Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

Pria Singapura mengaku jadi mata-mata China di AS

Internasional | 2020-07-25

© Disediakan oleh Jalurinfo.com © Getty Images/AFP
WASHINGTON, JALURINFO,- Seorang pria berkewarganegaraan Singapura, Jumat (24/07), mengaku bersalah di pengadilan federal karena bekerja sebagai mata-mata China di Amerika Serikat.

Pengakuan ini menambah daftar insiden antara China dan AS yang hubungannya memanas dalam beberapa waktu terakhir.

Jun Wei Yeo, nama pria itu, dituduh menggunakan profesinya sebagai konsultan politik di AS untuk mengumpulkan informasi bagi intelijen China.

Yeo, yang juga dikenal sebagai Dickson Yeo, mengaku bekerja sebagai mata-mata ilegal pemerintah China selama 2015 hingga 2019. Pengakuan itu dirilis Kementerian Kehakiman AS.

Informasi yang dikumpulkan Yeo berkaitan dengan urusan non-publik. Dalam pengakuannya, dia berkata selama ini mencari orang-orang AS yang bekerja untuk dinas rahasia.

Mereka, kata Yeo, dipaksanya menulis laporan untuk klien-klien palsunya.

Persidangan ini bergulir setelah Yeo ditangkap tahun otoritas AS tahun 2019.

Baca juga: Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

Ilmuwan asal China


Dalam kasus berbeda, AS menangkap peneliti asal China, benerma Juan Tang yang mereka tuduh menyembunyikan relasinya dengan militer China.

Perempuan berusia 37 tahun itu adalah satu dari empat warga China yang dituduh AS memalsukan visa. Mereka dituduh berbohong soal status mereka di Angkatan Bersenjata China.

Juan Tang adalah ditahan di California. Pemerintah AS menuding konsulat China di San Francisco memberangkatkannya.

Hingga saat ini belum ada keterangan bagaimana otoritas AS menangkapnya.

Merujuk laporan kantor berita Associated Press, sejumlah agen FBI menemukan foto-foto Juan Tang dalam seragam tentara China. Mereka menganalisis beberapa artikel berbahasa China yang mengungkap afiliasinya dengan militer China.

Laporan berita yang sama mengutip University of California Davis yang menyebut Juan Tang meninggalkan pekerjaannya sebagai peneliti tamu di Departemen Onkologi Radiasi, Juni lalu.

Pria Singapura mengaku jadi mata-mata China di AS
© Getty Images Presiden AS, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping.



BERITA TERKAIT

VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia
VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia
VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina
VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas
VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia
Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya
Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah
Kapal Kargo Tenggelam, Angkut Ribuan Mobil Mewah

Internasional

Kapal Kargo Tenggelam, Angkut Ribuan Mobil Mewah

dibaca 16875 kali
Indonesia Dukung Resolusi PBB Soal Invasi Rusia ke Ukraina
Update Perang Rusia-Ukraina, Ukraina Laporkan 137 Kematian

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  4. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  5. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  6. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  7. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  8. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  9. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

  10. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Pria Singapura mengaku jadi mata-mata China di AS

Internasional | 2020-07-25

© Disediakan oleh Jalurinfo.com © Getty Images/AFP
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

WASHINGTON, JALURINFO,- Seorang pria berkewarganegaraan Singapura, Jumat (24/07), mengaku bersalah di pengadilan federal karena bekerja sebagai mata-mata China di Amerika Serikat.

Pengakuan ini menambah daftar insiden antara China dan AS yang hubungannya memanas dalam beberapa waktu terakhir.

Jun Wei Yeo, nama pria itu, dituduh menggunakan profesinya sebagai konsultan politik di AS untuk mengumpulkan informasi bagi intelijen China.

Yeo, yang juga dikenal sebagai Dickson Yeo, mengaku bekerja sebagai mata-mata ilegal pemerintah China selama 2015 hingga 2019. Pengakuan itu dirilis Kementerian Kehakiman AS.

Informasi yang dikumpulkan Yeo berkaitan dengan urusan non-publik. Dalam pengakuannya, dia berkata selama ini mencari orang-orang AS yang bekerja untuk dinas rahasia.

Mereka, kata Yeo, dipaksanya menulis laporan untuk klien-klien palsunya.

Persidangan ini bergulir setelah Yeo ditangkap tahun otoritas AS tahun 2019.

Baca juga: Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

Ilmuwan asal China


Dalam kasus berbeda, AS menangkap peneliti asal China, benerma Juan Tang yang mereka tuduh menyembunyikan relasinya dengan militer China.

Perempuan berusia 37 tahun itu adalah satu dari empat warga China yang dituduh AS memalsukan visa. Mereka dituduh berbohong soal status mereka di Angkatan Bersenjata China.

Juan Tang adalah ditahan di California. Pemerintah AS menuding konsulat China di San Francisco memberangkatkannya.

Hingga saat ini belum ada keterangan bagaimana otoritas AS menangkapnya.

Merujuk laporan kantor berita Associated Press, sejumlah agen FBI menemukan foto-foto Juan Tang dalam seragam tentara China. Mereka menganalisis beberapa artikel berbahasa China yang mengungkap afiliasinya dengan militer China.

Laporan berita yang sama mengutip University of California Davis yang menyebut Juan Tang meninggalkan pekerjaannya sebagai peneliti tamu di Departemen Onkologi Radiasi, Juni lalu.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Pria Singapura mengaku jadi mata-mata China di AS
© Getty Images Presiden AS, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping.

Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020