PLN Maros Telah Beri Keringanan Pembayaran Kepada Pelanggan RT

Ekonomi | 2020-06-10

© Disediakan oleh Jalurinfo.com PLN
MAROS, JALURINFO.COM,- PT (Persero) Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah memberikan keringanan pembayaran ke pelanggan rumah tangga (RT) yang tagihan listriknya melonjak pada bulan Juni ini.

Kepala PLN Cabang Maros, Ahmad Amirul Syarif kepada wartawan, mengatakan, saat ini tidak semua pelanggan PLN Maros mengalami lonjakan tagihan pada bulan Juni lebih dari 20 persen daripada bulan Mei.

Namun demikian, PLN Maros merilis ada sekitar 181 pelanggan yang masuk kategori lonjakan tagihan hal itu terjadi akibat penagihan menggunakan rata-rata tiga bulan terakhir. Dengan skema tersebut, maka kenaikannya akan dibayar sebesar 40 persen, dan sisanya dibagi rata dalam tagihan 3 bulan ke depan.

”Kami berharap kebijakan mengangsur dapat mengurangi keterkejutan pelanggan yang tagihannya tiba tiba meningkat tajam.” ujar Ahmad

Baca juga: Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

Menurut dia, kebijakan mengansur sisa tagihan selama tiga bulan dimaksudkan untuk memberikan keringanan terhadap lonjakan tersebut. PLN Maros hingga saat melakukan pemeriksaan data setiap pelanggan satu per satu, untuk memastikan agar kebijakan tersebut tepat sasaran pada pelanggan yang mengalami lonjakan tidak normal.

”Tagihan pelanggan yang biasanya sudah bisa dilihat pada tanggal 2 atau 3 pada tiap awal bulan, baru bisa diterbitkan dan bisa diakses pada tanggal 6 Juni,” ujar Ahmad.

Diakui Ahmad, selama dua bulan terakhir, sebagian pelanggan PLN yang jumlah totalnya sekitar 181 pelanggan yang diprediksikan ada peningkatan karena rekening bulanannya dihitung dari rata-rata tiga bulan terakhir pemakaian, akibat dampak dari pandemi virus Corona atau Covid-19. Pada tagihan listrik bulan April dan Mei, sebagian pelanggan ditagih pembayarannya menggunakan rata-rata.




BERITA TERKAIT

Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng
Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto
Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T
Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang
IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung
VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri
Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya
Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara
Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030
Respon Jubir Erick Thohir Soal Garuda Bakal Diganti Pelita Air

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

PLN Maros Telah Beri Keringanan Pembayaran Kepada Pelanggan RT

Ekonomi | 2020-06-10

© Disediakan oleh Jalurinfo.com PLN
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

MAROS, JALURINFO.COM,- PT (Persero) Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah memberikan keringanan pembayaran ke pelanggan rumah tangga (RT) yang tagihan listriknya melonjak pada bulan Juni ini.

Kepala PLN Cabang Maros, Ahmad Amirul Syarif kepada wartawan, mengatakan, saat ini tidak semua pelanggan PLN Maros mengalami lonjakan tagihan pada bulan Juni lebih dari 20 persen daripada bulan Mei.

Namun demikian, PLN Maros merilis ada sekitar 181 pelanggan yang masuk kategori lonjakan tagihan hal itu terjadi akibat penagihan menggunakan rata-rata tiga bulan terakhir. Dengan skema tersebut, maka kenaikannya akan dibayar sebesar 40 persen, dan sisanya dibagi rata dalam tagihan 3 bulan ke depan.

”Kami berharap kebijakan mengangsur dapat mengurangi keterkejutan pelanggan yang tagihannya tiba tiba meningkat tajam.” ujar Ahmad

Baca juga: Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

Menurut dia, kebijakan mengansur sisa tagihan selama tiga bulan dimaksudkan untuk memberikan keringanan terhadap lonjakan tersebut. PLN Maros hingga saat melakukan pemeriksaan data setiap pelanggan satu per satu, untuk memastikan agar kebijakan tersebut tepat sasaran pada pelanggan yang mengalami lonjakan tidak normal.

”Tagihan pelanggan yang biasanya sudah bisa dilihat pada tanggal 2 atau 3 pada tiap awal bulan, baru bisa diterbitkan dan bisa diakses pada tanggal 6 Juni,” ujar Ahmad.

Diakui Ahmad, selama dua bulan terakhir, sebagian pelanggan PLN yang jumlah totalnya sekitar 181 pelanggan yang diprediksikan ada peningkatan karena rekening bulanannya dihitung dari rata-rata tiga bulan terakhir pemakaian, akibat dampak dari pandemi virus Corona atau Covid-19. Pada tagihan listrik bulan April dan Mei, sebagian pelanggan ditagih pembayarannya menggunakan rata-rata.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020