Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

Pengamat Sebut Hal Ini Perlu Diwaspadai pada Penemuan Seaglider di Sulawesi

Berita Sul-Sel | 2021-01-06

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
MAKASSAR, JALURINFO,- Temuan seaglider atau drone bawah laut oleh nelayan di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu harus diwaspadai sebagai adanya upaya penyusupan atau operasi pengintaian di perairan Indonesia.

Seaglider yang ditemukan nelayan itu teridentifikasi terbuat dari alumunium dengan dua sayap 50 sentimeter (cm), panjang bodi 225 cm, propeller 18 cm di bawah, panjang antena belakang 93 cm.

Alat tersebut banyak digunakan untuk survei bawah laut atau untuk mencari data oseanografi di laut. Bisa digunakan untuk kepentingan pertahanan atau industri, seperti pertambangan atau perikanan.

Namun yang patut diwaspadai, seaglider juga bisa digunakan untuk melakukan perekaman situasi sumber daya alam bawah laut Indonesia dan posisi kekuatan penjagaan TNI AL di perairan wilayah Indonesia.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

Pengamat politik dan pertahanan-keamanan dari Universitas Muhammadiyah Makassar, Arqam Azikin, mengatakan temuan seaglider di perairan Indonesia ini bukan yang pertama kali terjadi. Sehingga patut diwaspadai keberadaan alat tersebut di perairan nasional sebagai upaya pengintaian.

"Ini sudah kejadian ketiga kalinya ditemukan hal serupa di wilayah perairan kita. Maka segenap pasukan elit AL agar meningkatkan kewaspadaan dalam menangkal ancaman pertahanan negara di lokasi strategis yang rawan operasi pengintaian di wilayah laut dari pihak mana pun," ujar Arqam melalui keterangannya, Selasa, 5 Januari 2021.




BERITA TERKAIT

DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman
Kemenkumham Sulsel: 50 WBP Narkotika Lapas Palopo Ikuti Rehabilitasi Sosial
Ditreskrimsus Polda Sulsel Sebut Tersangka Kasus RS Fatimah Makassar Ada 10 Orang
Kasus Covid-19 di Makassar Melonjak Drastis, Ancaman PPKM Level III di Depan Mata
Sketsa-sketsa<br><br>TITIK TERANG DI STADION BAROMBONG<br>Catatan : Syamsu Nur
Tak Vaksin Booster, Polisi Terancam Kena Saksi Internal
Pejabat di Pusaran Kasus BPNT, Ditreskrimsus Polda Sulsel: Kalau Salah, Sikat!
Update Covid-19 di Makassar: Tembus 298 Kasus, Manggala Tertinggi
Plt Gubernur Kembali Lepas 1.000 Nakes Mobile Vaksinator Secara Bertahap
Jelang Muktamar, LIDMI Audiensi dengan KPU Kota Makassar, Ketua KPU : Siap Kolaborasi

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  4. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  5. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  6. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  7. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  8. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

  9. Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

  10. Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Pengamat Sebut Hal Ini Perlu Diwaspadai pada Penemuan Seaglider di Sulawesi

Berita Sul-Sel | 2021-01-06

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

MAKASSAR, JALURINFO,- Temuan seaglider atau drone bawah laut oleh nelayan di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu harus diwaspadai sebagai adanya upaya penyusupan atau operasi pengintaian di perairan Indonesia.

Seaglider yang ditemukan nelayan itu teridentifikasi terbuat dari alumunium dengan dua sayap 50 sentimeter (cm), panjang bodi 225 cm, propeller 18 cm di bawah, panjang antena belakang 93 cm.

Alat tersebut banyak digunakan untuk survei bawah laut atau untuk mencari data oseanografi di laut. Bisa digunakan untuk kepentingan pertahanan atau industri, seperti pertambangan atau perikanan.

Namun yang patut diwaspadai, seaglider juga bisa digunakan untuk melakukan perekaman situasi sumber daya alam bawah laut Indonesia dan posisi kekuatan penjagaan TNI AL di perairan wilayah Indonesia.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

Pengamat politik dan pertahanan-keamanan dari Universitas Muhammadiyah Makassar, Arqam Azikin, mengatakan temuan seaglider di perairan Indonesia ini bukan yang pertama kali terjadi. Sehingga patut diwaspadai keberadaan alat tersebut di perairan nasional sebagai upaya pengintaian.

"Ini sudah kejadian ketiga kalinya ditemukan hal serupa di wilayah perairan kita. Maka segenap pasukan elit AL agar meningkatkan kewaspadaan dalam menangkal ancaman pertahanan negara di lokasi strategis yang rawan operasi pengintaian di wilayah laut dari pihak mana pun," ujar Arqam melalui keterangannya, Selasa, 5 Januari 2021.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020