Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

Posko Terpadu Covid di Palopo akan Direlaksasi

Berita Sul-Sel | 2020-06-13

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Walikota Palopo H. Judas Amir meminta Posko terpadu di Pindahkan ke setiap RT RW dan Pendatang tetap dipantau
PALOPO, JALURINFO.COM,- Kota Palopo dikategorikan dari pusat zona kuning penyebaran Covid-19. Atas hal ini, Gugus Tugas Penanganan Covid yang diketuai Wali Kota Palopo, HM Judas Amir tengah menyusun peraturan wali kota untuk penerapan tatanan hidup di tengah pandemi. Salah satu, isi tatanan yang diatur dalam perwal tersebut adalah mengatur penerapan protokol kesehatan wajib dilakukan di setiap kegiatan.

Selain itu, kata Wali Kota, posko terpadu yang ada di tiga pintu masuk Kota Palopo juga akan dilonggarkan (direlaksasi), diganti dengan posko yang didirikan di tiap RT.

“Jadi nanti posko terpadu yang tiga di setiap pintu masuk Kota Palopo akan disetop dan digantikan posko yang kita dirikan di tiap RT,” kata Wali Kota Palopo, HM Judas Amir saat konfrensi pers dilantai 3 Balai Kota, Kamis sore 11 Juni 2020, kemarin.

Lanjut Wali Kota, dengan penerapan tatanan baru ini nantinya setiap kegiatan yang namanya protokol kesehatan, seperti jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan wajib diterapkan. “Tidak boleh lepas ini protokol kesehatan,” kata Wali Kota yang didampingi Sekkot Palopo Firmanza DP dan Asisten II Taufiq.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

Posko RT tersebut nantinya, akan memantau setiap warga pendatang. Akan didata dan dipantau tim kesehatan di puskesmas terdekat. Saat ini, Peraturan Wali Kota (perwal) tentang tatanan kebiasaan baru pada masa pandemi Covid-19 sudah memasuki tahap finalisasi.

Dari pantauan Palopo Pos, Kamis 11 Juni 2020, dilakukan perbaikan sejumlah pasal-pasal yang ada di dalam perwal tersebut di aula Bappeda. Dihadiri Sekkot Palopo, Firmanza DP, Asisten II Taufiq, Asisten III Dr Ishaq Iskandar, dan sejumlah kepala perangkat dinas.

Sebelumnya pada rapat evaluasi pelaksanaan percepatan dan penanganan Covid-19 di Kota Palopo di Ruang Rapat Pimpinan Lantai III Kantor Wali Kota Palopo, Rabu 10 Juni 2020 sejumlah pihak memberikan masukan.

Seperti diusulkan oleh Kepala Kejari Kota Palopo Abraham Sahertian SH. Ia menyarankan beberapa pasal perlu dilakukan perbaikan agar isi pasal tersebut bisa dengan mudah dipahami dan dilaksanakan masyarakat.

Selanjutnya usulan datang dari Kapolres Palopo, AKBP Alfian Nurnas, menyampaikan bahwa, saat ini Kota Palopo merupakan zona kuning sehingga layak menerapkan normal baru. Namun perlu diwaspadai jangan sampai lengah sehingga muncul zona-zona lainnya. “Kami sendiri dari Mabes Polri diminta untuk mendukung pemerintah dalam menjalankan kebijakan normal baru ini,” ungkapnya.

Selain itu, Kapolres Palopo mengusulkan agar posko-posko yang ada diperbatasan diganti dengan pengadaan posko di RT-RW dengan melibatkan setiap RT dan RW, Babinsa dan Kantibmas.

“Kita libatkan mereka, jika ada orang baru, maka mereka akan lapor, sehingga tindakan secara dini bisa segera dilakukan,” ungkapnya. Nanti setiap posko ini disediakan spanduk kecil sebagai tanda sebagai posko Covid-19.

Lalu, ada usulan dari Kepala Kesbangpol Palopo, H Baso Sulaiman menyarankan dalam pelaksanaan ibadah seperti ceramah dan khutbah agar dipersingkat tanpa mengurangi ketentuan kesempurnaan ibadah sehingga dapat menjadi pedoman bagi masjid dan gereja. Baso juga mengusulkan agar terkait perayaan tahun baru dimasukkan dalam perwali karena umumnya tahun baru dirayakan oleh sejumlah atau kumpulan orang.

Sementara dari pihak Kemenag menyampaikan kegiatan keagamaan khususnya dalam ibadah di masjid sudah ditindaklanjuti dengan mengundang seluruh pengurus masjid di tingkat kecamatan terkait protokol kesehatan di masa pandemi.

Untuk normal baru disebutkan juga setiap rumah ibadah siap mengikuti aturan yang dikeluarkan wali kota. Terkait masalah pernikahan masih dilaksanakan di KUA dan kegiatan lainnya masih tetap memperhatikan protokol kesehatan.




BERITA TERKAIT

DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman
Kemenkumham Sulsel: 50 WBP Narkotika Lapas Palopo Ikuti Rehabilitasi Sosial
Ditreskrimsus Polda Sulsel Sebut Tersangka Kasus RS Fatimah Makassar Ada 10 Orang
Kasus Covid-19 di Makassar Melonjak Drastis, Ancaman PPKM Level III di Depan Mata
Sketsa-sketsa<br><br>TITIK TERANG DI STADION BAROMBONG<br>Catatan : Syamsu Nur
Tak Vaksin Booster, Polisi Terancam Kena Saksi Internal
Pejabat di Pusaran Kasus BPNT, Ditreskrimsus Polda Sulsel: Kalau Salah, Sikat!
Update Covid-19 di Makassar: Tembus 298 Kasus, Manggala Tertinggi
Plt Gubernur Kembali Lepas 1.000 Nakes Mobile Vaksinator Secara Bertahap
Jelang Muktamar, LIDMI Audiensi dengan KPU Kota Makassar, Ketua KPU : Siap Kolaborasi

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  4. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  5. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  6. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  7. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  8. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

  9. Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

  10. Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Posko Terpadu Covid di Palopo akan Direlaksasi

Berita Sul-Sel | 2020-06-13

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Walikota Palopo H. Judas Amir meminta Posko terpadu di Pindahkan ke setiap RT RW dan Pendatang tetap dipantau
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

PALOPO, JALURINFO.COM,- Kota Palopo dikategorikan dari pusat zona kuning penyebaran Covid-19. Atas hal ini, Gugus Tugas Penanganan Covid yang diketuai Wali Kota Palopo, HM Judas Amir tengah menyusun peraturan wali kota untuk penerapan tatanan hidup di tengah pandemi. Salah satu, isi tatanan yang diatur dalam perwal tersebut adalah mengatur penerapan protokol kesehatan wajib dilakukan di setiap kegiatan.

Selain itu, kata Wali Kota, posko terpadu yang ada di tiga pintu masuk Kota Palopo juga akan dilonggarkan (direlaksasi), diganti dengan posko yang didirikan di tiap RT.

“Jadi nanti posko terpadu yang tiga di setiap pintu masuk Kota Palopo akan disetop dan digantikan posko yang kita dirikan di tiap RT,” kata Wali Kota Palopo, HM Judas Amir saat konfrensi pers dilantai 3 Balai Kota, Kamis sore 11 Juni 2020, kemarin.

Lanjut Wali Kota, dengan penerapan tatanan baru ini nantinya setiap kegiatan yang namanya protokol kesehatan, seperti jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan wajib diterapkan. “Tidak boleh lepas ini protokol kesehatan,” kata Wali Kota yang didampingi Sekkot Palopo Firmanza DP dan Asisten II Taufiq.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

Posko RT tersebut nantinya, akan memantau setiap warga pendatang. Akan didata dan dipantau tim kesehatan di puskesmas terdekat. Saat ini, Peraturan Wali Kota (perwal) tentang tatanan kebiasaan baru pada masa pandemi Covid-19 sudah memasuki tahap finalisasi.

Dari pantauan Palopo Pos, Kamis 11 Juni 2020, dilakukan perbaikan sejumlah pasal-pasal yang ada di dalam perwal tersebut di aula Bappeda. Dihadiri Sekkot Palopo, Firmanza DP, Asisten II Taufiq, Asisten III Dr Ishaq Iskandar, dan sejumlah kepala perangkat dinas.

Sebelumnya pada rapat evaluasi pelaksanaan percepatan dan penanganan Covid-19 di Kota Palopo di Ruang Rapat Pimpinan Lantai III Kantor Wali Kota Palopo, Rabu 10 Juni 2020 sejumlah pihak memberikan masukan.

Seperti diusulkan oleh Kepala Kejari Kota Palopo Abraham Sahertian SH. Ia menyarankan beberapa pasal perlu dilakukan perbaikan agar isi pasal tersebut bisa dengan mudah dipahami dan dilaksanakan masyarakat.

Selanjutnya usulan datang dari Kapolres Palopo, AKBP Alfian Nurnas, menyampaikan bahwa, saat ini Kota Palopo merupakan zona kuning sehingga layak menerapkan normal baru. Namun perlu diwaspadai jangan sampai lengah sehingga muncul zona-zona lainnya. “Kami sendiri dari Mabes Polri diminta untuk mendukung pemerintah dalam menjalankan kebijakan normal baru ini,” ungkapnya.

Selain itu, Kapolres Palopo mengusulkan agar posko-posko yang ada diperbatasan diganti dengan pengadaan posko di RT-RW dengan melibatkan setiap RT dan RW, Babinsa dan Kantibmas.

“Kita libatkan mereka, jika ada orang baru, maka mereka akan lapor, sehingga tindakan secara dini bisa segera dilakukan,” ungkapnya. Nanti setiap posko ini disediakan spanduk kecil sebagai tanda sebagai posko Covid-19.

Lalu, ada usulan dari Kepala Kesbangpol Palopo, H Baso Sulaiman menyarankan dalam pelaksanaan ibadah seperti ceramah dan khutbah agar dipersingkat tanpa mengurangi ketentuan kesempurnaan ibadah sehingga dapat menjadi pedoman bagi masjid dan gereja. Baso juga mengusulkan agar terkait perayaan tahun baru dimasukkan dalam perwali karena umumnya tahun baru dirayakan oleh sejumlah atau kumpulan orang.

Sementara dari pihak Kemenag menyampaikan kegiatan keagamaan khususnya dalam ibadah di masjid sudah ditindaklanjuti dengan mengundang seluruh pengurus masjid di tingkat kecamatan terkait protokol kesehatan di masa pandemi.

Untuk normal baru disebutkan juga setiap rumah ibadah siap mengikuti aturan yang dikeluarkan wali kota. Terkait masalah pernikahan masih dilaksanakan di KUA dan kegiatan lainnya masih tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020