Penggunaan Vaksin Sinovac Berisiko Tingkatkan Lumpuh Wajah Lebih Tinggi, Tapi...

Sains | 2021-08-17

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Vaksin Sinovac
JALURINFO,- Vaksin Sinovac dan Pfizer untuk Covid-19 diduga sama-sama meningkatkan risiko penyakit lumpuh wajah atau bell`s palsy. Namun penerima vaksin Sinovac lebih tinggi mendapatkan risiko penyakit tersebut dibandingkan Pfizer.

Dalam jurnal yang diterbitkan The Lancet Infectious Diseases, risiko meningkat setelah pemberian dosis pertama vaksin covid-19 Sinovac.

Meski terdapat efek samping, menurut jurnal tersebut, dampak menguntungkan vaksin dalam melindungi covid-19 lebih besar. "Efek yang menguntungkan dan protektif dari vaksin Covid-19 jauh lebih besar dibandingkan risiko efek samping yang umumnya sembuh sendiri ini," kata penelitian tersebut.

Baca juga: Pemburu Alien Itu Bernama "James Webb", Ini Video Peluncurannya

Studi dilakukan terhadap 451.000 orang lebih. Ada 28 kasus lumpuh wajah atau bell`s palsy setelah pemberian vaksin Sinovac. Angkanya lebih tinggi dibandingkan pemberian vaksin Pfizer-BioNtech yaitu 16 kasus.




BERITA TERKAIT

Perhitungan Konstanta Matematika Phi Pecahkan Rekor Dunia Baru
NASA Ungkap Waktu Asteroid Bennu Akan Tabrak Bumi
Gawat..! Bumi Terancam Ditabrak Asteroid Bennu, Begini Kata NASA
Fantastis..! Harga Batu Ini Dprediksi Lebih Mahal dari Seisi Bumi
4 Teori Aneh Fisikawan Stephen Hawking yang Terbukti Benar
Apa Jadinya Jika Cabai Ditanam di Luar Angkasa?
Ilmuwan Temukan Wabah Tertua yang telah Renggut Jutaan Nyawa
Hasil Riset : Virus Covid-19 Tak Bisa Bertahan di Material Ini
Tanpa Disadari dalam Setahun Kita Bisa Mengkonsumsi 1 Kg Plastik
Gletser Terbesar Antartika Berada di Ambang Kehancuran

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Penggunaan Vaksin Sinovac Berisiko Tingkatkan Lumpuh Wajah Lebih Tinggi, Tapi...

Sains | 2021-08-17

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Vaksin Sinovac
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JALURINFO,- Vaksin Sinovac dan Pfizer untuk Covid-19 diduga sama-sama meningkatkan risiko penyakit lumpuh wajah atau bell`s palsy. Namun penerima vaksin Sinovac lebih tinggi mendapatkan risiko penyakit tersebut dibandingkan Pfizer.

Dalam jurnal yang diterbitkan The Lancet Infectious Diseases, risiko meningkat setelah pemberian dosis pertama vaksin covid-19 Sinovac.

Meski terdapat efek samping, menurut jurnal tersebut, dampak menguntungkan vaksin dalam melindungi covid-19 lebih besar. "Efek yang menguntungkan dan protektif dari vaksin Covid-19 jauh lebih besar dibandingkan risiko efek samping yang umumnya sembuh sendiri ini," kata penelitian tersebut.

Baca juga: Pemburu Alien Itu Bernama "James Webb", Ini Video Peluncurannya

Studi dilakukan terhadap 451.000 orang lebih. Ada 28 kasus lumpuh wajah atau bell`s palsy setelah pemberian vaksin Sinovac. Angkanya lebih tinggi dibandingkan pemberian vaksin Pfizer-BioNtech yaitu 16 kasus.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020