Pemerintah Tetapkan Harga Acuan Domestik, Smelter Diminta Naikkan Harga Nikel

Ekonomi | 2020-08-16

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Rahman Tawulo
KENDARI, JALURINFO,- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Rahman Tawulo ikut menanggapi kenaikan harga nikel yang mencapai USD 4 per ton berdasarkan keputusan pemerintah pusat. Dalam hal ini berdasarkan salinan keputusan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Nomor 108 tahun 2020.

Keputusan itu ditetapkan di Jakarta tertanggal 13 Agustus 2020 oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan melalui salinan yang disampaikan Kepala Biro Hukum, Budi Purwanto. Dalam keputusan itu memuat tentang tim kerja pengawasan pelaksanaan harga patokan mineral nikel.

Baca juga: Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

Rahman Tawulo mengatakan, pada dasarnya keputusan pemerintah adanya kenaikan harga nikel dengan tiba-tiba meskipun belum ada respons dari pihak smelter adalah perintah yang harus dilakukan sebagaimana mestinya.

"Keputusan itu adalah merupakan perintah UUD yang lebih tinggi, dan harus dilakukan," tegas Rahman, Sabtu (15/8).




BERITA TERKAIT

Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng
Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto
Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T
Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang
IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung
VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri
Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya
Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara
Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030
Respon Jubir Erick Thohir Soal Garuda Bakal Diganti Pelita Air

TERPOPULER

  1. VIDEO Canggih, Misil Anti Pesawat Rusia Berbelok-belok Mengikuti Target dan Dorrr!

  2. VIDEO Bak Kembang Api, Begini Sistem Kerja Roket Ganda Uragan Rusia

  3. VIDEO Negara-negara Arab Deklarasikan Dukungan untuk Rusia

  4. VIDEO Beginilah Nasib Tentara Ukraina yang Ditangkap Rusia

  5. VIDEO Tank Rusia Sembunyi Dibalik Semak, Lalu Hancurkan Tank dan Benteng Ukraina

  6. VIDEO Ukraina Semakin Terancam, Tentara Bayaran Georgia Tiba di Donbas

  7. VIDEO Kondisi Rumah sakit Manakarra Mamuju saat Gempa siang hari ini

  8. VIDEO Detik-detik Peluncuran rudal TOS-1 di posisi dekat Avdiivka oleh Tentara Rusia

  9. Kondisi Polda Sulbar setelah Dilanda Gempa Bermagnitudo: 5.8

  10. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Pemerintah Tetapkan Harga Acuan Domestik, Smelter Diminta Naikkan Harga Nikel

Ekonomi | 2020-08-16

© Disediakan oleh Jalurinfo.com Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Rahman Tawulo
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

KENDARI, JALURINFO,- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Rahman Tawulo ikut menanggapi kenaikan harga nikel yang mencapai USD 4 per ton berdasarkan keputusan pemerintah pusat. Dalam hal ini berdasarkan salinan keputusan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Nomor 108 tahun 2020.

Keputusan itu ditetapkan di Jakarta tertanggal 13 Agustus 2020 oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan melalui salinan yang disampaikan Kepala Biro Hukum, Budi Purwanto. Dalam keputusan itu memuat tentang tim kerja pengawasan pelaksanaan harga patokan mineral nikel.

Baca juga: Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

Rahman Tawulo mengatakan, pada dasarnya keputusan pemerintah adanya kenaikan harga nikel dengan tiba-tiba meskipun belum ada respons dari pihak smelter adalah perintah yang harus dilakukan sebagaimana mestinya.

"Keputusan itu adalah merupakan perintah UUD yang lebih tinggi, dan harus dilakukan," tegas Rahman, Sabtu (15/8).

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020