusia ke Ukraina

  8. Penundaan Pemilu 2024 Disebut Berpotensi Lahirkan Pemimpin Otoriter

  9. DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

  10. Update Perang Rusia-Ukraina, Ukraina Laporkan 137 Kematian

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Prospek Peternakan Sapi Menjanjikan, Bupati Sinjai Gelontorkan Anggaran untuk Dukung Asuransi Usaha Ternak Sapi

Berita Sul-Sel | 2020-12-04

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA)
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

SINJAI, JALURINFO,- Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) memberi dampak positif ke peternak di Kabupaten Sinjai. Jumlah klaim yang dibayar oleh perusahaan Asuransi Jasindo mencapai Rp3,2 miliar selama dua tahun.

Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA) mengaku mendorong program AUTS karena melihat prospek peternakan sapi yang menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini bisa mengurangi risiko kerugian yang selama ini dikhawatirkan peternak. Baik akibat kematian maupun karena kecurian.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

Sebagai bukti keseriusan ASA, sejak tahun 2019, ia menggelontorkan anggaran senilai Rp400 juta untuk subsidi 10 ribu ekor sapi yang hendak diasuransi. Dimana premi yang disubsidi oleh pemerintah daerah sebesar Rp40 ribu per ekor. Dengan catatan, bersedia mengikuti program Inseminasi Buatan (IB).

Langkah ini dilakukan guna menggratiskan pembayaran premi oleh peternak ke pihak asuransi. Sebab, premi yang seharusnya dibayar peternak per tahun senilai Rp200 ribu. Namun, Kementerian Pertanian juga telah mensubsidi sebesar Rp160 ribu, dengan syarat sapi betina di atas satu tahun.

“Tahun 2019 kami mengambil langkah untuk mensubsidi pembayaran premi untuk 10 ribu ekor sapi, begitupun tahun ini Rp360 juta untuk 9 ribu ekor sapi melalui APBD, jadi jika mengikuti syarat subsidi pemda dan Kementan, maka peternak tidak membayar premi, alias gratis,” ujar lulusan Fakultas Hukum Trisakti itu.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020