Peneliti Kembangkan Metode Deteksi Covid-19 dalam 10 Menit

Teknologi | 2021-02-02

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
JALURINFO,- Para peneliti dari Universitas Arizona saat ini sedang mengembangkan metode pengujian untuk mengetahui infeksi virus corona jenis baru (COVID-19) dengan menggunakan mikroskop dari ponsel pintar. Ini nantinya dapat menganalisis sampel air liur dan memberikan hasil dalam waktu hanya sekitar 10 menit.

Tim peneliti yang dipimpin oleh profesor di bidang teknik biomedis, Jeong-Yeol Yoon mengatakan tujuan dalam studi ini adalah untuk menggabungkan kecepatan tes usap (swab) antigen dengan akurasi tinggi dari tes swab PCR. Para ilmuwan mengadaptasi metode murat yang awalnya mereka buat untuk mendeteksi norovirus, mikroba yang terminal menyebar di kapal pesiar, menggunakan mikroskop ponsel pintar.

Para peneliti berencana menggunakan metode tersebut bersama dengan tes kumur saline yang dikembangkan oleh kepala di Departemen Ekologi dan Biologi Evolusi Universitas Arizona, sekaligus direktur asosiasi Institut BI05, Michael Worobey. Studi menggunakan sampel air, dilakukan bekerjasama dengan ketua Departemen Komunitas, Lingkungan dan Kebijakan di Universitas Arizona, Kelly A. Reynolds.

Baca juga: Hubungkan Indonesia-Australia-AS, Indosat Bangun Kabel Bawah Laut 18.000 Km

Metode tradisional untuk mendeteksi norovirus atau patogen lain seringkali mahal. Hal ini karena diperlukan banyak peralatan laboratorium, serta membutuhkan keahlian ilmiah.

Tes norovirus berbasis ponsel cerdas yang dikembangkan di Universitas Arizona terdiri dari ponsel pintar, mikroskop sederhana, dan selembar kertas mikrofluida. Kertas berlapis lilin yang memandu sampel cairan mengalir melalui saluran tertentu. Ini lebih kecil dan lebih murah daripada tes lain, dengan komponen berharga sekitar 45 dolar AS.

Basis teknologi, yang dijelaskan dalam makalah 2019 yang diterbitkan di jurnal ACS Omega, relatif sederhana. Pengguna memperkenalkan antibodi dengan manik-manik fluoresen ke sampel air yang berpotensi terkontaminasi.




BERITA TERKAIT

NASA Jabarkan Perkembangan Stasiun Luar Angkasa Internasional
Begini Cara Tambah Alamat di Google Maps Lewat PC dan HP
Kiamat Sudah Dekat! Elon Musk Bangun Bahtera Nabi Nuh
Kisah Pria Lamongan Rakit Pesawat Sendiri, Belajar dari Alaska
Jokowi Optimistis Indonesia Bisa Jadi Raksasa Digital Setelah Cina-India
3 Minggu Lagi, WhatsApp Tak Bisa Dipakai Lagi di Handphone Ini
Facebook Down, Mark Zuckerberg Rugi Hampir Rp 100 Triliun
Pengguna Signal dan Telegram Melonjak Usai WhatsApp Down
WhatsApp, Instagram, dan Facebook Tumbang, Ini Kata Mark Zuckerberg
Daftar Wilayah yang Diselimuti Sinyal 5G di Indonesia

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  4. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  5. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  6. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  7. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  8. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  9. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

  10. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Peneliti Kembangkan Metode Deteksi Covid-19 dalam 10 Menit

Teknologi | 2021-02-02

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

JALURINFO,- Para peneliti dari Universitas Arizona saat ini sedang mengembangkan metode pengujian untuk mengetahui infeksi virus corona jenis baru (COVID-19) dengan menggunakan mikroskop dari ponsel pintar. Ini nantinya dapat menganalisis sampel air liur dan memberikan hasil dalam waktu hanya sekitar 10 menit.

Tim peneliti yang dipimpin oleh profesor di bidang teknik biomedis, Jeong-Yeol Yoon mengatakan tujuan dalam studi ini adalah untuk menggabungkan kecepatan tes usap (swab) antigen dengan akurasi tinggi dari tes swab PCR. Para ilmuwan mengadaptasi metode murat yang awalnya mereka buat untuk mendeteksi norovirus, mikroba yang terminal menyebar di kapal pesiar, menggunakan mikroskop ponsel pintar.

Para peneliti berencana menggunakan metode tersebut bersama dengan tes kumur saline yang dikembangkan oleh kepala di Departemen Ekologi dan Biologi Evolusi Universitas Arizona, sekaligus direktur asosiasi Institut BI05, Michael Worobey. Studi menggunakan sampel air, dilakukan bekerjasama dengan ketua Departemen Komunitas, Lingkungan dan Kebijakan di Universitas Arizona, Kelly A. Reynolds.

Baca juga: Hubungkan Indonesia-Australia-AS, Indosat Bangun Kabel Bawah Laut 18.000 Km

Metode tradisional untuk mendeteksi norovirus atau patogen lain seringkali mahal. Hal ini karena diperlukan banyak peralatan laboratorium, serta membutuhkan keahlian ilmiah.

Tes norovirus berbasis ponsel cerdas yang dikembangkan di Universitas Arizona terdiri dari ponsel pintar, mikroskop sederhana, dan selembar kertas mikrofluida. Kertas berlapis lilin yang memandu sampel cairan mengalir melalui saluran tertentu. Ini lebih kecil dan lebih murah daripada tes lain, dengan komponen berharga sekitar 45 dolar AS.

Basis teknologi, yang dijelaskan dalam makalah 2019 yang diterbitkan di jurnal ACS Omega, relatif sederhana. Pengguna memperkenalkan antibodi dengan manik-manik fluoresen ke sampel air yang berpotensi terkontaminasi.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020