Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

Pengamat Ungkap Sejarah Konflik Berkepanjangan Palestina-Israel

Internasional | 2021-05-20

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi
PALESTINA, JALURINFO,- Pengamat politik Timur Tengah Siti Mutiah Setiawati menjelaskan bahwa meskipun tak murni konflik agama, tetapi konflik Palestina Israel juga tak bisa dikatakan bukan sebagai konflik agama.

Menurutnya, persoalan yang terus berulang ini bermula karena bangsa Yahudi yang beragama Yahudi menginginkan kembali ke wilayah Palestina yang sudah diduduki bangsa Arab Palestina selama ribuan tahun.

Belum lama ini, konflik antara Palestina dengan Israel kembali panas. Konflik bermula dari upaya Israel menggusur paksa warga Palestina yang bermukim di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Warga pun membalas dengan upaya unjuk rasa. Polisi Israel membalas kembali dengan blokade serta ancaman pengusiran kepada siapapun yang terlibat unjuk rasa tersebut.

Pasca terjadinya kerusuhan di Masjid Al Aqsa pada Jumat 7 Mei 2021 lalu, ketegangan semakin memanas. Kala itu, polisi Israel membubarkan warga Palestina yang tengah menunaikan salat tarawih. Pada Senin 10 Mei 2021, faksi Hamas di Jalur Gaza menembakkan roket ke arah Tel Aviv dan sejumlah wilayah Israel lainnya sebagai balasan atas tindakan Israel di Yerusalem. Serangan itupun dibalas Israel, mereka membombardir Jalur Gaza dengan jet tempur. Akibatnya, sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan merenggut korban jiwa.

Baca juga: Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

Pengamat politik Timur Tengah Siti Mutiah Setiawati menjelaskan bahwa meskipun tak murni konflik agama, tetapi konflik antara keduanya juga tak bisa dikatakan bukan sebagai konflik agama.

Menurutnya, persoalan yang terus berulang ini bermula karena bangsa Yahudi yang beragama Yahudi menginginkan kembali ke wilayah Palestina yang sudah diduduki bangsa Arab – Palestina selama ribuan tahun.

Dosen Departemen Hubungan Internasional UGM ini memaparkan bahwa orang-orang Yahudi ini memang pernah tinggal di wilayah Palestina, tapi kemudian Kristen datang dan mereka diusir oleh Nebukadnezar dari Romawi. Katanya, ada banyak versi. Tetapi, mereka diusir oleh bangsa Romawi setelah Kristen datang, karena orang Yahudi dianggap telah menyalibkan Yesus.

“Orang Yahudi itu menolak ajaran Nabi Isa atau Yesus Kristus dan mereka menyalibkan. Jadi, di sini ada konflik antara Yahudi dan Nasrani. Sehingga, itu berarti konflik agama to? Mereka menjadi bangsa yang tersebar di beberapa negara di Eropa, Amerika dan Amerika Latin. Ada juga yang ke Asia, tapi tidak fenomena karena jumlahnya sedikit," jelas Siti seperti dikutip Tempo dari dikutip dari laman resmi UGM, Kamis 20 Mei 2021.




BERITA TERKAIT

Indonesia Dukung Resolusi PBB Soal Invasi Rusia ke Ukraina
Update Perang Rusia-Ukraina, Ukraina Laporkan 137 Kematian
Serba Canggih, Ini Aneka Kendaraan Militer Rusia yang Dipakai untuk Perang.
Pasukan Rusia Rebut Pembangkit Nuklir Chernobyl

Internasional

Pasukan Rusia Rebut Pembangkit Nuklir Chernobyl

dibaca 8342 kali
Putin tandatangani dekret yang akui dua
Joe Biden dan Vladimir Putin Diminta Bertemu Lagi

Internasional

Joe Biden dan Vladimir Putin Diminta Bertemu Lagi

dibaca 8092 kali
AS Klaim Rusia akan Serang Ukraina Besok, Presiden Ukraina Seru Warga Kibarkan Bendera dan Putar Lagu Kebangsaan
Eskalasi Ketegangan Makin Meningkat, Ukraina Minta Bertemu Rusia dalam Tenggat 48 Jam
Terkait Ketegangan Rusia dan Ukraina, Putin Sebut Proposal Macron `Realistis`
Rusia Siagakan Rudal S-400 di Belarus, Ukraina Tak Gentar

TERPOPULER

  1. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

  2. Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

  3. Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah

  4. Presiden PSG Ngamuk Ancam Bunuh Staf Madrid

  5. Video Pengambilan Sumpah Jabatan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur Sulsel

  6. Kapal Kargo Tenggelam, Angkut Ribuan Mobil Mewah

  7. Indonesia Dukung Resolusi PBB Soal Invasi Rusia ke Ukraina

  8. Penundaan Pemilu 2024 Disebut Berpotensi Lahirkan Pemimpin Otoriter

  9. DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

  10. Update Perang Rusia-Ukraina, Ukraina Laporkan 137 Kematian

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Pengamat Ungkap Sejarah Konflik Berkepanjangan Palestina-Israel

Internasional | 2021-05-20

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Ilustrasi
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

PALESTINA, JALURINFO,- Pengamat politik Timur Tengah Siti Mutiah Setiawati menjelaskan bahwa meskipun tak murni konflik agama, tetapi konflik Palestina Israel juga tak bisa dikatakan bukan sebagai konflik agama.

Menurutnya, persoalan yang terus berulang ini bermula karena bangsa Yahudi yang beragama Yahudi menginginkan kembali ke wilayah Palestina yang sudah diduduki bangsa Arab Palestina selama ribuan tahun.

Belum lama ini, konflik antara Palestina dengan Israel kembali panas. Konflik bermula dari upaya Israel menggusur paksa warga Palestina yang bermukim di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Warga pun membalas dengan upaya unjuk rasa. Polisi Israel membalas kembali dengan blokade serta ancaman pengusiran kepada siapapun yang terlibat unjuk rasa tersebut.

Pasca terjadinya kerusuhan di Masjid Al Aqsa pada Jumat 7 Mei 2021 lalu, ketegangan semakin memanas. Kala itu, polisi Israel membubarkan warga Palestina yang tengah menunaikan salat tarawih. Pada Senin 10 Mei 2021, faksi Hamas di Jalur Gaza menembakkan roket ke arah Tel Aviv dan sejumlah wilayah Israel lainnya sebagai balasan atas tindakan Israel di Yerusalem. Serangan itupun dibalas Israel, mereka membombardir Jalur Gaza dengan jet tempur. Akibatnya, sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan merenggut korban jiwa.

Baca juga: Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

Pengamat politik Timur Tengah Siti Mutiah Setiawati menjelaskan bahwa meskipun tak murni konflik agama, tetapi konflik antara keduanya juga tak bisa dikatakan bukan sebagai konflik agama.

Menurutnya, persoalan yang terus berulang ini bermula karena bangsa Yahudi yang beragama Yahudi menginginkan kembali ke wilayah Palestina yang sudah diduduki bangsa Arab – Palestina selama ribuan tahun.

Dosen Departemen Hubungan Internasional UGM ini memaparkan bahwa orang-orang Yahudi ini memang pernah tinggal di wilayah Palestina, tapi kemudian Kristen datang dan mereka diusir oleh Nebukadnezar dari Romawi. Katanya, ada banyak versi. Tetapi, mereka diusir oleh bangsa Romawi setelah Kristen datang, karena orang Yahudi dianggap telah menyalibkan Yesus.

“Orang Yahudi itu menolak ajaran Nabi Isa atau Yesus Kristus dan mereka menyalibkan. Jadi, di sini ada konflik antara Yahudi dan Nasrani. Sehingga, itu berarti konflik agama to? Mereka menjadi bangsa yang tersebar di beberapa negara di Eropa, Amerika dan Amerika Latin. Ada juga yang ke Asia, tapi tidak fenomena karena jumlahnya sedikit," jelas Siti seperti dikutip Tempo dari dikutip dari laman resmi UGM, Kamis 20 Mei 2021.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020