Penebangan Hutan Secara Liar Disebut Sebagai Pemicu Banjir Bandang di Masamba

Berita Sul-Sel | 2020-07-15

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Kondisi rumah warga di wilayah wilayah Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yang dihantam banjir bandang, Senin malam (13/07/2020). Foto : SINDOnews/Muchtamir Zaide
MASAMBA, JALURINFO,- Banjir di Masamba sebenarnya bukan hal baru. Sudah pernah terjadi pada tahun 1980-an. Bahkan, pernah mencapai tugu Masamba Affair. Tetapi, bukan banjir bandang. Bencana kali ini merupakan yang terparah.

"Saat itu saya masih kecil. Sungai Masamba memang pernah banjir. Tetapi, tidak separah ini," Kata warga, Badaruddin.

"Baru kali ini saya lihat Masamba banjirnya seperti ini," sambung warga lainnya," Harnes.

Anggota DPRD Luwu Utara, Adi Jaya menilai banjir ini ada penyebabnya. "Sudah jelas akibat penebangan kayu di hulu sungai. Kalau ada orang membantah. Bohong itu," tantangnya.

Legislator dari Partai Gerindra ini mengatakan, bukti kuat adanya penebangan kayu di hutan pegunungan hulu sungai bisa dilihat dari potongan kayu yang terbawa air di Masjid Syuhada. Potongannya sangat rapih.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

Legislator dari Partai Gerindra ini mengatakan, bukti kuat adanya penebangan kayu di hutan pegunungan hulu sungai bisa dilihat dari potongan kayu yang terbawa air di Masjid Syuhada. Potongannya sangat rapih.

Artinya, itu hasil penebangan pakai senso. Memang kayu di sana ada. "Tetapi, hanya kayu kecil yang tak bisa menahan banjir," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos ) Dinas Sosial Luwu Utara, Sulfa Harbi mengatakan, banyak hutan di pegunungan hulu Sungai Masamba dan Sungai Radda sudah gundul.

"Kondisinya sudah dilihat saat meninjau. Kami dari Tagana ini dari sana," tegasnya.

Gunung di hulu Sungai Masamba banyak yang longsor. Ada puluhan titik longsor. Material longsor ini yang hanyut bersama banjir dan menimbun jalan di Masamba.




BERITA TERKAIT

DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman
Kemenkumham Sulsel: 50 WBP Narkotika Lapas Palopo Ikuti Rehabilitasi Sosial
Ditreskrimsus Polda Sulsel Sebut Tersangka Kasus RS Fatimah Makassar Ada 10 Orang
Kasus Covid-19 di Makassar Melonjak Drastis, Ancaman PPKM Level III di Depan Mata
Sketsa-sketsa<br><br>TITIK TERANG DI STADION BAROMBONG<br>Catatan : Syamsu Nur
Tak Vaksin Booster, Polisi Terancam Kena Saksi Internal
Pejabat di Pusaran Kasus BPNT, Ditreskrimsus Polda Sulsel: Kalau Salah, Sikat!
Update Covid-19 di Makassar: Tembus 298 Kasus, Manggala Tertinggi
Plt Gubernur Kembali Lepas 1.000 Nakes Mobile Vaksinator Secara Bertahap
Jelang Muktamar, LIDMI Audiensi dengan KPU Kota Makassar, Ketua KPU : Siap Kolaborasi

TERPOPULER

  1. Rudal Termonuklir Rusia Mengamuk, 50 Jendral Ukraina Jadi Korban

  2. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  3. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  4. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  5. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  6. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  7. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  8. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  9. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  10. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Penebangan Hutan Secara Liar Disebut Sebagai Pemicu Banjir Bandang di Masamba

Berita Sul-Sel | 2020-07-15

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Kondisi rumah warga di wilayah wilayah Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yang dihantam banjir bandang, Senin malam (13/07/2020). Foto : SINDOnews/Muchtamir Zaide
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

MASAMBA, JALURINFO,- Banjir di Masamba sebenarnya bukan hal baru. Sudah pernah terjadi pada tahun 1980-an. Bahkan, pernah mencapai tugu Masamba Affair. Tetapi, bukan banjir bandang. Bencana kali ini merupakan yang terparah.

"Saat itu saya masih kecil. Sungai Masamba memang pernah banjir. Tetapi, tidak separah ini," Kata warga, Badaruddin.

"Baru kali ini saya lihat Masamba banjirnya seperti ini," sambung warga lainnya," Harnes.

Anggota DPRD Luwu Utara, Adi Jaya menilai banjir ini ada penyebabnya. "Sudah jelas akibat penebangan kayu di hulu sungai. Kalau ada orang membantah. Bohong itu," tantangnya.

Legislator dari Partai Gerindra ini mengatakan, bukti kuat adanya penebangan kayu di hutan pegunungan hulu sungai bisa dilihat dari potongan kayu yang terbawa air di Masjid Syuhada. Potongannya sangat rapih.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

Legislator dari Partai Gerindra ini mengatakan, bukti kuat adanya penebangan kayu di hutan pegunungan hulu sungai bisa dilihat dari potongan kayu yang terbawa air di Masjid Syuhada. Potongannya sangat rapih.

Artinya, itu hasil penebangan pakai senso. Memang kayu di sana ada. "Tetapi, hanya kayu kecil yang tak bisa menahan banjir," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos ) Dinas Sosial Luwu Utara, Sulfa Harbi mengatakan, banyak hutan di pegunungan hulu Sungai Masamba dan Sungai Radda sudah gundul.

"Kondisinya sudah dilihat saat meninjau. Kami dari Tagana ini dari sana," tegasnya.

Gunung di hulu Sungai Masamba banyak yang longsor. Ada puluhan titik longsor. Material longsor ini yang hanyut bersama banjir dan menimbun jalan di Masamba.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020