Jalurinfo.com, media siber nasional terverifikasi Dewan Pers dengan No. Reg: 827/DP-Verifikasi/K/XI/2021

Pemberlakuan Tilang Elektronik di Makassar, Ribuan Pengendara Terdeteksi Melanggar

Berita Sul-Sel | 2021-03-26

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
MAKASSAR, JALURINFO.COM - Tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Kota Makassar baru saja diterapkan. Pada hari kedua, Rabu (24/3), tercatat sebanyak 1.109 pengendara terpantau melanggar aturan lalu lintas.

Mereka melanggar saat melintasi 16 titik ruas jalan yang terpantau kamera pengintai (CCTV). Data terpantau langsung melalui war room atau ruangan kontrol khusus milik pemerintah di Balaikota.

Kepala UPTD War Room Pemkot Makassar Yamlikh Azikin, mengatakan pelanggar terbanyak yaitu pengguna mobil yang tidak mengenakan sabuk pengaman. “Pelanggaran tidak pakai safety belt (sabuk pengamanan). Itu persentasenya 99 persen lebih,” katanya saat ditemui, Rabu (24/3).

Dia menambahkan, jenis pelanggaran lain seperti tidak mematuhi marka atau rambu lalu lintas. Termasuk berkendara sambil menggunakan telepon genggam. “Itu tercatat secara real time. Yang melanggar terdeteksi ada di Jalan RA Kartini, Urip Sumohardjo dan Jalan Bulusaraung,” tambahnya.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

Sabuk pengaman sendiri merupakan fitur standar pada tiap produk roda empat yang harus dikenakan saat berkendara. Penggunaannya sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), tepatnya pada pasal 106 ayat 6.

Dalam aturan tersebut tertulis bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor beroda empat atau lebih di jalan, dan penumpang yang duduk di sampingnya wajib mengenakan sabuk keselamatan. Bagi pengemudi yang tidak menaatinya akan diberikan sanksi pidana, sebagaimana tertuang pada pasal 289 di Undang-undang yang sama. Yaitu, pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak sebesar Rp250.000.




BERITA TERKAIT

Ditreskrimsus Polda Sulsel Sebut Tersangka Kasus RS Fatimah Makassar Ada 10 Orang
Kasus Covid-19 di Makassar Melonjak Drastis, Ancaman PPKM Level III di Depan Mata
Sketsa-sketsa<br><br>TITIK TERANG DI STADION BAROMBONG<br>Catatan : Syamsu Nur
Tak Vaksin Booster, Polisi Terancam Kena Saksi Internal
Pejabat di Pusaran Kasus BPNT, Ditreskrimsus Polda Sulsel: Kalau Salah, Sikat!
Update Covid-19 di Makassar: Tembus 298 Kasus, Manggala Tertinggi
Plt Gubernur Kembali Lepas 1.000 Nakes Mobile Vaksinator Secara Bertahap
Jelang Muktamar, LIDMI Audiensi dengan KPU Kota Makassar, Ketua KPU : Siap Kolaborasi
26  Februari, Ganas Annar MUI Sulsel Dikukuhkan

Berita Sul-Sel

26 Februari, Ganas Annar MUI Sulsel Dikukuhkan

dibaca 9284 kali
Pemkab Gowa Perpanjang Seleksi Terbuka Jabatan Sekda Gowa  Hingga 26 Januari

TERPOPULER

  1. VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

  2. Rusia diembargo Beberapa Negara, Apa itu Embargo? Begini Penjelasannya

  3. Menlu Ukraina Sebut Agresi Militer Rusia Hingga Negaranya Menyerah

  4. Presiden PSG Ngamuk Ancam Bunuh Staf Madrid

  5. Video Pengambilan Sumpah Jabatan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur Sulsel

  6. Kapal Kargo Tenggelam, Angkut Ribuan Mobil Mewah

  7. Indonesia Dukung Resolusi PBB Soal Invasi Rusia ke Ukraina

  8. Penundaan Pemilu 2024 Disebut Berpotensi Lahirkan Pemimpin Otoriter

  9. DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

  10. Update Perang Rusia-Ukraina, Ukraina Laporkan 137 Kematian

RELIGI

VIDEO Pemkab Solo Luncurkan Program Solo Mengaji

Menag Terbitkan Aturan Pengeras Suara, Ini Respons MUI

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh Ajak Masyarakat Ramaikan Pengajian

Menag Pastikan Tidak Ada Pemberhentian Umrah

Cendekiawan Muslim Sebut Pentingnya Bimbingan Keagamaan Bagi Generasi Muda Hadapi Bahaya Media Sosial

EKONOMI

  1. Tahu-Tempe Langka, Ini Penjelasan Menteri pertanian

  2. Cek Harga Emas dan UBS Hari Ini di Pegadaian, Senin, 14 Februari 2022

  3. Bappenas Heran Tukang Las Rel Kereta Cepat Didatangkan dari China

  4. Penghasil Sawit Terbesar tapi Minyak Goreng Langkah, KPPU Bakal Interogasi Pengusaha Minyak Goreng

  5. Minyak Goreng Langkah, Rizal Ramli Semprot Airlangga Hartarto

  6. Anggota DPR Kaget Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Jadi Rp 113,9 T

  7. Target KUR BRI Enrekang 429 Milyar Dominan Buat Petani Bawang

  8. IMB Tak Lagi Berlaku, Begini Syarat Mengurus Persetujuan Izin Bangunan Gedung

  9. VIDEO: Didukung 537 Personil, Ini Partisipasi Yodya Karya Wilayah Makassar dalam Membangun Negeri

  10. Produk China Tak Tergantikan, Amerika Pun Tak Berdaya Membendungnya

  11. Ini Daftar Komoditas Ekspor Unggulan Indonesia Sawit hingga Batu Bara

  12. Diprediksi Naik 8 Kali Lipat, Begini Nilai Ekonomi Digital Indonesia di Tahun 2030

Pemberlakuan Tilang Elektronik di Makassar, Ribuan Pengendara Terdeteksi Melanggar

Berita Sul-Sel | 2021-03-26

© Disediakan oleh Jalurinfo.com
Choose Language!

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini

MAKASSAR, JALURINFO.COM - Tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Kota Makassar baru saja diterapkan. Pada hari kedua, Rabu (24/3), tercatat sebanyak 1.109 pengendara terpantau melanggar aturan lalu lintas.

Mereka melanggar saat melintasi 16 titik ruas jalan yang terpantau kamera pengintai (CCTV). Data terpantau langsung melalui war room atau ruangan kontrol khusus milik pemerintah di Balaikota.

Kepala UPTD War Room Pemkot Makassar Yamlikh Azikin, mengatakan pelanggar terbanyak yaitu pengguna mobil yang tidak mengenakan sabuk pengaman. “Pelanggaran tidak pakai safety belt (sabuk pengamanan). Itu persentasenya 99 persen lebih,” katanya saat ditemui, Rabu (24/3).

Dia menambahkan, jenis pelanggaran lain seperti tidak mematuhi marka atau rambu lalu lintas. Termasuk berkendara sambil menggunakan telepon genggam. “Itu tercatat secara real time. Yang melanggar terdeteksi ada di Jalan RA Kartini, Urip Sumohardjo dan Jalan Bulusaraung,” tambahnya.

Baca juga: DPRD Sulsel Desak Istana Segera Lantik Andi Sudirman Sulaiman

Sabuk pengaman sendiri merupakan fitur standar pada tiap produk roda empat yang harus dikenakan saat berkendara. Penggunaannya sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), tepatnya pada pasal 106 ayat 6.

Dalam aturan tersebut tertulis bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor beroda empat atau lebih di jalan, dan penumpang yang duduk di sampingnya wajib mengenakan sabuk keselamatan. Bagi pengemudi yang tidak menaatinya akan diberikan sanksi pidana, sebagaimana tertuang pada pasal 289 di Undang-undang yang sama. Yaitu, pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak sebesar Rp250.000.

Kirim berita, video & pengaduan terkait layanan publik di sini


Jangan Lewatkan:

TERPOPULER HARI INI

KOLEKSI VIDEO POPULER

PT. JALUR INFO NUSANTARA

Jalur Informasi Independen & Terpercaya

Copyright 2020