Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

Pj Wali Kota Pilih Rapid Dibanding Swab Usai Kontak dengan Ketua KPU RI, Begini Komentar IDI

Nasional | 2020-09-21

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Humas IDI Kota Makassar, Dr Wachyudi Muchsin
MAKASSAR, JALURINFO,- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar menyayangkan Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin yang enggan melakukan swab tes setelah kontak dengan Ketua KPU RI, Arief Budiman yang dinyatakan positif Covid-19.

Humas IDI Makassar, dr Wachyudi Muchsin menilai, pejabat publik seperti Pj Wali Kota harus memberikan contoh kepada masyarakat soal pentingnya kesadaran dalam melakukan swab.

“Sebagai pejabat publik harus memberi. Contoh kepada masyarakat sebab repid sudah tidak direkomendasikan lagi sebab hasil repid test adalah palsu (positif/negatif). Harusnya lakukan swab sambil menunggu hasil swab keluar harus isolasi mandiri,” tulis dr Wachyudi melalui pesan WhatsApp, Senin (21/9/2020).

Menurut dr Yudi, keakuratan rapid tes dalam mendiagnosa covid 19 hanya 10 persen. Hal itu jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan tes swab yang hampir mencapai 100 persen keakuratannya.

Dengan begitu, ia mendorong orang-orang yang pernah kontak dengan orang yang dinyatakan positif Covid-19 segera melakukan swab tes bukan rapid tes guna mempermudah pelacakan virus Covid-19.

Baca juga: Penundaan Pemilu 2024 Disebut Berpotensi Lahirkan Pemimpin Otoriter

“Dengan 3T (testing, tracing, dan treatment) ini kita harapkan tingkat Covid-19 bisa berkurang. Makanya kami meminta untuk tes swab karena rapid itu tidak direkomendasikan lagi. Dan Harus secara sadar untuk tes kalau pernah kontak dengan pasien positif Covid-19. Kalau dia melakukan testing kita bisa lakukan tracing baru setelah itu dilakukan treatment,” terangnya.




BERITA TERKAIT

Fadli Zon: Di Negeri Paling Kapitalis, PCR dan Antigen Ternyata Semuanya GRATIS
Usai Dipanggil Jokowi, Menaker Jamin Segera Revisi Aturan JHT
Terungkap Penyebab Langkanya Minyak Goreng, Ternyata Ini Biang Keroknya
Bikin Geleng-Geleng Kepala , Ini Aturan Baru Perpanjang dan Bikin SIM
Mulai 1 Maret 2022, BPJS Jadi Syarat Jual Beli Tanah
JHT Cair di Usia 56 Tahun, Angota DPR Minta Evaluasi
Triliunan Tagihan Covid dari Rumah Sakit Tak Dibayar, Ini Alasan Pemerintah
Mahfud MD Sebut Tindakan Polisi di Desa Wadas Sudah Sesuai Prosedur
Hari Pers Nasional, Presiden Dorong Industri Pers Bertransformasi Cepat
Jenderal Dudung Minta Bahar Smith dan Rizieq Tak Usah Macam-macam

TERPOPULER

  1. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

  2. Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

  3. Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah

  4. Presiden PSG Ngamuk Ancam Bunuh Staf Madrid

  5. Video Pengambilan Sumpah Jabatan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur Sulsel

  6. Kapal Kargo Tenggelam, Angkut Ribuan Mobil Mewah

  7. Indonesia Dukung Resolusi PBB Soal Invasi Rusia ke Ukraina

  8. Penundaan Pemilu 2024 Disebut Berpotensi Lahirkan Pemimpin Otoriter

  9. DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

  10. Update Perang Rusia-Ukraina, Ukraina Laporkan 137 Kematian

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Pj Wali Kota Pilih Rapid Dibanding Swab Usai Kontak dengan Ketua KPU RI, Begini Komentar IDI

Nasional | 2020-09-21

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Humas IDI Kota Makassar, Dr Wachyudi Muchsin
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

MAKASSAR, JALURINFO,- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar menyayangkan Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin yang enggan melakukan swab tes setelah kontak dengan Ketua KPU RI, Arief Budiman yang dinyatakan positif Covid-19.

Humas IDI Makassar, dr Wachyudi Muchsin menilai, pejabat publik seperti Pj Wali Kota harus memberikan contoh kepada masyarakat soal pentingnya kesadaran dalam melakukan swab.

“Sebagai pejabat publik harus memberi. Contoh kepada masyarakat sebab repid sudah tidak direkomendasikan lagi sebab hasil repid test adalah palsu (positif/negatif). Harusnya lakukan swab sambil menunggu hasil swab keluar harus isolasi mandiri,” tulis dr Wachyudi melalui pesan WhatsApp, Senin (21/9/2020).

Menurut dr Yudi, keakuratan rapid tes dalam mendiagnosa covid 19 hanya 10 persen. Hal itu jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan tes swab yang hampir mencapai 100 persen keakuratannya.

Dengan begitu, ia mendorong orang-orang yang pernah kontak dengan orang yang dinyatakan positif Covid-19 segera melakukan swab tes bukan rapid tes guna mempermudah pelacakan virus Covid-19.

Baca juga: Penundaan Pemilu 2024 Disebut Berpotensi Lahirkan Pemimpin Otoriter

“Dengan 3T (testing, tracing, dan treatment) ini kita harapkan tingkat Covid-19 bisa berkurang. Makanya kami meminta untuk tes swab karena rapid itu tidak direkomendasikan lagi. Dan Harus secara sadar untuk tes kalau pernah kontak dengan pasien positif Covid-19. Kalau dia melakukan testing kita bisa lakukan tracing baru setelah itu dilakukan treatment,” terangnya.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020